Showing posts with label Bintang. Show all posts

NGC 0030

0 comments
http://astronesia.blogspot.com/
NGC 0030

Astronesia-NGC 30 adalah sebuah bintang ganda di rasi bintang Pegasus. Objek ini hanya pernah direkam satu kali oleh astromom Jerman Albert Marth Pada 30 Oktober 1864.


Data pengamatan
Epoch J2000      Equinox J2000
Rasi bintangPegasus
Asensio rekta 0j 10m 0j 10m
 50.79s50.79s
Deklinasi +21° 58′ +21° 58′
 37.1″37.1″
Magnitudo semu (V)1414

Read More »

Panorama HALO NGC 6164

0 comments
See Explanation.  Clicking on the picture will download  the highest resolution version available.
A Halo for NGC 6164
Image Credit & Copyright: Don Goldman
 
Astronesia-Emisi nebula NGC 6164 yang indah diciptakan oleh, bintang panas langka, bintang bercahaya O-jenis, sekitar 40 kali lebih masif dari Matahari. Terlihat di tengah awan kosmik, bintang dengan jarak 3 sampai 4 juta tahun. Dalam tiga sampai empat juta tahun bintang masif akan mengakhiri hidupnya dalam ledakan supernova. Mencakup sekitar 4 tahun cahaya, nebula itu sendiri memiliki simetri bipolar.  

Yang membuatnya mirip dalam penampilan dengan nebula planet lebih akrab - yang kafan gas sekitarnya sekarat matahari seperti bintang. Juga seperti nebula planet banyak, NGC 6164 telah ditemukan memiliki halo, luas samar, terungkap dalam gambar ini teleskopik yang mendalam daerah. Memperluas ke medium antarbintang sekitarnya, materi dalam halo kemungkinan dari fase sebelumnya aktif bintang O. Pemandangan langit cantik adalah gabungan dari sempit-band data citra menyoroti gas bercahaya, dan broad-band data dari medan bintang di sekitarnya. NGC 6164 adalah 4.200 tahun cahaya di konstelasi selatan Norma.

APODNASA

Read More »

NGC 206 Dan Awan Bintang Di Andromeda

0 comments
http://astronesia.blogspot.com/
NGC 206 and the Star Clouds of Andromeda
Image Credit & Copyright: Bob and Janice Fera (Fera Photography)
 
Astronesia-Gugusan bintang besar katalog sebagai NGC 206 terletak dalam lengan berdebu spiral tetangga galaksi Andromeda (M31), yang berjarak 2,5 juta tahun cahaya. Terlihat dekat pusat galaksi cantik ketika di perbesar dari tingkat barat daya disk Andromeda, tampak dengan terang bintang biru NGC 206 menunjukkan kaum muda.  

Bintang termuda yang besar adalah kurang dari 10 juta tahun. Jauh lebih besar daripada kelompok bintang muda di galaksi Bima Sakti kita dikenal sebagai cluster terbuka atau galaksi, NGC 206 meliputi sekitar 4.000 tahun cahaya. Itu sebanding dengan ukuran pembibitan bintang raksasa NGC 604 di M33 spiral terdekat dan Nebula Tarantula, di Large Magellanic Cloud.

apod NASA

Read More »

NGC 0018

0 comments
http://astronesia.blogspot.com/
NGC 0018 di sebelah kanan gambar

Astronesia-NGC 18 adalah sebuah bintang ganda yang terletak di rasi bintang Pegasus


Data pengamatan
Epos
Rasi bintangPegasus
Asensio rekta 00j 09m 23d
Deklinasi +27° 43′ 56″ 
Magnitudo tampak (V)14

wikipedia

Read More »

Sebuah Objek Tertangkap Sedang Mengisi Bahan Bakar dari Matahari

0 comments
Astronesia-Ilmuwan berspekulasi jika matahari kita bisa saja berfungsi sebagai stasiun bahan bakar. Spekulasi ini muncul setelah teleskop NASA berhasil mengabadikan kejadian langka dimana sebuah obyek ruang angkasa mengisi bahan bakar dari matahari.
http://dailytorn.blogspot.com/
Teleskop NASA menangkap gambar sebuah objek gelap berukuran planet sedang melintasi matahari dan sebuah benda seperti selang terlihat memanjang dari objek tersebut ke arah matahari.
Objek ini kemudian tenggelam dalam cahaya matahari kemudian menghilang ke ruang angkasa yang gelap.
Video yang direkam oleh Solar Dynamics Observatory milik NASA ini menunjukkan bahwa objek gelap itu adalah sebuah bintang mati, bintang yang tak lagi memancarkan cahaya karena kehabisan bahan bakar.
Saat melewati matahari, bintang mati ini terlihat gelap karena suhunya lebih dingin daripada semburan korona matahari. Gravitasi bintang mati ini membuat sebagaian massa matahari ditarik, sehingga terlihat seperti sebuah selang memanjang.
Kejadian langka yang berhasil terekam kamera ini membuat munculnya teori baru bahwa bintang yang telah mati bisa saja hidup kembali setelah mengisi cukup banyak bahan bakar yang diambil dari bintang lain.

