Showing posts with label Asteroid Dan Meteor. Show all posts

Video : Antisipasi Ancaman Asteroid dengan Tembakkan "Paintball"

0 comments

detail berita
Ilustrasi
Astronesia-Seorang akademisi lulusan MIT Department of Aeronautics and Astronautics, Sung Wook Paek mengusung konsep unik untuk menyelamatkan bumi dari ancaman asteroid atau benda luar angkasa berukuran besar yang kemungkinan akan menabrak bumi di 2029.

Sebuah asteroid besar bernama Apophis, memiliki ukuran diameter 1.148 kaki kabarnya akan menghantam bumi pada 2029. Sung memiliki ide dengan cara menembakkan "paintball" putih pada asteroid tersebut. Sehingga, perlahan asteroid itu akan menjauh dari bumi.

Dilansir Dvice, Minggu (28/10/2012), apabila konsep sebelumnya yang telah diketahui menggunakan metode sinar laser untuk menghancurkan atau membelokkan asteroid, kini Sung mengungkap konsepnya dengan menggunakan "paintball" khusus, yang merupakan dekorasi ulang dari asteroid virtual.

Asteroid virtual buatannya ini mampu memiliki daya ledak dengan estimasi lima ton cat berwarna putih. Sung menggunakan kalkulasi untuk menentukan dua ledakan asteroid virtual yang diluncurkan melalui pesawat luar angkasa.

Dengan ledakan "paintball" ini, maka seluruh bagian asteroid Apophis akan terselimuti dengan lima lapisan cat mikrometer berwarna putih, di mana warna putih ini diyakini Sung akan menggandakan reflektivitas permukaan.

Dengan demikian, ini akan memberikan tekanan radiasi matahari atau kekuatan yang ditempatkan pada objek tersebut dengan foton matahari. Sehingga, asteroid itu secara bertahap akan bergerak menjauhi bumi.
Sung berharap, masih ada sekira 20 tahun atau lebih untuk terus mengembangkan konsep yang ia ciptakan. Ia mengatakan bahwa ini merupakan rencana jangka panjang untuk melewati masa kritis di 2029. Selain itu, warna putih pada sekujur asteroid itu juga bisa berfungsi sebagai "penanda", sehingga asteroid itu dapat lebih terlihat dan lebih mudah untuk dilacak.

Atas konsep uniknya ini, Sung berhasil memenangkan proposal penulisan paper tahun ini dengan tajuk Move An Asteroid 2012 Competition yang disponsori oleh Space Generation Advisory Council PBB. Sung juga mendapatkan apresiasi dari NASA, di mana konsepnya dijuluki sebagai "variasi inovatif" dengan memanfaatkan tekanan radiasi matahari.




Read More »

Asteroid Membawa Air Ke Bumi?

0 comments
Asteroid Membawa Air ke Bumi
Air mungkin dibawa asteroid ke Bumi - Foto Alamy
Astronesia-Air yang membeku pada asteroid mungkin merupakan hal yang lebih wajar dari yang pernah dianggap sebelumnya, menurut penelitian baru yang akan membantu mendukung gagasan bahwa asteroid membawa kunci utama kehidupan ke Bumi.

Es air dan molekul-molekul organik yang membantu pembentukan dasar kehidupan telah ditemukan pada asteroid kedua yang disebut Cybele 65 oleh para astronom.

Penemuan tersebut dilaporkan dalam sebuah pertemuan para ilmuwan planet di Pasadena, di mana para ilmuwan mengatakan bahwa keberadaan es tersebut ikut mendukung teori-teori yang mengatakan bahwa kehidupan di Bumi berasal dari luar angkasa setelah dibawa ke sini oleh asteroid-asteroid.

Para peneliti mendapatkan penemuan yang sama pada bulan April tahun ini ketika mereka menemukan bukti pertama es pada asteroid bernama Themis 24.

Kedua asteroid ini dan penemuan terakhir ditemukan pada sabuk asteroid yang berada di antara Mars dan Jupiter.

"Penemuan ini mengindikasikan bahwa bagian tata surya kita memiliki kandungan es air lebih banyak dari yang diperkirakan," kata Profesor Humberto Campins yang merupakan seorang astronom dari Universitas Florida Tengah yang memimpin tim peneliti tersebut seperti yang dilansir oleh Telegraph.

"Hal ini mendukung teori bahwa asteroid-asteroid mungkin menghantam Bumi sekaligus membawa persediaan air serta blok-blok pembangun kehidupan untuk terbentuk dan berevolusi di planet kita."

Profesor Campins mempresentasikan penemuannya pada pertemuan tahunan Divisi Sains Planet Perkumpulan Astronomi Amerika di Pasadena, California.

Asteroid Cybele 65 yang berdiameter 289 km agak lebih besar dari asteroid Themis 24 yang berdiameter 199 km.

Read More »

Cara Aneh Agar Bumi Terhindar dari Tabrakan Asteroid: Dicat

0 comments
Ilmuwan mencari cara menghindarkan Bumi dari bencana asteroid
Tabrakan Astroid

Astronesia-Asteroid tak boleh diremehkan. Pada 65 juta tahun lalu batu angkasa raksasa menghantam Bumi dan memicu punahnya spesies dinosaurus. Juga yang lolos dan memicu ledakan di Podkamennaya, Tunguska, Siberia, 30 Juni 1908. Ancaman makin besar seiring makin padatnya bumi.

Sementara, versi Hollywood fokus pada bahan peledak berjumlah besar atau mengirim pesawat luar angkasa dalam misi kamikaze untuk membelokkan asteroid, para ahli Amerika Serikat (AS) mengatakan, kenyataan mungkin lebih sederhana, atau lebih aneh.

Para ahli yakin, asteroid yang sangat pucat bisa merefleksikan cahaya matahari, dari waktu ke waktu, foton yang memantul dari permukaannya bisa menciptakan tenaga lebih dari cukup untuk mendorong asteroid dari lintasannya menuju Bumi.

Masalahnya, asteroid adalah batu angkasa yang gelap. Lalu bagaimana cara membuatnya pucat?

Para peneliti mengutarakan usul, menggunakan pistol paintball untuk menyemprotkan cat putih ke asteroid.

Sung Wook Paek, lulusan  Department of Aeronautics and Astronautics MIT mengatakan, di waktu yang tepat, kapsul berisi bubuk cat, diluncurkan dengan dua pesawat luar angkasa yang melayang dekat asteroid, di depan dan bagian belakang. Cara itu akan meningkatkan reflektivitasnya dua kali lipat. Nantinya, foton matahari akan membelokkan arah asteroid.

Proposal stategi yang diajukan Paek memenangkan ajang  2012 Move an Asteroid Technical Paper Competition,  yang disponsori Space Generation Advisory Council, salah satu lembaga di bawah PBB, yang menghimpun solusi-solusi kreatif yang terkait dengan masalah luar angkasa dari pelajar maupun profesional muda. Paek mempresentasikan makalahnya bulan ini pada International Astronautical Congress di Naples, Itali.

Strategi paintball Paek sebenarnya adalah pengembangan dari solusi yang diajukan pemenang tahun lalu, yang mengajukan usul, membelokkan asteroid dengan awan kapsul berisi cat padat.

Dalam proposalnya, Paek menggunakan Asteroid Apophis sebagai studi kasus. Batu angkasa seberat 27 gigaton diketahui akan melayang dekat Bumi pada tahun 2009, kemudian tahun 2036.

