Showing posts with label Planet Dan Satelit. Show all posts

Planet Raksasa Bangkit dari 'Kematian'

0 comments
http://astronesia.blogspot.com/
Ilustrasi
 
Astronesia-Sebuah planet raksasa yang diduga oleh para astronom sudah mati ternyata masih 'hidup'. Seperti apa?

Analisa terbaru dari Hubble Space Telescope menemukan bahwa cahaya terang dari bintang Fomalhaut merupakan planet exoplanet besar.

Hal ini bertentangan dengan studi sebelumnya yang menyebutkan bahwa planet bernama Fomalhaut B itu hanya awan debu raksasa.

"Kami duga objek ini merupakan planet sungguhan ketimbang sebuah awan debu raksasa," ujar John Debes dari Space Telescope Science Institute di Baltimore, AS, seperti dikutip dari Mashable.

Kisah planet Fomalhaut B ini dimulai pada November 2008. Ketika astronom dari teleskop Hubble mengumumkan keberadaan planet itu yang berada di bintang Fomalhaut, dari konstelasi bintang Piscis Austrinus

Pihak Hubble mengatakan bahwa Fomalhaut B merupakan planet di luar tata surya pertama yang bisa dilihat langsung.

Read More »

Batuan Mars Yang Diuji Curiosity NASA Sangat Mengejutkan

0 comments
http://astronesia.blogspot.com/


Astronesia-Batuan yang diuji penjelajah Mars milik NASA, Curiosity, telah diuji dan menyajikan komposisi yang lebih bervariasi dari yang diperkirakan dari misi sebelumnya. Batuan tersebut juga menyerupai beberapa batu yang tidak biasa dari dalam bumi.

Tim penjelajah Mars menggunakan dua instrumen pada Curiosity untuk mempelajari susunan zat kimia yang menyusun batuan berukuran sebesar bola sepak bola yang disebut Jake Matijevic. Hasilnya mendukung beberapa pengukuran yang mengejutkan baru-baru ini dan memberikan contoh mengapa mengidentifikasi komposisi batuan adalah suatu penekanan utama dari misi tersebut. Komposisi batuan menceritakan kisah tentang lingkungan tak terlihat dan proses planet.

“Batuan ini memiliki hubungan dekat dalam hal komposisi kimianya untuk jenis batuan beku tak dikenal yang ditemukan di banyak gunung api di Bumi,” kata Edward Stolper dari California Institute of Technology di Pasadena. “Dengan hanya satu batu Mars jenis ini, sulit untuk mengetahui apakah proses yang sama terlibat, tetapi itu adalah tempat yang masuk akal untuk memulai berpikir tentang asal-usulnya.”

Di Bumi, batu dengan komposisi seperti batu Jake biasanya berasal dari proses dalam mantel planet di bawah kerak dari kristalisasi magma yang relatif kaya air pada tekanan tinggi.

Jake adalah batu pertama yang dianalisis oleh penjelajah mars tersebut alat lengan Alpha Particle X-Ray Spectrometer (APXS) yang menempel dan batu ke-30 diperiksa oleh instrumen alat Kimia dan Kamera (ChemCam). Dua bintik pada Jake dianalisis pada tanggal 22 September oleh perangkat APXS yang telah diperbaiki dan merupakan versi penjelajah Mars yang lebih cepat dari sebelumnya yang telah meneliti ratusan batu. Informasi itu telah memberikan para ilmuwan sebuah perpustakaan perbandingan tentang apa yang dilihat oleh Curiosity.

“Jake adalah jenis batuan Mars yang aneh,” kata Ralf Gellert dari University of Guelph di Ontario, Kanada. “Ini memiliki elemen dengan konsistensi tinggi dengan mineral feldspar, dan rendah magnesium dan zat besi.”

ChemCam menemukan komposisi yang pada 14 poin target pada batu, mengambil gambar butiran mineral yang berbeda di dalamnya. “ChemCam telah melihat komposisi sugestif dari feldspar sejak Agustus, dan membuat semakin dekat untuk mengkonfirmasikan Mars dengan data APXS, meskipun tetap ada tes tambahan yang harus dilakukan,” kata Roger Wiens dari Los Alamos National Laboratory di New Mexico.