Berikut ini videonya :


Read More »

Ternyata Badai Matahari Pernah Terjadi pada 1 September 1859

0 comments
Pada pagi hari,tepatnya 1 September 1859, salah seorang astronom terkenal di Inggris Richard Carrington tengah mengamati matahari. Dengan menggunakan alat filter, dia mempelajari permukaan matahari melalui teleskopnya. Namun, dia begitu terperanjat saat mengetahui ada kilatan cahaya terang keluar dari permukaan matahari. Tanpa diketahuinya, pada hari itu telah terjadi badai matahari yang diprediksikan dunia akan terulang kembali pada 1 September 2012.

 
Astronesia-Melansir pemberitaan Daily Mail, Selasa (21/4) dikisahkan Carrington mencatat titik cahaya terang yang merupakan awan plasma menuju ke bumi. Sekitar 48 jam kemudian dampaknya mulai terasa luar biasa. Miliaran aurora menyinari langit malam di bumi. Cahayanya sungguh kuat sehingga membuat kita mampu membaca di tengah malam.
 
Sementara itu, di California, sekelompok pekerja tambang emas bangun lebih awal dari biasanya akibat cahaya terang yang mereka sangka sudah pagi hari. Padahal jam di saat itu menunjukkan pukul 2 dini hari. Sejumlah operator telegraf menerima kejutan listrik tak beraturan akibat arus listrik matahari menghantam jaringan telekomunikasi. Saat itu dunia seakan-akan bermandikan listrik.
 
Menurut laporan “New Scientist”, badai matahari atau solar storm adalah siklus kegiatan peledakan dahsyat dari masa puncak kegiatan bintik matahari (sunspot), biasanya setiap 11 tahun akan memasuki periode aktivitas badai matahari.
 
Ilmuwan Amerika baru-baru ini memperingatkan bahwa pada tahun 2012 bumi akan mengalami badai matahari dahsyat (Solar Blast), daya rusaknya akan jauh lebih besar dari badai angin “Katrina”, dan hampir semua manusia di bumi tidak akan dapat melepaskan diri dari dampak bencananya.
 
Daniel Becker dari University of Colorado seorang ahli cuaca angkasa menjelaskan, “Sekarang ini kita semakin dekat dengan kemungkinan bencana ini. Jika manusia tidak dapat 
mempersiapkan diri dengan matang terhadap bencana badai matahari yang akan menimpa ini. Badai matahari ini mungkin akan memutuskan pasokan listrik umat manusia, sinyal ponsel, bahkan termasuk sistem pasokan air.”
 
http://faktagila.blogspot.com/2012/04/ternyata-badai-matahari-pernah-terjadi.html

Read More »

VIDEO: Matahari Lontarkan Lidah Api Lebih Besar dari Bumi

0 comments
http://astronesia.blogspot.com/
Lidah Api Raksasa Yang Di lontarkan Matahari pada tanggal 19 oktober 2012.NASA

Astronesia-Matahari makin aktif. Gelombang raksasa plasma surya superpanas, yang lebih besar dari ukuran Bumi, meletus dari Sang Surya pada Jumat 19 Oktober 2012. Fenomena spektakuler itu tertangkap oleh pesawat luar angkasa milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

Lidah api raksasa (prominence) timbul sekitar pukul 04.15 EDT, 08.15 GMT, atau pukul 15.15 WIB dan direkam secara detil menggunakan kamera yang terpasang di satelit Solar Dynamics Observatory.

"Proses itu hanya terjadi selama 10 jam, sebelum hilang dari pandangan mata," kata spesialis media NASA, Steele Hill dalam deskripsi foto erupsi Matahari. "Partikel yang terlontar besarnya berkali-kali ukuran Bumi."

Solar Dynamics Observatory menunjukkan, lontaran Matahari berupa gelombang tipis oranye kemerahan yang membentang dari bagian kanan bawah Matahari. Gambar tersebut direkam dengan gelombang ultraviolet ekstrem 304 Angstrom.

Lidah api (prominence) adalah plasma yang melesat dari tepian Matahari dalam kaca mata pesawat luar angkasa atau telekop. Strukturnya dibentuk oleh medan magnet yang ekstrem.

Sejumlah lontaran milip lidah api yang relatif kecil hanya bertahan dalam waktu beberapa menit. Lainnya lebih stabil, bertahan dalam hitungan jam bahkan hari.

Solar Dynamics Observatory adalah salah satu dari sejumlah pesawat luar angkasa yang berfungsi untuk melakukan pengawasan melekat pada matahari untuk melacak suar matahari (solar flare), juga yang terkait dengan peristiwa cuaca luar angkasa lainnya.