Paeh menyebut, lima ton cat dibutuhkan untuk menutupi permukaan asteroid yang berdiameter 1.480 kaki atau 451 meter.

Dengan memanfaatkan periode rotasi asteroid rotasi, pesawat diluncurkan untuk menutupi bagian muka asteroid dengan cat, lalu bagian belakang.

Saat pelet menghantam permukaan asteroid, mereka akan meledak, menutupi permukaan batu angkasa itu dengan cat setebal 5 mikrometer.

Dari perhitungannya, Paek memperkirakan, butuh waktu 20 tahun untuk mengakumilasikan tekanan radiasi matahari, agar sukses mendorong asteroid.

Sementara, menurut dia, meluncurkan kapsul cat dengan roket tradisional mungkin bukan ide baik. Karena peluru bisa pecah akibat dorongan roket. Lebih baik jika peluru itu dibuat di Stasiun Luar Angkasa Internasional misalnya.

Tak hanya cat, kapsul juga bisa diisi dengan aerosol, untuk memperlambat laju astorid. "Atau Anda mungkin ingin sekedar mengecat sebuah asteroid agar ia lebih mudah diawasi dari Bumi, menggunakan teleskop," kata Paek. "Ada banyak kegunaan lain dalam metode ini."

Bom nuklir
Sebelumnya, sejumlah ilmuwan telah mengusulkan berbagai metode untuk menghindari tabrakan asteroid. Beberapa di antaranya mengusulkan proyektil atau pesawat luar angkasa untuk ditabrakkan dengan asteroid yang berpotensi menabrak Bumi. Badan Luar Angkasa Eropa atau European Space Agency (ESA) saat ini sedang menginvestigasi kemungkinan menggunakan cara ini.

Metode lain, salah satunya dengan meledakkan sebuah bom nuklir di dekat asteroid atau menggunakan  pesawat ruang angkasa sebagai 'traktor gravitasi', tujuan keduanya sama, yakni membelokkan arah asteroid. 

sumber: viva.co.id

Read More »

Keris Berbahan Meteorit, Bagaimana Cara Deteksinya?

0 comments

Motif pamor keris berbahan meteor
Motif pamor kris yang berbahan meteor
Astronesia-Beraneka ragam keris dipamerkan di acara Festival Keris Kamardikan Anugerah Hadiwidjojo, di Museum Nasional pada 24-31 Oktober 2012. Salah satu yang menarik perhatian adalah koleksi keris dari Padepokan Keris Brojobuwono dari Solo, Jawa Tengah, yang memamerkan keris-keris yang terbuat dari batu-batu meteorit.

Menurut penjelasan dari Pemimpin Padepokan Keris Brojobuwono, Basuki Teguh Yuwono, dalam karya cipta budaya berupa keris ada sesuatu yang esensial. Keris mencerminkan tentang makna simbolik bersatunya hamba dengan Tuhan yang diwujudkan sebagai satu simbolik perkawinan kosmik antara sesuatu yang dari langit (meteorit) dan sesuatu dari perut bumi yang kemudian disatukan yang melahirkan sebuah keris.

Kemudian dari struktur bentuknya, keris adalah visualisasi dari bentuk lingga dan yoni, atau laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu dalam keris ada bilah keris dan warangka (sarung).

Apakah ada riset-riset yang berkaitan dengan pembuktian bahwa batu meteorit itu benar-benar jatuh dari langit? Bagaimana cara mendeteksi bahwa batu-batu itu benar meteorit?

Basuki Teguh Yuwono mengatakan, bahwa masyarakat perkerisan atau khususnya para empu, di zaman dahulu sudah mempunyai metode khusus untuk mendeteksi benda-benda luar angkasa. Metode itu adalah dengan menggunakan kemampuan indera pada manusia.

"Para empu biasanya menggunakan indera untuk mendeteksi sebuah batu meteorit, seperti penglihatan, perabaan, penciuman, suara yang dihasilkan, berat jenisnya. Caranya dengan membakar, dan lain-lain," ujarnya.

Basuki yang juga pengajar Program Studi Keris dan Senjata Tradisonal, di Institut Seni Indonesia Yogyakarta, menjelaskan bahwa pengelolaan-pengelolaan meteorit dengan cara penggunaan indera ini sebenarnya sudah ditemui di naskah-naskah kuno. Misalnya di naskah era zaman Majapahit dan era awal zaman Majapahit, yang menjelaskan bahwa kemampuan nenek moyang (empu) untuk mendeteksi dan melebur batu meteorit.

"Keris-keris yang menggunakan unsur batu meteorit banyak dijumpai cukup banyak di era zaman Majapahit sekitar abad 13 sampai 15 Masehi. Diperkirakan ada ribuan keris yang menggunakan batu meteorit," tambah Basuki Teguh Yuwono.

Sebenarnya tujuan penggunaan batu meteorit pada dunia perkerisan ada dua sisi esensialnya. Pertama dari sisi keindahan estetikanya yang berguna untuk membentuk motif-motif pamor (guratan-guratan) pada bilah keris. Kedua dari sisi spiritualnya, yaitu makna simbolik dari pamor (guratan-guratan pada bilah keris).

sumber: viva.co.id

Read More »

Pecahan Meteorit Hantam Atap Rumah

0 comments
Pecahan meteorit hantam atap rumah
Meteorid

Astronesia-Pada tanggal 17 Oktober kemarin dilaporkan bahwa sebuah bola api meluncur dan meledak di atas Northern California. Salah satu pecahan meteorit tersebut jatuh dan menghantam atap rumah seseorang.

Rumah seorang perawat di University of California, San Francisco, bernama Lisa Webber mendapati atap rumahnya yang sedikit penyok karena hantaman pecahan meteorit tersebut. Awalnya, Webber mendengar suara keras dari atap rumahnya Kemudian dia keluar rumah memastikan suara apakah itu dan mulai mencari di sekeliling rumah. Webber menemukan sebuah batu dengan berat 2,2 ons.

Untuk memastikan batu apakah itu, Webber menghubungi Peter Jenniskens, pimpinan Cameras for Allsky Meteor Surveillance (CAMS) yang mempunyai kerja sama dengan NASA dan Search for Extraterrestrial Intelligence Institute (SETI). Setelah menelitinya, Jenniskens mengatakan bahwa batu tersebut kemungkinan adalah pecahan meteorit yang meledak pada hari Rabu (17/10) pukul 07:44 waktu Northern California.

Menurut saksi mata, seperti yang dilansir Space (18/10), meteorit tersebut muncul dari langit seperti enda bulat menggulung-gulung dengan balutan api di sekelilingnya. Suaranya sangat keras. Memang dalam minggu kemarin ini, banyak orang menantikan peristiwa alam yaitu hujan Orionid meteor yang terjadi setahun sekali.

Namun, ternyata perkiraan peneliti agak sedikit meleset karena sebuah meteorit sudah memulai aksinya dengan masuk ke dalam atmosfir bumi. Jenniskens mengemukakan bahwa pecahan meteorit tersebut mengandung magnet. Beberapa ahli menyarankan agar menjauhkan meteorit kecil tersebut dengan magnet lain agar magnet alaminya tidak 'terkontaminasi.'