Read More »

Keberadaan Lautan di Planet Pluto Masih Menjadi Misteri

0 comments
Planet Pluto. Credit: erabaru.net
Astronesia-Para ilmuwan sampai saat ini masih bertanya-tanya apakah Pluto memiliki lautan. Pasalnya, temperatur permukaan planet terjauh dari bumi itu berada di kisaran -230 °C.

Guillaume Robuchon dan Francis Nimmo, keduanya ilmuwan dari University of California, Santa Cruz, mengungkapkan teori bahwa keberadaan lautan bergantung pada dua faktor; jumlah potasium radioaktif dalam inti Pluto dan temperatur es yang menyelubunginya.

Pengukuran kepadatan planet itu menunjukkan, inti planet yang berupa batuan mengisi 40 persen volume Pluto. Apabila inti planet itu juga mengandung konsentrasi potasium sebanyak 75 part per milyar, peluruhannya dapat menghasilkan panas yang dapat mencairkan lapisan es yang menutupi serta menghasilkan campuran nitrogen dan air.

Panas dari inti Pluto akan memicu konveksi es di sekitarnya. Namun apabila es bergolak terlalu cepat, panas tersebut akan terlepas ke ruang angkasa sebelum dapat melelehkan lebih banyak lapisan es. Sedangkan jika lapisan es yang mulai mencair itu bergerak lebih lambat dibandingkan gletser Antartika di bumi, maka lapisan es setebal 165 kilometer di permukaan Pluto dapat melindungi lautan dengan kedalaman yang sama di bawahnya. Demikian kesimpulan yang disampaikan para ilmuwan.

Tingkat viskositas es sangat bergantung pada partikel-partikel es yang ada, dimana partikel yang berukuran kecil akan lebih mudah mengapung di permukaan yang cair. Meskipun begitu, sulit untuk mengukur kondisi ini dari Bumi. Namun bentuk Pluto dapat memberi petunjuk mengenai keberadaan lautan di planet itu.

"Sangat menarik untuk mengungkap adanya potensi astrobiologis di planet muda ini," kata Alan Stern, ilmuwan senior New Horizons.

Sumber: Astronomi.us

Read More »

Mengintip Misteri Badai Saturnus

0 comments

http://astronesia.blogspot.com/
ilustrasi (foto: Live Science)
Astronesia-Penelitian terbaru berhasil mengungkapkan besarnya kekuatan badai yang mengelilingi Saturnus hampir dua tahun lalu. Badai ini membuat temperatur planet bercincin itu melonjak 66 derajat celcius di atas normal.

Dilansir dari Live Science, Minggu (28/10/2012), pengamatan terhadap Saturnus tersebut dilakukan melalui pesawat antariksa Cassini.

"Lonjakan temperatur ini sangat ekstrim sampai sulit dipercaya. Terutama di bagian atmosfer Saturnus yang sangat stabil," ujar pimpinan penulis penelitian tersebut, Brigette Hesman dari University of Maryland.

"Untuk bisa memperoleh temperatur serupa di Bumi, Anda harus menyelam di kedalaman Fairbanks, Alaska di musim dingin lalu ke gurun Mojave pada musim panas," imbuhnya.

Selain itu, para peneliti juga menemukan sejumlah besar ethylene (senyawa berbentuk gas) yang asal-usulnya masih misterius. Ethylene ini muncul sampai 100 kali lipat lebih besar pada masa badai.

Badai di planet bercincin ini pertama kali ditemukan pesawat antariksa Cassini pada Desember 2010. Badai tersebut tampak berupa titik putih besar di Saturnus. Umumnya, badai ini muncul setiap 30 tahun sekali (menurut hitungan tahun di Bumi).