Untuk diketahui, Matahari saat ini sedang dalam fase aktif siklus 11 tahunan cuaca matahari. Aktivitas Sang Surya diperkirakan akan memuncak pada tahun 2013.

Siklus cuaca Matahari saat ini dikenal sebagai Solar Cycle 24. Sementara, Solar Dynamics Observatory telah mengamati aktivitas cuaca matahari sejak ia diluncurkan pada tahun 2010.





Sumber: SPACE.com,viva.co.id

Read More »

Video : NASA abadikan jilatan Matahari sepanjang 321.000 Km

0 comments
[Video] NASA abadikan jilatan Matahari sepanjang 321.000 Km
Jilatan Matahari sepanjang 321.868.8 Km.
 
Astronesia-Satelit milik NASA berhasil menangkap momen menakjubkan. Hal ini setelah mereka berhasil merekap sebuah jilatan dari Matahari yang sangat panjang.

Solar Dynamic Observatory, nama satelit tersebut, berhasil merekam sebuah jilatan yang tercatat memiliki panjang hingga 321.868.8 Km. Jilatan tersebut berlokasi pada sisi kiri Matahari dan tidak dalam keadaan menghadap Bumi. Wilayah yang aktif mengeluarkan jilatan tersebut diperkirakan NASA akan berpindah ke arah bagian timur matahari dalam 12 jam ke depan.

NASA juga menyatakan jilatan tersebut sangat luas dan panjang. Permukaan planet Bumi pundapat diselimuti oleh jilatan terbut jika berada di dekatnya. Hal tersebut dapat terlihat dari gambar hasil pencitraan Helioseismic and Magnetic Imager (HMI) di dalam SDO.

jilatan matahari

SDO sendiri merupakan satelit yang diluncurkan NASA khusus untuk mengetahui pengaruh Matahari pada Bumi. NASA meluncurkan satelit tersebut pada 2010.


Sumber: Mashable.

Read More »

Matahari Hitam

0 comments

Matahari Hitam dan Inversi Medan Bintang
Astronesia-Apakah bola gelap aneh ini entah bagaimana terlihat familiar? Jika demikian, itu mungkin karena ia adalah Matahari kita. Pada gambar di atas, pemandangan detail dari sang surya awalnya tertangkap dalam warna cahaya merah yang sangat spesifik, kemudian diberikan warna hitam dan putih, lalu warnanya diinversikan. Setelah lengkap, hasil gambar ditambahkan ke medan bintang, kemudian warna-nya juga diinversikan kembali. 

Terlihat dari gambar Matahari di atas adalah filamen cahaya yang panjang, daerah gelap yang aktif, puncak yang menonjol di sekitar tepian, dan karpet gas panas yang bergerak. Permukaan Matahari telah menjadi tempat yang sangat sibuk selama dua tahun terakhir ini karena mendekati solar maksimum, yaitu waktu ketika permukaan medan magnetnya mengalami tekanan paling besar. Selain gambar indah Matahari yang aktif , plasma yang dikeluarkan juga dapat menjadi indah ketika ia membentur magnetosfer Bumi dan menciptakan aurora.

(Sumber: Apod-id.com)

Read More »

Ilmuan : Matahari Akan Memangsa Bumi 5 Milyar Tahun Lagi

0 comments
  http://astronesia.blogspot.com/






Astronesia-Para astronom kembali menyaksikan sendiri planet yang dimangsa oleh bintangnya. Akankah bumi, mengalami kejadian serupa di masa depan?

Tim yang terdiri dari astronom Amerika Serikat, Polandia dan Spanyol tersebut menemukan kejadian ini ketika mempelajari bintang BD +48 740- yang dikenal sebagai raksasa merah.

Pengamatan mereka dilakukan dengan teleskop Hobby Eberly, di Observatorium McDonald, Texas.

Mereka berpikir sebuah planet yang bertahan di sekitar bintang ini boleh jadi telah ditendang dari orbitnya akibat kehancuran planet tetangganya.

Peningkatan suhu di dekat inti dari raksasa merah menyebabkan bintang-bintang tua membesar. Proses yang akan menyebabkan planet didekatnya musnah.

"Nasib serupa mungkin menunggu planet bagian dalam tata surya kita, ketika matahari menjadi raksasa merah dan menutup orbit Bumi sekitar lima miliar tahun dari sekarang," kata Prof Alexander Wolszczan dari Pennsylvania State University di AS.



Read More »

Spiral Aneh Ini Jadi Petunjuk "Kematian" Matahari

0 comments

 Struktur spiral di sekitar bintang R Sculptoris
Struktur spiral di sekitar bintang R Sculptoris (LiveScience| CREDIT: ALMA (ESO/NAOJ/NRAO))
Astronesia-Suatu saat nanti, sekitar 5 miliar tahun lagi, Matahari -- di mana Bumi dan seluruh planet di Tata Surya akan mati. Penemuan struktur spiral aneh yang mengelilingi sebuah bintang merah raksasa yang sekarat, mungkin jadi petunjuk, bagaimana perilaku Sang Surya di akhir hidupnya.