Munculnya meteorit yang akhirnya meledak tersebut juga disaksikan banyak orang di San Francisco Bay Area. Pihak CAMS mengusulkan untuk menyebut meteorit tersebut dengan nama Novato namun mereka masih menunggu persetujuan dari Meteorite Nomenclature Committee. Apabila hanya 2,2 ons saja mampu memenyokkan atap rumah, apa jadinya kalau meteorit yang jatuh tersebut memiliki berat lebih dari 1 kg? Pastinya hancur.

Read More »

Foto-foto Hujan Meteor Orionids 2012 Dari Seluruh Dunia

0 comments
1.Aurora oleh Tommy Eliassen

Fotografer Tommy Eliassen menangkap pandangan spektakuler ini dari sebuah meteor Orionid saat melesat melalui cahaya utara yang mempesona dalam galaksi Bima Sakti dari kamp di Korgfjellet, Hemnes, Norwegia, pada 20 Oktober 2012, saat puncak hujan meteor Orionid 2.012.

2.  Marshall Space Flight Center

 http://i.space.com/images/i/22997/i02/orionid-meteor-shower-2012-msfc-1.jpg

Sebuah coretan meteor Orionid melintasi langit malam di atas kota Huntsville, Alabama, dalam pandangan kamera di NASA Marshall Space Flight Center sebelum fajar pada 21 Oktober 2012, saat puncak hujan meteor Orionid.

3. Charlie Prince

http://astronesia.blogspot.com/

Fotografer Charlie Prince Mendapatkan Foto ini dari sebuah meteor Orionid di Edwards, California, pada 21 Oktober 2012, saat puncak hujan meteor Orionid 2.012. Dia menggunakan Canon PowerShot S5 IS pada gunung CG-5GT CELESTRON khatulistiwa, dengan pengaturan pada F2.7, ISO 400 64 detik eksposur.

4.Fireball Over Belmont, CA

Fireball Over Belmont, CA

Wes Jones menangkap bola api di Belmont, CA, pada 19:44 PDT, 17 Oktober, 2012, menggunan kamera di www.astrobytes.net/AllSky3.html

 5.California Fireball over Aptos

California Fireball over Aptos

Gambar ini di ambil dari bola api California diambil pada 17 Oktober 2012, oleh Rachel Fritz dan Rick Nolthenius dari Cabrillo College, Aptos, CA.

(Space.com)

Read More »

Batu Meteor Berlafadz Allah

0 comments
Astronesia-Lafadz Allah pada batu berbentuk lonjong ini jelas sekali terlihat memanjang. Di pameran tersebut, batu meteor atau batu satam berlafadz Allah ini dijual Rp 100 Juta. 
 
 
Sumber: Detik.com

Read More »

Nonton Hujan Meteor Orionids

0 comments
Malam ini asyik banget.. ayo nonton live hujan meteor orionids


Read More »

Ayo Saksikan Hujan Meteor Orionid Secara Online

0 comments
http://i.space.com/images/i/22995/i02/orionid-meteor-2012-nasa.jpg?1350712375
citra meteor Orionid 2012, terlihat di atas Tullahoma, Tenn
CREDIT: NASA / MSFC / MEO

Astronesia-Hujan meteor Orionid akan terjadi pada malam ini dalam "penembakan bintang" pada layar yang menjnjikan. Anda bahkan dapat menonton kembang api surgawi secara online jika cuaca buruk merusak pandangan Anda.

Hujan meteor Orionid akan mencapai puncaknya Minggu pagi (21 Oktober), tetapi masih terus menjadi pemandangan yang mengesankan sepanjang Sabtu malam, para ilmuwan NASA mengatakan. Badan antariksa akan streaming langsung untuk melihat hujan meteor dari kamera semua-langit di Space Flight Center Marshall di Huntsville, Alabama

"Bumi melewati aliran puing-puing dari komet Halley , sumber dari Orionids, "kata pakar meteor Bill Cooke dari Kantor Lingkungan Hidup Meteor NASA dalam sebuah pernyataan. "Serpihan debu komet memukul atmosfer memberi kita puluhan meteor per jam."

Waktu terbaik untuk melihat hujan meteor Orionid ini sebelum matahari terbit pada hari Minggu pagi. Pada saat itu, Bumi akan melewati bagian terpadat dari aliran puing-puing komet Halley.

Meteor Orionids tampak memancar keluar dari konstelasi Orion yang terkenal, dari situlah nama hujan meteor ini. Pada jam-jam dini hari akhir pekan ini, konstelasi yang terlihat di langit selatan.

"Sejak tahun 2006, Orionids telah menjadi salah satu hujan meteor terbaik tahun ini, dengan jumlah beberapa tahun sampai dengan 60 atau lebih meteor per jam," kata Cooke.

NASA akan memulai siaran langsung untuk melihat hujan meteor Orionids dimulai malam ini di mulai jam 11 pm EDT 11 WIB dan berakhir pada pukul 3 pagi WIB, Minggu (0300-0700 GMT). Badan antariksa akan memberikan umpan Ustream Orionids dari semua kamera langit, serta web chat dengan astronom Mitzi Adams untuk menjawab pertanyaan pembaca. Anda dapat mengakses webcast dan video streaming di sini malam ini pukul 11 pm:  http://www.nasa.gov/connect/chat/orionids2012.html

Jika Anda berencana untuk menonton hujan meteor Orionids dengan mata Anda sendiri, berikut beberapa tips untuk anda:

Cari langit gelap: Sementara Orionids telah menjadi hujan meteor yang cukup diandalkan dalam beberapa tahun terakhir, kondisi melihat yang baik adalah dengan berada di tempat yang jauh dari lampu-lampu kota, yang dapat menghambat pandangan Anda.

Berpakaian hangat: Sediakan jeket atau sweter buat mengusir dinginnya udara malam

Suasana dibuat senyaman mungkin: sediakan kursi panjang buat berbaring untuk mengamati langit malam,jangan lupa pake jaket dan secangkir kopi panas :)

Hujan meteor Orionid adalah salah satu dari dua hujan meteor yang diciptakan oleh sisa debu Komet Halley. Pertunjukan cahaya langit lainnya adalah Aquarid Eta meteor shower yang terjadi pada bulan Mei.

Secara kebetulan, hari Sabtu adalah hari Astronomi dan Slooh Space Camera online memberikan webcast 11 jam maraton untuk melihat pandangan langit malam dari teleskop di seluruh dunia.  Astronomy Day live webcast dimulai pada pukul 3:30 pm EDT (1930 GMT) di situs Slooh dan akan menampilkan pemandangan planet dan bulan di tata surya kita, serta nebula dan supernova.

Webcast dapat diakses langsung di website Camera Ruang Slooh sini:  http://events.slooh.com/

Para pejabat NASA mengatakan ada banyak kejadian lainnya yang dapat di saksikan dengan mata telanjang selain hujan meteor orionids malam ini.

"Selain Orionids, Anda akan melihat Venus brilian, planet merah mars, anjing bintang Sirius dan konstelasi musim dingin yang cerah seperti Orion, Gemini dan Taurus," kata para pejabat NASA dalam penasehat skywatching.

Space.com

Read More »

Rayakan Malam Minggu Ini Bersama Meteor Orionids

0 comments

Hujan Meteor Orionids.NASA   
Astronesia-Jika ada yang bertanya tentang aktivitas apa yang harus dilakukan pada Sabtu (20/10/2012) malam atau malam Minggu ini, mungkin jawaban yang tepat adalah menikmati hujan meteor Orionids.