Badai yang paling baru terjadi pada akhir Januari 2011 silam dan merentang sekira 15 ribu kilometer dari utara ke selatan sebelum mulai menghilang pada kisaran Juni tahun yang sama.

okezone.com

Read More »

Planet-Planet Dapat Terbentuk Di Pusat Galaksi

0 comments
http://astronesia.blogspot.com/
Hasil simulasi komputer tentang pembentukan galaksi-galaksi kerdil di sekitar Bima Sakti. (NASA/T. Brown-J. Tumlinson )

Astronesia-Planet-planet dapat terbentuk di pusaran kosmik atau galaksi termasuk Galaksi Bima Sakti, demikian hasil penelitian para astronom Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics.

Para astronom itu membuktikan temuan mereka dengan merujuk pada temuan awan hidrogen dan helium yang berada di tengah galaksi.

Dalam hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature, mereka menyatakan awan itu dapat mewakili remah-remah pembentuk planet yang mengorbit pada bintang tak-terlihat.

"Bintang yang tak-beruntung itu terlempar ke tengah lubang hitam. Sekarang (bintang) itu (masih) dalam perjalanan hidupnya dan ketika bintang itu bertahan dalam pusat (lubang hitam), piringan protoplanetnya tidak akan begitu beruntung," kata Kepala Astronom Peneliti, Ruth Murray-Clay.

Murray-Clay dan rekannya, Avi Loeb, mengatakan bintang yang baru lahir akan mempertahankan piringan gas di sekitarnya dan debu selama jutaan tahun.

Namun, jika sebuah bintang masuk ke pusat lubang hitam galaksi, menurut Murray-Clay, gelombang radiasi dan gravitasi akan membelah piringan itu dalam hitungan tahunan.

Meskipun piringan protoplanet itu hancur, bintang-bintang yang masih berada di lingkaran dapat menahan piringan itu. Dengan demikian, bintang-bintang itu dapat membentuk planet walau keadaan di sekitarnya justru bersifat memusnahkan.

Ketika bintang terus berada di tengah pusaran kosmik itu dalam beberapa tahun berikutnya, akan lebih banyak material luar piringan yang hancur dan menyisakan inti padat.

"Adalah hal menarik untuk berpikir tentang planet-planet yang membentuk begitu dekat dengan lubang hitam," kata Loeb.

Loeb menambahkan, "Jika peradaban manusia mengalami planet itu, kita dapat menguji teori gravitasi Einstein dengan lebih baik sekaligus dapat memanen energi bersih dengan membuang limbah ke lubang hitam."

Read More »

Foto Pertama Bumi yang Diambil dari Luar Angkasa

0 comments
Foto pertama Bumi dari orbit Bulan pada tanggal 23 Agustus 1966 yang diambil Oleh NASA's Lunar Orbiter I. Credit: NASA
Astronesia-Tahukah Anda seperti apa foto pertama Bumi yang diambil dari luar angkasa? Foto Bumi yang pertama di ambil dari luar angkasa yaitu pada tanggal 23 Agustus 1966 oleh NASA's Lunar Orbiter, sebuah pesawat pengintai tanpai awak yang mengambil gambar Bumi dari orbit Bulan. Tapi jangan bayangkan foto itu sebagus fiti Bumi saat ini, karena memang teknologi yang digunakan belum seperti kamera jaman sekarang.

http://astronesia.blogspot.com/
Foto Bumi lainnya yang juga diambil oleh Lunar Orbiter I. Credit: NASA
Sebelumnya skitar tahun 40, 50, dan 60-an, gambar Bumi juga sudah pernah diambil dari luar angkasa, tapi saat itu gambar yang diambil bukan Bumi dalam bentuk utuh (bola) melainkan hanya salah satu permukaan bagiannya saja.

Kamera yang dipasang di Lunar Orbiter I untuk mengambil gambar Bumi. Credit: Courtesy of George Eastman House, International Museum of Photography and Film
Dikutip dari sciencedaily.com, Sabtu (27/08/2011), Lunar Orbiter sendiri awalnya digunakan untuk memetakan keadaan Bulan untuk mencari tempat yang tepat untuk mendaratkan astronot di Bulan pada misi Apollo. Kamera yang digunakan utnuk mengambil foto bumi yaitu sebuah kamera onboard yang memiliki dua lensa kembar yang dapat mengambil foto secara simultan. Kamera ini didesain oleh Eastman Kodak dan dipergunakan untuk Departemen Pertahanan Amerika. 