Spiral tersebut ditemukan tim astronom internasional menggunakan teleskop Atacama Large Millimeter/Submillimeter Array (ALMA) in utara Chile. Struktur itu sebelumnya belum pernah dijumpai itu berada dalam 
kungkungan gas dan debu di sekitar bintang merah yang jaraknya sekitar 1.000 juta tahun cahaya dari Bumi.

Spiral itu diperkirakan dibentuk oleh gas dari bintang raksasa merah yang sekarat -- yang disebut R Sculptoris.

Struktur ini menyediakan informasi tentang kecepatan angin meniup  R Sculptoris, mengungkap bahwa bintang itu telah kehilangan massanya tiga kali lipat dari yang diperkirakan sebelumnya.

"Kami telah melihat bentuk seperti cangkang di sekitar bintang jenis ini sebelumnya, namun ini adalah pertama kalinya kami melihat spiral material yang keluar dari bintang," kata penulis utama Matthias Maercker, ilmuwan dari University of Bonn, Jerman.  "Kita bisa 'berjalan' di sepanjang spiral dan menggunakannya sebagai jam untuk melihat apa yang sedang terjadi."

Untuk diketahui, bintang seperti Matahari akan berkembang menjadi raksasa merah pada tahap terakhir dari evolusinya. Ketika matahari mencapai tahap ini dalam waktu sekitar 5 miliar tahun, lapisan luarnya akan menyebar sejauh orbit Bumi.

Setiap 10.000 hingga 50.000 tahun, muncul gas raksasa yang akan membakar helium selama beberapa ratus tahun, dalam proses yang dikenal sebagai thermal pulse. Proses ini juga menyebabkan pencampuran antar lapisan bintang.

"Elemen thermal adalah bagian penting dari evolusi akhir bintang," kata Maercker kepada SPACE.com. "Mereka bertanggung jawab  untuk pembentukan unsur-unsur baru, yang pada akhirnya akan menjadi bintang dan sistem planet baru."

Paling Mahal
Bentuk spiral tak biasa itu mungkin diciptakan oleh sebuah bintang pendamping tersembunyi mengorbit raksasa merah. Temuan penelitian telah dipublikasikan dalam jurnal Nature.

Untuk diketahui, ALMA adalah teleskop paling mahal di dunia berbasis darat yang menghasilkan gambar sepuluh kali lebih tajam dari Hubble.

Dengan lokasinya di ketinggian 16.000 kaki di Pegunungan Andes, ALMA adalah mesin tertinggi di dunia. ALMA memiliki 66 antena yang menjelajahi alam semesta melalui gelombang radio yang dipancarkan oleh galaksi, bintang dan benda lain yang tidak bisa ditangkap oleh teleskop optik dan inframerah -- yang hanya dapat menerima cahaya.

(Sumber: Viva.co.id)

Read More »

Momen Tumbukan Kluster Bintang Diabadikan

0 comments
Teleskop Hubble mengabadikan proses awal tumbukan kluster bintang.NASA

Astronesia-Teleskop Hubble kembali menyuguhkan citra yang menakjubkan. Kali ini, astronom berhasil mengabadikan momen tumbukan antara dua kluster bintang menggunakan teleskop ini. Tumbukan ini bisa diartikan pula penggabungan atau merger antara dua kluster bintang.

Tumbukan terjadi di Tarantula Nebula atau 30 Doradus yang berusia 25 juta tahun dan terletak 170.000 tahun cahaya dari Bumi. Tarantula Nebula terletak di Awan Magellan Besar, galaksi kecil di dekat Bimasakti.

"Kami berpikir penggabungan sedang berlangsung dan simulasi kami mengindikasikan bahwa hal itu akan selesai dalam 3 juta tahun ," kata Elena Sabbi,kepala Space Telescope Science Institute di Baltimore, Maryland yang terlibat riset ini seperti dikutip National Geographic, Selasa (21/8/2012).

Sabbi menuturkan, tumbukan yang disaksikan terjadi antara dua kluster bintang. Satu kluster berukuran lebih besar dan memiliki 52.000 bintang sementara lainnya lebih kecil dan hanya punya 10.000 bintang.

Proses penggabungan dua kluster bintang itu bisa dilihat saat ilmuwan mengamati bintang-bintang yang dilemparkan keluar dari tempat kelahirannya dengan kecepatan 100.000 km.jam. Peristiwa seperti ini memang sudah dikenal di tarantula Nebula.

Ilmuwan menduga, proses merger antar kluster bintang mempengaruhi gravitasi sehingga beberapa bintang terlempar keluar dari tempatnya dilahirkan.

Sabbui menuturkan, pengamatan bintang yang terlempar dan penggabungan antar kluster bintang penting untuk bisa mengembangkan model kelahiran dan evolusi kluster bintang di semesta.