Minggu dini hari akan menjadi puncak hujan meteor Orionids. Kurang lebih 20 meteor akan bisa disaksikan setiap jamnya. Memang, hujan meteor ini tidak semegah hujan meteor lainnya, namun demikian tetap menarik untuk dinikmati.

Mutoha Arkanuddin dari Jogja Astro Club (JAC) mengungkapkan, kondisi langit pada puncak hujan meteor Orionids kali ini menguntungkan. Bulan tengah berada pada fase bulan Sabit dan sudah tenggelam saat puncak hujan meteor. Langit akan lebih gelap.

Bagi yang ingin menikmati atraksi ini, Mutoha pada Jumat (19/10/2012) lewat Facebook mengatakan, "Waktu terbaik untuk pengamatan adalah menjelang tengah malam sekitar pukul 23 malam hingga beberapa jam berikutnya menjelang fajar menyingsing."

Agar pengamatan lebih optimal, kata Mutoha, sebaiknya pengamat mencari tempat yang gelap dan lapang. Pengamatan bisa membawa jaket ataupun selimut untuk menghangatkan tubuh. Pengamatan bersama lebih menyenangkan.

Meteor Orionids akan muncul dari rasi Orion atau Lintang Maluku. Rasi Orion malam ini akan tampak di sebelah timur. Untuk memudahkan pengamatan sekaligus belajar astronomi, ada baiknya mengenal rasi-rasi bintang terlebih dahulu lewat software Stellarium.

Selain hujan meteor, planet gas rakasasa Jupiter yang juga planet terbesar di Tata Surya juga akan menampakkan diri. Bintang Sirius, bintang paling terang dilihat dari Bumi, juga akan terlihat.

Hujan meteor Orionids adalah fenomena yang muncul karena debu sisa komet Halley, komet yang hanya tampak 76 tahun sekali. Saat debu komet berinteraksi dengan atmosfer Bumi, debu akan terbakar dan tampak sebagai meteor dari sudut pandang manusia di Bumi.

Jika hendak mengamati, ada baiknya saat ini beristirahat terlebih dahulu. Malam minggu ini akan menjadi malam yang panjang. Semoga saja tak ada awan dan hujan sehingga fenomena indah ini bisa dinikmati.

Read More »

Meteor Ini Butuh Waktu 700.000 Tahun dari Mars ke Bumi

0 comments
Pecahan meteorit Tissint yang jatuh di Maroko tahun 2011

Astronesia-Pada 18 Juli 2011, sebuah meteorit jatuh di wilayah Maroko yang berbatasan dengan Algeria. Meteor jatuh sekitar pukul 02.00 dini hari waktu setempat. Bola api di langit dan dua suara ledakan mengiringi jatuhnya meteor ini.

Studi yang dipublikasikan di jurnal Science pada Jumat (12/10/2012) lalu mengungkap bahwa meteorit ini terdiri atas material yang disebut "black gas". Unsur gas mulia (contohnya Helium, Argon, Neon serta Kripton) terjebak di dalamnya.

"Berdasarkan pengukuran pada gas mulia, kami dapat memperhitungkan waktu meteorit itu terlempar dari Mars," kata Hasnaa Chennaoui Aoudjehane, astronom dari Hassan II University di Casablanca, Maroko, yang meneliti meteorit itu.

Hasil penelitian mengungkap, meteorit itu dilemparkan dari Mars sekitar 700.000 tahun yang lalu. Dengan demikian, untuk bergerak dari Mars hingga jatuh di gurun wilayah maroko, meteorit itu butuh waktu 700 milenium.

Meteorit yang kemudian dinamai Tissint tersebut merupakan meteorit kelima dari Mars yang jatuh ke Bumi dan berhasil disaksikan manusia. Menurut perkiraan, ada sekitar 60 meteorit yang berasal dari planet merah tetangga Bumi tersebut.

Dibandingkan meteorit lain dari Mars, Tissint istimewa. "Tak ada hujan antara saat meteorit itu jatuh dan dikoleksi. Meteorit ini termasuk segar dan sangat membanggakan bisa menganalisisnya," ungkap Aoudjehane.

Tissint diduga terlempar dari Mars karena asteroid atau benda besar lain yang menghantam Mars. Tumbukan benda itu membentuk beberapa tanda bahwa meteor berasal dari Mars, selain tanda lelehan dan black glass.

Meteor itu awalnya ditemukan oleh kolektor meteorit. Tissint kemudian dipecah menjadi beberapa kepingan. Kepingan itu kini disimpan di beberapa museum, termasuk Museum of Natural History di  Vienna dan Natural History Museum di London. Minggu (14/10/2012), salah satu kepingan dipamerkan di Manhattan, New York.

Read More »

Hujan Meteor Sambangi Indonesia Akhir Pekan Ini

0 comments

http://astronesia.blogspot.com/

Astronesia-Musim hujan meteor datang lagi Oktober ini. Musim kering yang panjang membuat peluang melihat bintang jatuh lebih besar. Puncak hujan meteor juga terjadi pada akhir pekan.

Ahli astronomi lembaga penerbangan dan antariksa Amerika Serikat (NASA), Bill Cooke, menyebutkan, hujan meteor kali ini akan datang dari rasi Orion, dan dapat terlihat dari Amerika Utara, Eropa, Asia, termasuk Indonesia. "Pertunjukan yang menarik bagi pengamat dengan langit cerah," ujar dia, seperti dikutip Space.com.

Hujan meteor orionid terjadi ketika bumi memasuki jalur Komet Halley. Komet yang mengelilingi matahari setiap 76 tahun ini terakhir kali terlihat dari bumi pada 1986. Setiap melintas, komet meninggalkan jejak debu.

Bumi menyapu jejak debu Komet Halley setiap tahun. Luasnya jejak debu membuat bumi berada di dalam jejak debu sejak awal Oktober hingga awal November.

Sebagai pelindung, atmosfer bertugas mengamankan bumi dari siraman debu komet. Karena itu, selama bumi berada di dalam debu, atmosfer membakar habis semua material sisa komet tersebut.

Yang terlihat dari bumi, proses pembakaran debu komet tampak seperti titik cahaya yang bergerak cepat. Karena itulah ada sebutan bintang jatuh. Arah datangnya meteor berasal dari rasi Orion sehingga fenomena ini disebut hujan meteor orionid. Waktu terbaik melihat hujan meteor adalah pada pagi hari, pukul 01.00 hingga 04.00.

Cooke mengatakan, sejak 2006, hujan meteor orionid menghasilkan setidaknya 60 meteor setiap jam. "Ini salah satu hujan meteor terbaik setiap tahun," kata dia. Puncak hujan meteor orionid diperkirakan terjadi Minggu pagi, 21 Oktober 2012. Namun pengamatan tetap bisa dilakukan beberapa malam sebelum dan setelah tanggal tersebut.

Pengamatan hujan meteor tidak memerlukan alat bantu optik, seperti binokular atau teleskop. Untuk melihat jelas, pengamat cukup berbaring di lantai sambil menatap ke langit. Meteor bisa muncul dari berbagai belahan langit sehingga pengamat harus berbaring dengan mata waspada.