sumber: astronomi.us

Read More »

Astronot Amerika Tempatkan Foto Keluarga di Bulan

0 comments
Foto Charlie dan keluarga yang diletakkan di Bulan. Image credit: NASA
Astronesia-Pada 23 April 1972, astronot Apollo 16, Charlie Duke dan John Young memulai misi EVA yang terakhir dengan menggunakan kendaraan robot Lunar Roving Vehicle. Sebelum ia menyiapkan Solar Wind Collector, Charlie menempatkan foto keluarganya di permukaan Bulan. Dan foto di atas merupakan foto yang diambil dengan menggunakan kamera Hasselblad.

Foto keluarga Charlie (diperbesar). Image credit: NASA
Dikutip dari universetoday.com, Rabu (25/04/2012), Dalam foto tersebut terdapat gambar Charlie, istrinya Dorothy, dan kedua anaknya yaitu Charles dan Thomas. Foto tersebut dibungkus dengan plastik kecil dan terlihat sedikit kusut karena sebelumnya ditempatkan di saku baju luar angkasa Charlie. Mungkin saat ini foto tersebut masih berada di Bulan.

Astronomi.us

Read More »

LRO Ambil Foto Jejak Batu Menggelinding di Permukaan Bulan

0 comments
http://astronesia.blogspot.com/
Foto jejak batu menggelinding di permukaan Bulan yang diambil oleh wahana Lunar Reconnaissance Orbiter NASA. Image credit: ASA/GSFC/Arizona State University
Astronesia-Kamera wahana pengorbit Bulan Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) berhasil mengambil foto sebuah jejak batu yang menggelinding di permukaan Bulan. Batu yang berukuran 9 meter tersebut menggelinding di permukaan Bulan dan menghasilkan jejak di tanah berupa garis lurus bergelombang. Para astronom memperkirakan bahwa jejak batu menggelinding tersebut berusia 50-100 juta tahun. Itu artinya batu tersebut menggelinding dan membentuk jejak tersebut pada sekitar 50-100 juta tahun yang lalu.

Mungkin hal tersebut terdengar sangat lama bagi skala waktu manusia, namun tidak bagi Bulan. Jejak batu tersebut akan terus ada di sana dalam puluhan juta tahun ke depan sebelum akhirnya terhapus oleh efek mikrometeorit.

Apa yang menyebabkan batu itu menggelinding?. Dikutip astronesia dari universetoday.com, Rabu (18/07/2012), Ilmuwan dari LROC, James Ashley berpendapat bahwa kemungkinan batu ini terkena efek getaran tanah disekitarnya yang disebabkan oleh Meteorit kecil yang menabrak Bulan.

astronomi.us

Read More »

Cheops, Satelit Khusus untuk Temukan Planet Mirip Bumi

0 comments
Satelit Cheops. Image credit: University of Bern
Astronesia-Hal yang besar tidak selamanya lebih baik. Nampaknya pemikiran itulah yang menginspirasi ESA untuk membuat sesuatu dengan biaya rendah namun bernilai sains tinggi. Pada bulan Maret lalu ESA mengadakan sayembara untuk mencari ide-ide baru yang berfokus pada pencarian planet-planet baru yang mirip Bumi. Dari 26 proposal yang diajukan, ESA telah menyetujui sebuah proposal yang berisi misi baru yang nantinya akan diluncurkan pada 2017.

Cheops yang merupakan singkatan dari  CHaracterising ExOPlanets Satellite merupakan ide yang dipilih oleh ESA dengan pertimbangan biaya misi yang rendah dengan hasil yang "besar". Direncanakan Cheops akan melakukan misi ini selama 3,5 tahun dan akan beroperasi pada orbit rendah Bumi pada ketinggian 800 km sehingga bebas dari distorsi atmosfer Bumi. Cheops akan memfokuskan penelitian pada bintang yang sudah dikonfirmasi memiliki planet yang mengorbitnya.

Dengan memantau tingkat kecerahan bintang dengan presisi tinggi, Cheops akan mencari tanda-tanda "perjalanan" dari sebuah planet melintasi bintang tersebut sehingga Cheops juga adapat mencari planet kecil yang selama ini mustahil untuk ditemukan dengan teleskop berbasis di Bumi.