"Berdasarkan model saat ini, awan raksasa dimana bintang dilahirkan akan hancur menjadi bagian-bagian kecil dan bagian kecil ini nantinya bisa bergabung menjadi kluster yang lebih besar. Inilah yang kami pikir sedang kami saksikan di wilayah pembentukan bintang teraktif di dekat kita," papar Sabbi.

Dennys Zaritsky dari University of Arizona yang tak terlibat riset mengatakan, merger dua kluster bintang ini juga bisa menjelaskan karakteristik dari kluster bintang itu sendiri. Selama ini, kluster bintang dianggap terdiri dari bintang-bintang dengan ciri yang sama. Dengan bukti adanya proses merger ini, maka kluster bintang mungkin terdiri dari bintang dengan beragam karakteristik.

(Sumber: National geographic)

Read More »

Ditemukan Bintang Baru Dikelilingi 7 Planet

0 comments
http://astronesia.blogspot.com/
Ilustrasi bintang HD 10180 yang dikelilingi setidaknya 7 buah planet.

Astronesia-Para astronom Eropa menemukan sebuah bintang yang dikelilingi tujuh planet. Ini merupakan penemuan eksoplanet terbesar sejak 15 tahun lalu. Bintang ini mirip dengan sistem tata surya. Meski begitu, belum ditemukan bukti bahwa tata surya itu layak menjadi tempat tinggal manusia kelak.

Bintang itu adalah HD 10180, berada pada jarak 127 tahun cahaya dari Bumi di konstelasi bintang selatan Hydrus, ular air jantan, demikian laporan European Southern Observatory (ESO) dalam siaran pers Selasa (24/8/2010). Mereka mendeteksi lima planet besar, seukuran Neptunus, tetapi mengorbit dalam setahun antara enam hari dan 600 hari. Dua planet lain, yang satu seukuran Saturnus, mengorbit selama 2.200 hari.
Sedangkan planet lainnya, 1,4 kali massa Bumi, mengorbit bintang HD 10180 hanya dalam waktu 1,18 hari Bumi mengitari Matahari.

Jadi, ini merupakan sistem bintang dengan tujuh planet. Sedangkan sistem Matahari memiliki delapan planet.

Astronom ESO, Christophe Lovis, mengatakan, ”Kita tengah memasuki era baru penelitian eksoplanet, studi tentang sistem planet yang kompleks dan bukan planet satu per satu.” Menurut NASA, sejak 1995, terdeteksi 402 bintang dengan planet-planetnya. Sejauh ini tidak ada di antara planet-planet itu, meski mirip dengan Bumi, memiliki suhu yang memungkinkan adanya air dan kehidupan. (AFP/YUN)

Read More »

Hujan Di Matahari

0 comments
http://astronesia.blogspot.com/
Hujan di Matahari
Astronesia-Lidah api matahari meletus pada Selasa (7/6) pagi. Uniknya, letusan tidak menyebabkan lidah api ke angkasa, melainkan kembali ke matahari, menciptakan hujan berbentuk mahkota.

Peneliti surya asal NASA Jack Ireland mengaku belum pernah melihat kejadian seperti ini. Letusan terbilang berukuran sedang, tetapi plasma yang mengandung magnet yang dilontarkan lidah api--disebut filamen--bisa berukuran 10 kali Bumi. Kejadian letusan itu terjadi dalam jangka waktu beberapa jam.

Filamen yang besar biasanya terlepas dari medan magnet matahari dan melewat ke luar angkasa. Demikian penjelasan dari ilmuwan NASA Alex Young. Hanya saja pada kejadian kali ini, filamen kembali ke matahari. "Kemungkinan tidak punya energi yang cukup," katanya.

Hujan plasma tidak jatuh tegak lurus ke matahari, tetapi mengikuti garis medan magnet yang tidak tampak. Beberapa material tertarik ke titik terang aktivitas magnetik, yang disebut area aktif. "Medan manget dari area aktif itu menarik plasma. Sesuatu yang belum pernah saya lihat sebelumnya," kata Young.

Kejadian itu terekam oleh Solar Dynamics Observatory milik NASA. Kejadian tersebut sendiri tidak akan berefek pada Bumi. "Tak perlu khawatir. Nikmati saja keindahannya," kata Young.

 

(Sumber: Wired)

Read More »

Bintang Ini Mengorbit Lubang Hitam

0 comments
http://astronesia.blogspot.com/
Citra hasil simulasi yang bakal terlihat di sekitar lubang hitam saat cahaya dibelokkan akibat tersedot gravitasi sangat kuat.Alain Riazuelo/IAP/UPMC/CNRS

Astronesia-Astronom dari University of California Los Angeles (UCLA) menemukan bintang baru yang dinamai S0-102. Bintang tersebut hidup di daerah paling rawan di semesta, di dekat lubang hitam. Bintang itu mengorbit mengelilingi lubang hitam hanya dalam 11,5 tahun.