Selain melihat langsung, pengamat bisa melakukan kegiatan lain. Selama hujan meteor, masyarakat dianjurkan ikut menghitung jumlah meteor yang terlihat setiap jam. Hasil penghitungan ini kemudian bisa dilaporkan kepada peneliti. NASA, misalnya, menyediakan halaman khusus bagi masyarakat yang ingin melaporkan hasil penghitungan ini.

Bagi penggemar fotografi, peristiwa hujan meteor bisa dipakai guna menguji keterampilan jepret malam. Pemotretan dilakukan untuk mengabadikan jejak bintang jatuh yang ditimbulkan hujan meteor. Selain menggunakan kamera single lens reflex, fotografer sebaiknya memakai lensa wide atau fish eye yang diarahkan ke rasi Orion. Kamera sebaiknya dibuka dalam waktu lama, misalnya 5 menit, menggunakan remote shutter. Dengan bukaan yang lama, diharapkan banyak meteor yang terekam kamera.

Di Indonesia, hujan meteor berbarengan dengan terjadinya El Nino. Fenomena iklim ini membuat musim kemarau terjadi lebih panjang. Akibatnya, sebagian wilayah Indonesia berpotensi bebas mendung sepanjang Oktober.

Sumber: Tempo.co

Read More »

Sedikit Tentang Hujan Meteor

0 comments
Astronesia-Bayangin deh sobat saat kita memandang langit malam dan muncullah bintang jatuh atau meteor. Tentunya akan terasa Indah yah, dan tidak sedikit juga mitos yang mengatakan kalau ada bintang jatuh sambil mengucapkan permohonan maka akan terkabul. mungkin sebenarnya itu hanya sugesti positif saja ya ^__^ lalu apasih Hujan meteor itu?

Hujan meteor adalah fenomena astronomi yang terjadi ketika sejumlah meteor terlihat bersinar pada langit malam. Meteor ini terjadi karena adanya serpihan benda luar angkasa yang dinamakan meteoroid, yang memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi. Ukuran meteor umumnya hanya sebesar sebutir pasir, dan hampir semuanya hancur sebelum mencapai permukaan Bumi. Serpihan yang mencapai permukaan Bumi disebut meteorit. Hujan meteor umumnya terjadi ketika Bumi melintasi dekat orbit sebuah komet dan melalui serpihannya.


Apa sih Hujan Meteor itu??
nah namanya juga hujan yang pasti intesitas meteor yang nampak juga banyak, bahkan mungkin sampai pada interval puluhan meteor setiap jam nya. wah

nah ada beberapa Hujan Meteor yang menimpa Bumi setiap tahun nya ,..
diantaranya adalah :

1. Hujan Meteor Orionid
Hujan meteor orionid muncul tiap tahun, dan memuncak di sekitar tgl 21 okt. Hujan meteor ini sangat jelas terlihat dan tampak sampai 20 meteor hjau dan kuning tiap jamnya. Orionid adalah nama cahaya meteor yang berada dilangit ditempat titik mereka berasal. Komet meteor bias dilihat di penjuru seluruh langit tapi garis pergerakan mereka akan selalu menunjuk ke arah cahaya. Cahaya meteor orinoid terletak di dekat konstelasi Orion. Dan hujan meteornya disebabkan oleh Komet Halley yang terkenal dan terakhir terlihat pada tahun 1986 dengan orbitnya sekitar 75-76 tahunan

2. hujan meteor Perseid
Meteor Perseid adalah meteor anyg mungkin bisa kita lihat paling jelas dan biasanya terlihat di belahan bumi bagian utara pada saat malam di musim panas. Terang dan banyak, perseid dikaitkan dengan komet swift-tuttle yang menakjubkan. Meteor ini tampaknya berasal dari sebuah cahaya di rasi Perseus dan terjadi ketika bumi melewati aliran meteor yang dikenal dgn nama awan perseid yang sebenarnya adalah residu dari ekor komet swift-tuttle.

Sebagian besar debu dari awan Perseid berumur ribuan tahun, walaupun ada beberapa diantaranya adalah debu muda yang menguap dari komet pada tahun 1862. hujan meteor perseid telah diamati sekitar 200 tahun dan biasanya terlihat mulai pertengahan juli dan memuncak pada tgl 12 agustus tiap tahunnya

3. Geminid meteor shower
Gambar berikut merupakan hujan meteor Geminid. Meteor ini bukan seperti meteor lain yang lahir dari sebuah komet, melainkan mereka berasal dari sebudah asteroid, yaitu sebuah planetoin Berbatu di dekat bumi yang bernama Phaeton 3200. pada umumnya asteroid tidak menghasilkan debu ke angkasa dan bahkan diperkirakan asteroid ini sebelumnya adalah sebuah komet. Orbit Phaeton berbentuk elips seperti komet dan yang bahkan membawanya kedalam dekat matahari melebihi orbit merkurius.


Geminid pertama muncul 150 thn yg lalu, dan semenjak itu mereka menghujani bumi secara regular tiap tahun pada pertengahan desember. Mereka diperkirakan akan lebih banyak [ada tiap tahunnya dan hujan meteor baru-baru ini telah terlihat lebih dari ratusan meteor menghiasi langit.

4. Quadrantid meteor shower
Karena kuatnya penampakan meteor ini, pada januari awal hujan meteor ini secara tentative didentifikasikan sebagai planet kecil yang dinamakan planet 2003 EH1 kemungkinan juga diamati oleh astronom dari cina, jepang dan korea semenjak setengah milenuim lalu pada puncak penampakannya, hujan meteor ini akan bisa dilihat kurang dari 1 jam.

Read More »

Hujan Meteor Orionid Ahad Dini Hari, 1 Jam 20 Meteor

0 comments

 http://astronesia.blogspot.com/
Posisi Meteor Orionids
Astronesia-Akhir pekan ini, para pengamat bintang akan menyaksikan fenomena hujan meteor yang berasal dari komet paling tenar sejagad, Halley, yang mengorbit matahari setiap 76 tahun sekali. Hujan meteor Orionid.

"Dimulai Minggu (21/10) dini hari antara pukul 01.00 sampai Subuh. Bisa dengan melihat arah rasi Orion, yaitu dari timur sampai atas kepala kita," jelas Profesor Riset Astronomi-Astrofisika LAPAN, Thomas Djamaluddin kepada VIVAnews, Kamis 18 Oktober 2012.

Pemandangan tersebut dapat terlihat seperti bintang jatuh  dan hanya berlangsung secara sekilas.

"Per jam ada 20 meteor dan tiga menit sekali ada satu  meteor, dan hanya beberapa detik kemudian akan terbakar. Ini terjadi  di ketinggian antara 70 sampai 100 km," lanjutnya.

Thomas juga menambahkan, meteor hasil sisa debu Komet  Halley tersebut tidak berbahaya karena  hanya berupa butiran halus saja.

Hujan meteor ini dapat disaksikan di seluruh wilayah  Indonesia dengan syarat cuaca cerah, medan pandang tidak terhalang, dan  jauh dari polusi cahaya. "Pengamatan jangan dari tengah kota. Polusinya cahayanya  kuat sekali," saran Thomas.

Sebelumnya, pada 8 Oktober 2012 terjadi puncak hujan meteor Draconids tahun 2012. Hujan meteror ini berasal dari sisa-sisa debu komet Giacobini-Zinner.