Bintang ini ditemukan oleh Andrea Ghez, seorang profesor fisika dan astronomi dari UCLA. Ia dan rekannya menemukan S0-102 lewat observasi di Observatorium Keck di Hawaii. Nama "S" diambil dari nama rasi Sagitarius, tempat bintang dan lubang hitam berada.

Ghez telah meneliti di Keck selama 17 tahun, mengobservasi 3.000 bintang yang mengorbit lubang hitam. Sebelumnya, Ghez telah menemukan bintang bernama S0-2. Bintang itu adalah pemegang rekor bintang dengan waktu revolusi lubang hitam paling singkat sebelumnya, yakni 16 tahun.

"Saya sangat tersanjung bisa menemukan dua bintang yang mengorbit lubang hitam supermasif dengan waktu yang bahkan kurang dari masa hidup manusia," katanya seperti dikutip Physorg, Kamis (4/10/2012).

Dengan kemajuan teknologi di Keck, Ghez mendeteksi bintang di dekat lubang hitam dengan metode optik adaptif. Optik adaptif memungkinkan Ghez menguak lingkungan dekat lubang hitam dengan segala kejutannya.

Lalu, apa yang bisa diharapkan dari bintang ini? Untuk manusia secara umum, hampir tak ada. Kalaupun ada planet layak huni yang mengelilingi bintang ini, manusia takkan mungkin hidup di sana. Tetapi, bagi ilmuwan, bintang ini sangat berguna untuk mengonfirmasi kebenaran teori relativitas umum Einstein.

Relativitas umum Einstein menyatakan bahwa gravitasi bukan hanya gaya, melainkan juga manifestasi dari kelengkungan ruang dan waktu. Kelengkungan ruang dan waktu di antaranya terkait dengan massa dari suatu materi.

Relativitas umum Einstein adalah dasar dari teori bahwa semesta berkembang. Teori ini juga menerangkan bahwa di lubang hitam tak ada apa pun yang bisa luput, termasuk ruang, waktu, dan cahaya.

"Hari ini Einstein ada di setiap iPhone sebab GPS tak akan bekerja tanpa teorinya. Kami akan meneliti apakah smartphone juga akan bekerja di lubang hitam? Bintang baru yang kita temukan menjadi pijakan untuk menjawab pertanyaan itu," kata Leo Meyer, peneliti lain yang tergabung dalam tim Ghez.

Untuk mengonfirmasi relativitas umum Einstein, Ghez harus memahami orbit bintang yang mengelilingi lubang hitam. Bintang diketahui mengelilingi lubang hitam dengan orbit elips, seperti halnya Bumi yang mengelilingi Matahari.

"Menunjukkan bahwa bintang mengorbit dengan orbit elips menunjukkan massa lubang hitam, tapi jika kita dapat meningkatkan ketepatan pengukuran, kita dapat melihat deviasi dari orbit elips itu, yang menjadi petunjuk relativitas Einstein," jelas Ghez.

Saat bintang berada di posisi terdekat dengan lubang hitam selama orbitnya, gerakannya dipengaruhi oleh kelengkungan ruang dan waktu. Cahaya bintang yang tertangkap manusia akan terdistorsi. Maka, relativitas umum bisa dikonfirmasi dengan melihat deviasi orbit.

S0-2 yang 15 kali lebih terang dari S0-102 akan berada di jarak terdekat dengan lubang hitamnya pada 2018. Selama 15 tahun terakhir, Ghez telah mengembangkan metode untuk memperbaiki pengukuran. Diharapkan, pembuktian kebenaran relativitas umum Einstein bisa dilakukan.

Ghez telah menghasilkan serangkaian penelitian berharga. Tahun 1998, ia membuktikan bahwa lubang hitam raksasa benar-benar ada di Bimasakti, berjarak 26.000 tahun cahaya dari Bumi. Terakhir pada tahun 2005, ia berhasil menyuguhkan foto detail pertama Bimasakti, termasuk lingkungan dekat lubang hitamnya. Penemuan bintang terdekat dengan lubang hitam ini dipublikasikan di jurnal Science, Jumat (5/10/2012) lalu.

(kompas.com) 

Read More »

Tornado Raksasa Matahari Sebesar 5 Kali Ukuran Bumi

0 comments

Foto dan video tornado raksasa ini tengah dipamerkan dalam acara National Astronomy Meeting 2012, di Manchester, Inggris, Kamis (29/3) waktu setempat.

matahari,badai matahari
Tornado Di Matahari

Satelit pengamat milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Solar Dynamic Observatory, berhasil menangkap tornado besar di Matahari yang terjadi pada September 2011. Dari hasil pengamatan, terlihat jika ini merupakan kejadian alam langka mengingat betapa besarnya tornado tersebut.

Tornado ini bisa menelan Bumi, bahkan lima Bumi sekaligus. Dengan suhu mencapai 9.000 hingga 3,6 juta derajat Fahrenheit. Hanya dalam waktu tiga jam, tornado ini mulai mencapai puncak ketinggian lebih dari 201 kilometer.