Sumber: viva.co.id

Read More »

Meteorit yang Makan Korban Jiwa Laku Di Lelang

0 comments

http://astronesia.blogspot.com/
Meteorit Trujillo, Venezuela yang menimpa sapi hingga mati
Astronesia-Pelelangan terbesar meteorit diselenggarakan di New York. Dengan total penjualan mencapai lebih dari US$1 juta. Ada lebih dari 125 meteorit yang ditawarkan, dari sekedar benjolan berwarna abu-abu, hingga batuan yang sudah dipoles berkilau mirip permata.  

Namun, tak semua meteorit laku terjual. Ada banyak batu luar angkasa yang diperkirakan akan berharga US$5.000 atau lebih, justru tak diminati. Mereka akhirnya dilepas dengan harga hanya ratusan dolar.

Yang termahal yang ditawarkan dalam lelang adalah meteorit yang asal usulnya dari Bulan. Beratnya 4 pon atau 1,8 kilogram. Di akhir lelang, batu tersebut terjual seharga US$300.000

Paling favorit dan diperebutkan dalam lelang ini adalah potongan Meteorit Seymchan, yang ditemukan ditemukan di Siberia pada tahun 1960. Potongan batu itu setinggi 23 cm, mengandung kristal olivine. Setelah 12 kali penawaran, batu tersebut terjual seharga US$43.750.

Sebaliknya, yang termasuk gagal dijual adalah fragmen besar dari meteorit Tissint asal Mars yang jatuh di Maroko pada tahun 2011 dan meteorit yang menyerupai besi yang ditemukan di Gurun Kalahari, Afrika Selatan. Patokan awal meteorit itu adalah US$175.000 sampai US$225.000.

Setidaknya ada empat komponen yang dipertimbangkan untuk menentukan harga atau nilai sebuah meteorit: kelangkaan, keindahan, ukuran, dan asalnya.

"Kami ingin memastikan bahwa ada sesuatu yang menarik untuk semua orang. Kami juga ingin bersikap adil saat menawarkan sebuah obyek dari luar angkasa," kata Darryl Pitt, konsultan Heritage Auctions, penyelenggara lelang.

Pembeli biasanya mau merogoh kocek dalam untuk untuk potongan-potongan batu dan besi yang berasal dari Bulan dan Mars. Meteorit dari Bulan sangat jarang ada di Bumi, diperkirakan eksistensinya hanya sekitar 61,2 kg.

"Ini adalah material tertua yang bisa disentuh manusia, bahan mentah yang membentuk semua planet," kata Pitt saat menjelaskan mengapa mengoleksi meteorit menjadi sangat menarik.

Salah seorang pembeli yang tidak mau disebutkan namanya, menghabiskan puluhan ribu dolar saat lelang meteorit dari Planet Mars. Baginya, cinta untuk meteorit setara dengan rasa cinta untuk istrinya.

Ada banyak jenis meteorit yang dilelang, seperti sebuah meteorit besi yang saat ditimbang beratnya mencapai 722 kg, besi itu berbentuk seperti batu yang memiliki bintik-bintik seperti nikel.

Ada juga bagian dari Meteor Peekskill yang tertangkap kamera pada 20 tahun lalu, meteor itu jatuh terbakar dari langit dan menghantam mobil Chevy Malibu di New York. Batu itu dijual dengan harga US$16.250.

Juga ada seorang pembeli yang membayar US$1.375 untuk potongan batu meteorit yang pernah memakan korban jiwa saat jatuh ke bumi pada tahun 1972. Nyawa seekor sapi. 

Sumber :Viva.co.id

Read More »

NASA WISE Menemukan Warna Yang Tidak Diketahui Pada Astroid Jupiter

0 comments
http://images.sciencedaily.com/2012/10/121015163552-large.jpg?1350333459
Warna Trojan Terungkap (Konsep Artis): Hasil Baru dari Wide-bidang Explorer Inframerah NASA, atau WISE, mengungkapkan bahwa Trojans Jovian - asteroid yang menjilati matahari dalam orbit yang sama seperti Jupiter - seragam gelap dengan sedikit warna burgundy , dan memiliki permukaan matte yang memantulkan sinar matahari sedikit. (Kredit: NASA / JPL-Caltech)

Astronesia-Para ilmuwan menggunakan data dari Wide-bidang Survei Explorer NASA Infrared, atau WISE, telah menemukan petunjuk baru dalam misteri yang sedang berlangsung dari Trojans Jovian - asteroid yang mengorbit matahari di jalan yang sama seperti Jupiter. Seperti kuda pacu, perjalanan asteroid dalam kemasan, dengan satu kelompok memimpin jalan di depan gas raksasa, dan kelompok kedua mengikuti di belakang.

Pengamatan adalah yang pertama untuk mendapatkan tampilan rinci warna Trojan ': baik leading dan trailing paket yang terdiri dari sebagian besar gelap, batu kemerahan dengan permukaan, matte non-mencerminkan. Terlebih lagi, data memverifikasi dugaan sebelumnya bahwa pak terkemuka Trojan outnumbers tandan trailing.
 
Hasil menawarkan petunjuk baru dalam teka-teki asal-usul asteroid '. Darimana Trojan berasal? Apa yang mereka terbuat dari? WISE telah menunjukkan bahwa dua bungkus batu yang sangat mirip dan tidak ada pelabuhan "out-of-towners," atau interlopers, dari bagian lain dari sistem surya. Trojan tidak menyerupai asteroid dari sabuk utama antara Mars dan Jupiter, maupun Kuiper keluarga sabuk objek dari icier, daerah luar dekat Pluto.
 
"Jupiter dan Saturnus berada di tenang, orbit stabil hari ini, tapi di masa lalu mereka, mereka bergemuruh sekitar dan terganggu setiap asteroid yang berada di orbit dengan planet," kata Tommy Grav, seorang ilmuwan WISE dari Institut Planetary Science di Tucson, Arizona "Kemudian, Jupiter kembali ditangkap asteroid Trojan, tapi kita tidak tahu di mana mereka datang dari hasil penelitian kami menunjukkan mereka mungkin telah ditangkap secara lokal.. Jika demikian, itu menarik karena itu berarti asteroid tersebut bisa dibuat dari bahan primordial dari ini khususnya bagian dari tata surya, sesuatu yang kita tidak tahu banyak tentang. " Grav adalah anggota tim NEOWISE, bagian asteroid-berburu misi WISE.
 
Trojan pertama ditemukan pada 22 Februari, 1906 oleh astronom Jerman Max Wolf, yang menemukan benda langit memimpin di depan Jupiter. Dibaptis "Achilles" oleh astronom, potongan (350-kilometer-lebar) sekitar 220-mil-lebar ruang batu adalah yang pertama dari asteroid yang terdeteksi harus bepergian di depan gas raksasa. Kemudian, asteroid juga ditemukan mengikuti di belakang Jupiter. Asteroid secara kolektif bernama Trojan setelah legenda, di mana tentara Yunani bersembunyi di dalam patung kuda raksasa untuk meluncurkan serangan mendadak pada orang-orang Trojan kota Troy.
 
"Kedua kamp asteroid bahkan memiliki sendiri 'mata-mata,'" kata Grav. "Setelah menemukan beberapa Trojan, astronom memutuskan untuk menamai asteroid di kamp terkemuka setelah pahlawan Yunani dan orang-orang di trailing setelah pahlawan Troy. Tetapi masing-masing dari kamp telah memiliki 'musuh' di tengah-tengah mereka, dengan asteroid 'Hector' di kamp Yunani dan 'Patroclus' di kamp Trojan. "
Planet lain yang kemudian ditemukan telah asteroid Trojan naik bersama mereka juga, seperti Mars, Neptunus dan bahkan Bumi, di mana baru-baru WISE menemukan Trojan Bumi pertama yang diketahui: http://www.jpl.nasa.gov/news/news. php rilis = 2011-230? .
 