Gas panas dari tornado ini mencapai kecepatan 186.00 mil per jam. Sebagai perbandingan, kecepatan angin tornado di Bumi rata-rata hanya mencapai 100 mil per jam.

Belum pernah ditemui tornado sebesar ini sebelumnya. Para peneliti sudah beberapa kali melihat tornado di Matahari, tapi tak ada yang ukurannya seraksasa tornado tersebut. Kejadian alam ini juga diperkirakan menjadi yang pertama didokumentasikan dalam bentuk video.

Tornado seperti ini biasanya menjadi menjadi penanda akan terjadinya pelontaran material korona (CME). Yaitu erupsi besar partikel bermuatan dari permukaan Matahari yang disertai dengan energi luar biasa. 

Kondisi ini diperkirakan terjadi karena ada interaksi antara medan magnetik di Matahari.
Foto dan video tornado raksasa ini tengah dipamerkan dalam acara National Astronomy Meeting 2012, di Manchester, Inggris, Kamis (29/3) waktu setempat.

(Sumber: Wired)

Read More »

Dalam Sorotan Bintang Alpha Centauri

0 comments
In the Glare of Alpha Centauri
Image Credit & Copyright: Marco Lorenzi (Glittering Lights)

Sorotan Alpha Centauri, salah satu bintang paling terang di langit malam banjir planet Bumi, sisi kiri ini Pemandangan langit selatan. Sebuah 4.3 hanya tahun cahaya, Alpha Centauri sebenarnya terdiri dari dua komponen bintang ukurannya sama dengan Matahari, terkunci dalam orbit bersama. Jauh lebih kecil dan lebih dingin, anggota ketiga dari sistem bintang yang sama, Proxima Centauri, terletak di luar bidang pandang.  

Namun, adegan teleskopik tidak mengungkapkan sering diabaikan penghuni pesawat ramai galaksi Bima Sakti yang terletak di luar sorotan Alpha Centauri, termasuk planet nebula katalog sebagai Hen 2-111, yang diperkirakan 7.800 tahun cahaya. Kain kafan gas dari bintang sekarat, inti nebula yang cerah dan halo samar span gas terionisasi kemerahan lebih dari dua puluh tahun cahaya, terlihat tepat dari pusat gambar.  

Lebih jauh kanan dua kelompok terbuka terkenal dari bintang, Pismis kompak 19 juga hampir 8.000 tahun cahaya cahaya yang memerah dengan mengintervensi debu, dan longgar, lebih dekat NGC 5617. Hanya terlihat dalam sorotan Alpha Centauri adalah cahaya redup dari sisa-sisa supernova shell-seperti, atas dan kanan inti terang sistem bintang terdekat itu.

(NASA)

Read More »

Bintang Polaris

0 comments
http://astronesia.blogspot.com/

Polaris (α UMi / α Ursae Minoris / Alpha Ursae Minoris, kadang disebut juga sebagai Bintang Utara atau Bintang Kutub) adalah bintang paling terang di rasi Ursa Minor. Bintang ini terletak sangat dekat dengan kutub langit utara, (hanya berjarak 42&prime pada tahun 2006).

Polaris berjarak kira-kira 430 tahun cahaya dari Bumi, dan sebenarnya merupakan sistem multi bintang. α UMi A adalah sebuah bintang raksasa terang atau maharaksasa (kelas spektrum F7II atau F7Ib) bermassa 6 massa matahari. Dua komponen yang lebih kecil adalah: α UMi B, sebuah bintang deret utama (kelas spektrum F3V) bermassa 1,5 massa matahari mengorbit pada jarak 2400 AU, dan α UMi Ab, sebuah bintang katai sangat dekat dengan jari-jari orbit 18,5 AU. Terdapat juga dua komponen jauh UMi C dan UMi D. Pengamatan terkini memperlihatkan bahwa Polaris bisa jadi adalah sebuah gugus bintang terbuka renggang type A dan F.

Polaris B dapat dilihat dengan menggunakan teleskop sederhana dan pertama kali ditemukan oleh William Herschel pada 1780. Pada 1929, pemeriksaan spektrum Polaris A menghasilkan kesimpulan adanya komponen katai sangat dekat (disebut sebagai α UMi P, α UMi a atau α UMi Ab), yang telah diteorikan dari pengamatan terdahulu (Moore, J.H dan Kholodovsky, E. A.).