Sebelum WISE, ketidakpastian utama mendefinisikan populasi Trojan Jupiter hanya berapa banyak potongan individu berada dalam awan batuan ruang dan es memimpin Jupiter, dan berapa banyak yang tertinggal. Hal ini diyakini bahwa ada benda sebanyak dalam dua kawanan leading dan trailing Jupiter karena ada dalam keseluruhan dari sabuk asteroid utama antara Mars dan Jupiter.
 
Untuk menempatkan ini dan teori-teori lain untuk tidur membutuhkan terkoordinasi dengan baik, dilaksanakan dengan baik kampanye observasional. Tapi ada banyak hal di jalan pengamatan akurat - terutama, Jupiter sendiri. Orientasi ini awan Jovian asteroid di langit dalam beberapa dekade terakhir telah menjadi halangan untuk pengamatan. Satu awan terutama di langit utara Bumi, sementara yang lain adalah di selatan, memaksa tanah berbasis survei optik untuk menggunakan setidaknya dua teleskop yang berbeda.  

Survei dihasilkan hasil, tapi tidak jelas apakah hasil tertentu disebabkan oleh masalah harus mengamati dua awan dengan instrumen yang berbeda, dan pada waktu yang berbeda sepanjang tahun.
 
Masukkan WISE, yang meraung ke orbit pada 14 Desember 2009. Kamera pesawat ruang angkasa 16-inch (40 sentimeter) teleskop inframerah dan menjelajahi seluruh langit mencari cahaya sumber panas surgawi. Dari Januari 2010 hingga Februari 2011, sekitar 7.500 gambar yang diambil setiap hari. Proyek 

NEOWISE menggunakan data untuk katalog lebih dari 158.000 asteroid dan komet di seluruh tata surya.
"Dengan mendapatkan diameter yang akurat dan pengukuran permukaan reflektifitas pada 1.750 Trojans Jupiter, kami meningkat urutan besarnya apa yang kita tahu tentang dua pertemuan asteroid," kata Grav. "Dengan informasi ini, kita dapat lebih akurat dari sebelumnya mengkonfirmasi memang ada benda hampir 40 persen lebih dalam awan terkemuka."
 
Mencoba untuk memahami permukaan atau interior sebuah Trojan Jovian juga sulit. Suite WISE detektor inframerah adalah sensitif terhadap cahaya termal dari benda, seperti cahaya tampak teleskop. Ini berarti WISE dapat memberikan perkiraan yang lebih baik dari reflektifitas permukaan mereka, atau albedo, di samping rincian lebih lanjut tentang warna mereka tampak dan inframerah (dalam astronomi "warna" dapat merujuk ke jenis cahaya di luar spektrum terlihat).
 
"Melihat asteroid dengan panjang gelombang banyak WISE adalah seperti adegan di 'The Wizard of Oz,' di mana Dorothy pergi dari hitam-dan-putih dunianya ke tanah Technicolor of Oz," kata Amy Mainzer, penyidik ​​utama dari proyek NEOWISE di Jet Propulsion Laboratory NASA di Pasadena, California "Karena kita bisa melihat lebih jauh ke dalam bagian inframerah dari spektrum cahaya, kita dapat melihat rincian lebih lanjut tentang warna asteroid ', atau, pada dasarnya, nuansa lebih atau warna."
 
Tim NEOWISE telah menganalisis warna dari 400 asteroid Trojan sejauh ini, memungkinkan banyak dari asteroid harus benar diurutkan sesuai dengan skema klasifikasi asteroid untuk pertama kalinya.
 
"Kami tidak melihat ultra-red asteroid, yang khas dari sabuk utama dan populasi Sabuk Kuiper," kata Grav. "Sebaliknya, kami menemukan sebagian besar penduduk seragam apa yang kita sebut D-jenis asteroid, yang burgundy berwarna gelap, dengan sisanya C-dan P-jenis, yang lebih abu-kebiruan dalam warna. Penelitian lebih lanjut diperlukan, tapi mungkin kita melihat beberapa materi tertua di tata surya. "
 
Para ilmuwan telah mengusulkan misi ruang angkasa masa depan dengan Trojan Jupiter yang akan mengumpulkan data yang diperlukan untuk menentukan usia dan asal-usul.
 
Hasil ini dipresentasikan pada pertemuan tahunan ke-44 dari Divisi Ilmu Planet dari American Astronomical Society di Reno, Nevada Dua penelitian merinci penelitian ini diterima untuk dipublikasikan dalam Astrophysical Journal.

(sumber: Science Daily) 

Read More »

China Eksplorasi Asteroid Berbahaya, Setara 500 Juta Bom Atom

0 comments

Ilustrasi asteroid

Astronesia-China tak mau ketinggalan  dengan Amerika Serikat, Eropa, dan Rusia dalam penjelajahan luar angkasa. Setelah mengirimkan dua satelitnya Chang'e I dan II untuk mengeksplorasi Bulan, jelang pengiriman kendaraan penjelajah (rover) ke satelit Bumi itu pada tahun 2017, negara itu kini punya target lain: mengeksplorasi asteroid berbahaya.

China mengarahkan satelit Chang'e II, dari Bulan ke Asteroid 4179 Toutatis, yang jauhnya sekitar 7 juta kilometer dari Bumi.  Chang'e II telah meninggalkan orbit Bulan pada 15 April 2012 dan akan mendekati Toutatis pada 13 Desember 2012.

Chang'e II -- yang diambil dari nama Dewi Bulan, akan melayang pada jarak 4,6 kilometer dari asteroid Toutatis yang berpotensi menciptakan dampak ledakan dahsyat yang setara 500 juta bom atom Hiroshima jika menabrak Bumi.

Asteroid 4179 Toutatis pertama kali terlihat pada 10 Febuari 1934 tapi kemudian hilang sampai beberapa dekade kemudian muncul kembali saat ditemukan oleh Christian Pollas pada 4 Januari 1989.

Toutatis berada pada jarak relatif dekat dengan Bumi dalam interval empat tahun pasca penemuannya. Ia bisa dipelajari secara intensif melalui radar pada tahun 1992, 1996, 2000, 2004, dan 2008. Kemudian Toutatis diperkirakan akan berada relatif dekat Bumi pada 12 Desember 2012, dalam jarak 0.046 AU atau 6.900.000 km. Namun, isu yang menyebutkan ia akan memicu kiamat, ditepis mentah-mentah oleh para ilmuwan.

Meski demikian NASA tak menganggap enteng asteroid tersebut. Pengamatan intensif akan dilakukan di observatorium Goldstone dan Arecibo selama 4-22 Desember 2012.

Toutatis adalah batu angkasa yang bentuknya tak teratur dan memanjang. Ia memiliki pergerakan sangat lamban.

Selain Toutatis, asteroid lain yang diduga punya potensi menabrak Bumi adalah Aphopis. Badan Antariksa Rusia (Rocosmos) merencanakan sebuah misi ke asteroid itu.

Asteroid selebar 300 meter menjadi berita utama pada tahun 2004, saat NASA melaporkan ada peluang 1 banding 223, batu raksasa itu menabrak Bumi pada tahun 2029.

Namun, observasi tambahan menunjukkan, ia tak sampai menubruk Bumi, hanya melintas dalam jarak relatif dekat namun masih dalam kategori aman, yakni sekitar 36.000 kilometer dari Bumi pada 2029.

Jarak terdekat, yang bisa menimbulkan tarikan gravitasi tak terduga pada Apophis, yang akan mengubah arahnya dan menimbulkan bahaya pada Bumi berpotensi terjadi pada tahun 2036, saat ia kembali melintas. Baca selengkapnya di tautan ini.

Rover China di Bulan
Misi sukses Chang'e II yang mengeksplorasi dan mengorbit Bulan menandai salah satu tonggak eksplorasi ruang angkasa China, sebelum pengiriman rover ke Bulan pada 2017.

China berencana meluncurkan satelit Chang'e III, yang dilengkapi dengan kamera dan instrumen analisis dasar, ke permukaan bulan pada 2013 dan mengirim satelit Chang'e VI pada 2017 yang membawa robot.

"Kami akan menghadapi banyak masalah selama perjalanan ini," kata Ouyang Ziyuan, kepala ilmuwan proyek penjelajahan bulan China. "Pertama adalah fokus pada pendaratan, dan juga untuk membiarkan robot berfungsi dengan baik di lingkungan Bulan," ujarnya.

Suhu di bulan bisa mencapai 120 derajat Celcius pada siang hari, dan menurun menjadi -180 derajat Celcius  pada malam hari. Debu Bulan juga bisa berpotensi merusak bagi panel surya dan instrumen optik robot penjelajah.

Meski sulit, misi ke Bulan layak dilakukan. "Memungkinkan kita untuk tahu lebih banyak tentang sejarah Bulan dan Bumi, dan juga memberikan informasi geologi, kimia, dan fisika yang penting, untuk menfasilitasi eksplorasi masa depan dan pembentukan pangkalan di Bulan," katanya.

(Sumber : Viva.co.id)

Read More »

Ayo Saksikan Asteroid yang Dekati Bumi

0 comments
Saksikan Asteroid yang Dekati Bumi


Astronesia-Suatu asteroid dengan besar seperti rumah ditemukan akan terbang lebih dekat ke Bumi dibandingkan bulan pada Jumat (12/10).

Namun NASA memastikan asteroid itu tidak menimbulkan bahaya bagi planet kita.

Batu ruang angkasa yang disebut asteroid 2.012 TC4 itu memiliku lebar sekitar 56 kaki (17 meter) dan akan datang dalam jarak 59.000 mil (95.000 kilometer) dari Bumi pada titik terdekatnya. Ini sekitar seperempat jarak ke bulan.

Namun Anda tidak harus menunggu untuk melihat pemandangan langsung aksi batu luar angkasa itu. Ada dua webcast langsung menyaksikan asteroid tersebut mulai Kamis (11/12).

Keduanya milik Proyek Teleskop Virtual dan Slooh Space Camera yang menawarkan pemandangan ruang angkasa secara langsung lewat internet.

Proyek Teleskop Virtual di Italia dijalankan astrofisikawan Gianluca Masi. Anda dapat mengakses webcast di sini: http://www.astrowebtv.org.

Untuk Slooh Space Camera menayangkan perjalan asteroid pada http://www.slooh.com. (Space.com/OL-5)

Read More »

Meteor Berbentuk Wajah Bakal Dilelang Rp1,5 M

0 comments
headline
Meteorit berbentuk wajah (foto: Dailymail)
 
Astronesia-Sekilas dilihat, artifak ini tampak mirip sebagai bagian dari patung zaman Romawi kuno. Namun kenyataannya, ini bukanlah sebuah karya melainkan sebuah meteor yang jatuh dari luar angkasa.

Dilansir dari Dailymail, Minggu (14/10/2012), meteor tersebut merupakan meteor logam yang langka. Di permukaannya terdapat dua lubang yang membuatnya mirip seperti wajah burung hantu.

Meteor ini pertama kali ditemukan pada 1992 oleh suku lokal Kalahari di Namibia dengan bantuan detektor logam.

Benda langka itu kemudian menjadi bagian dari The Macovic Collection di New York City. Rencananya, meteor langka tersebut akan dilelang di Natural History Signature Meteorite Auction. Harganya diperkirakan antara 85 ribu poundsterling dan 100 ribu poundsterling atau sekira Rp 1,3 miliar sampai Rp 1,5 miliar.

"Meteorit dengan lubang yang terbentuk alami adalah sesuatu yang sangat langka. Lebih langka lagi ketika lubang itu berada di posisi yang membuatnya memiliki estetika," tulis situs pelelangan tersebut.

Para ahli berpendapat, momen pengambilan meteorit itu dari dalam Bumi juga penting bagi keunikannya. Pasalnya, jika ditemukan serta diangkat beberapa tahun lebih awal, bentuknya bisa saja berbeda. Sedangkan jika diangkat beberapa tahun lebih lama, maka lubangnya bisa saja membesar.

Read More »

Meteorit Tissint Ungkap Masa Lalu Mars

0 comments
http://i.livescience.com/images/i/32077/iFF/mars-meteorite-tissint-2.jpg?1350045913
meteorit Tissint

Astronesia-Para astronom berhasil mengungkap rahasia Mars dari sebuah meteorit yang jatuh ke bumi. Meteorit yang ditemukan di padang pasir Maroko tersebut memberikan informasi mendalam tentang kondisi planet merah sekitar 600 juta tahun lalu.

Dijelaskan, meteorit Tissint sebelumnya merupakan batu vulkanik di permukaan Mars, hingga melesat ke angkasa akibat dampak tubrukan sebuah asteroid. "Jejak gas pada meteorit ini memiliki kecocokan dengan sampel atmosfer Mars yang dikumpulkan wahana Viking pada misi NASA Mars lander tahun 1976," kata Peneliti Universitas Alberta Chris Herd, seperti dilansir sciencedaily.

Meteorit ini keluar dari permukaan Mars akibat gelombang kejut yang muncul akibat tabrakan asteroid di masa lampau pada permukaan planet merah. Tim ini juga memperkirakan batu meteorit ini telah melayang di belantara ruang angkasa antara 700 ribu sampai satu juta tahun sebelum menghantam padang pasir Maroko.

Temuan ini merupakan kelima kalinya batuan meteorit dari planet merah tersebut berhasil dideteksi ilmuwan. Saking pentingnya, hanya selang beberapa bulan setelah jatuh di Maroko tim peneliti langsung melakukan pecarian di padang pasir Maroko sehingga tidak mengalami kontaminasi cuaca bumi.

Sementara itu, hasil studi atas meteorit ini juga menunjukkan adanya proses sedimentasi air pada permukaannya. Hal ini sekaligus bukti kuat bahwa air pernah ada pada permukaan Mars dalam waktu beberapa ratus juta tahun lalu. Meski demikian, ilmuwan menyatakan batuan Mars yang diambil langsung dari planet tersebut akan memberikan penjelasan lebih baik tentang asal-usul planet tersebut.

"Batu Mars yang dikirim ke bumi oleh pesawat ruang angkasa akan memberikan kesempatan terbaik untuk melihat adanya kehidupan di permukaan Mars," tandasnya.

(Sumber: Livescience)

Read More »