Read More »

Bintang Antares

0 comments
Antares (α Scorpio / Alpha Scorpio) adalah bintang super raksasa merah di rasi bintang scorpio dalam galaksi Bima Sakti dan bintang paling terang ke-16 pada langit malam (kadang-kadang didaftarkan sebagai paling terang ke-15). Bersama dengan Aldebaran, Spica, dan Regulus, bintang ini merupakan salah satu dari empat bintang paling terang di dekat ekliptika.Karena bintang ini sangat besar,bintang yang dalam tata surya terbesar yaitu Matahari sangat kecil dibanding Antares yang sangat besar


Antares (α Scorpii, α SCO, Alpha Scorpii) adalah bintang merah yang berukuran super-raksasa dan hingga saat ini masih di klaim sebagai bintang terbesar di galaksi Bima Sakti. Termasuk kedalam 4 bintang paling terang bersama Aldebaran, Spica, dan Regulus di dekat ekliptika. Antares termasuk bintang dengan kategori variabel lambat, dengan magnitudo rata-rata 1,09.

Antares Termasuk kedalam bintang kelas M supergiant, dengan radius sekitar 800 kali dari massa matahari, jika itu ditempatkan di pusat tata surya kita, permukaan luarnya akan terletak antara orbit Mars dan Jupiter. Jarak Antares dengan tata surya kita sekitar 600 tahun cahaya (180 pc) namun karena ukurannya yang sangat besar, sanggup tertangkap oleh mata ilmuan. Luminositas visualnya adalah sekitar 10.000 kali dari Matahari, tetapi karena bintang memancarkan sebagian besar energinya di bagian inframerah dari spektrum, luminositas-nya sekitar 65.000 bolometric sama atau lebih dari Matahari kita. Namun menurut penglihatan dan pengamatan Peneliti, Massa, Ukuran, dan kepadatan rata-rata bintang Antares sangatlah rendah. (masih terbatas asumsi saja, karena terbatas sumber daya)

http://astronesia.blogspot.com/

Ukuran Antares dapat dihitung menggunakan paralaks dan angular diameter. Sudut paralaks diberikan dalam kotak ke kanan, dan diameter sudut diketahui dari pengukuran okulasi bulan (41,3 ± 0,1 mas). Hal ini akan memunculkan 822 ± 80 Solar Radius. Antares adalah jenis bintang variabel dengan tipe LC lambat,  besarnya bervariasi secara perlahan dan semakin membesar, seperti +0.88 menjadi +1.16

Waktu terbaik untuk melihat Antares adalah saat atau ketika tanggal 31 Mei setiap tahunnya, ketika bintang berada pada oposisi denan Matahari. Pada saat ini, Antares naik saat senja atau muncul pada waktu fajar tergantung waktu belahan dunia. Untuk sekitar dua sampai tiga minggu di kedua sisi tanggal 30 November , Antares tidak terlihat sama sekali, hal ini di karenakan Cahaya dari Antares kalah dengan Cahaya dari bulan, Matahari atau dari planet mars,

 http://astronesia.blogspot.com/

Antares memiliki bintang pendamping yang bernama Antares B yang di sebut – sebut sebagai si Biru yang sangat panas, tipe spektral B2.5. Untuk melihat bintang pendamping ini sangat sulit karena karena silau oleh cahaya Antares, tapi kadang-kadang dapat dilihat pada lubang lebih dari 150 mm (5,9 in), Jika berhasil terlihat pendamping ini sering digambarkan berwarna hijau, mungkin di karenakan efek kontras karena warna merah dari Antares.. Antares B dapat diamati dengan teleskop kecil beberapa detik selama okultasi bulan menutupi Antares (Bulan dan Antares dalam 1 garis lurus), ditemukan oleh Johann Tobias Burg seperti pada 13 April 1819. Orbit bintang ini sendiri kurang di kenali bagaimana bentuknya, namun masa orbit diperkirakan selama 878 tahun.

Read More »

Bintang Spica

0 comments
http://astronesia.blogspot.com/
Bintang SPICA
Spica (α Vir, α Virginis, Alpha Virginis) adalah bintang yang paling terang pada rasi bintang Virgo, dan bintang terterang ke-15 yang terlihat pada malam hari. Bintang ini memiliki jarak sekitar 260 tahun cahaya dari Bumi. Bintag ini juga dikenal sebagai raksasa biru, dan merupakan variable dari Beta Cephei type.
Spica merupakan bintang yang paling panas dan umumnya berwaran biru.

Spica adalah sebuah bintang ganda, yaitu dua bintang yang saling mengorbit dalam periode sekitar empat hari. Makanya bintang yang letaknya 260 tahun cahaya dari bumi ini bersinar sangat terang, memancarkan spectrum biru dengan magnitudo +0.9. Spica juga merupakan bintang bersinar paling terang dalam rasi Virgo, di langit selatan. Dan bintang paling terang keenam setelah bintang Antares di rasi Scorpio. Nama Spica yang berasal dari bahasa latin dengan arti 'pucuk gandum' (Ear of Corn) ini termasuk salah satu bintang kerdil (dwarf). Tapi bukan berarti bintang yang bernama lain Alpha Virginis ini bintang yang kecil, karena ukurannya sepuluh kali besarnya matahari.

http://astronesia.blogspot.com/
Letak Spica Di Rasi Virgo


Read More »