Misi Kepler NASA berhasil menemukan 77 planet dengan 2321 kandidat planet lainnya. Tidak satupun diantara planet tersebut yang bisa dianalisa dengan rinci karena letaknya yang sangat jauh. Cheops nantinya akan dapat mengukur dengan akurat radius, massa dan lain sebagainya dari planet-planet tersebut. Dengan diketahuinya massa, maka ilmuwan akan dapat mengetahui kepadatan dan struktur internet dari sebuah planet. Dari situ akan dengan mudah lagi diketahui atmosfer planet untuk kemudian dapat dianalisa apakah mendukung kehidupan atau tidak oleh teleskop berbasis Bumi (ground based).

Dengan berkonsentrasi pada exoplanet, Cheops akan memungkinkan para ilmuwan untuk membandingkan planet lain dengan Bumi dengan presisi tinggi yang tidak bisa kita lakukan sebelumnya dengan teleskop di darat," ucap Profesor Alvaro Gimenez-Canete, Direktur Sains dan Eksplorasi Robotik ESA.

www.astronomi.us

Read More »

Valles Marineris Mars, Ngarai dan Jurang Terbesar di Tata Surya

0 comments
http://astronesia.blogspot.com/
Ngarai/ jurang Valles Marineris di Mars. Image credit: ESA/DLR/FU Berlin (G. Neukum)
Astronesia-Jika ngarai atau jurang terdalam dan terbesar di Bumi adalah grand Canyon, maka ngarai atau jurang terbesar dan terdalam di tata surya ada di Mars yaitu Valles Marineris.

Valles Marineris merupakan fitur geologi yang sangat besar yaitu dengan ukuran panjang mencapai 4000 km, lebar 200 km, dan kedalamannya mencapai 10 km. Ukuran jurang tersebut 5 kali lebih besar dari Grand Canyon. Dengan panjang seperti itu, kita bisa membayangkan jarak dari ujung Amerika timur hingga Amerika Barat.

Nama Valles Marineris sendiri diambil dari pesawat ruang angkasa NASA pertama yang mengorbit Mars pada 14 November 1971 yang menemukan jurang ini. Diperkirakan jurang Valles Marineris ini terbentuk sebagai akibat dari aktivitas Vulkanik di daerah Tharsis tempat di mana gunung tertinggi di tata surya Olympus Mons berada. Kerak planet Mars bergerak membentang dan akhirnya daerah tersebut membuka dan runtuh membentuk jurang yang dalam. Kemudian tanah di sekitarnya longsor dan air yang waktu itu ada mengalir dan membentuk salurannya berkelok-kelok. Itu terjadi miliaran tahun yang lalu. Valles Marineris juga yang menjadi bukti bahwa di Mars juga terdapat lempeng tektonik.

Bagian dari Valles Marineris yang terlebardisebut dengan Melas Chasma. Chandor Chasma adalah daerah Valles Marineris yang menuju ke utara. Sedangkan Hebes Chasma merupakan bisa kita lihat di bagian kiri atas pada gambar.
Di bawah ini adalah video yang dibuat oleh ESA pada tahun 2006 yag menggambarkan seperti apa rasanya jika kita dengan menggunakan helikopter menyusuri ngarai atau kawah Valles Marineris ini. Harapannya suatu hari akan ada misi atau wahana yang dapat mengeksplorasi langsung daerah ini:


Sumber: Astronomi.us

Read More »

Ternyata Bumi Adalah Jupiter Yang Gagal

0 comments
Ternyata, Bumi Adalah Jupiter Yang Gagal [ www.Up2Det.com ]

Astronesia-Planet-planet batuan, termasuk Bumi, sejatinya merupakan planet gas raksasa seperti Jupiter yang gagal terbentuk. Ini berdasarkan teori pembentukan planet terbaru yang diungkapkan oleh Sergei Nayakshin, astronom University of Leicester, seperti diberitakan Space.com.

Teori pembentukan planet yang umumnya dipercaya saat ini adalah akresiinti. Mulanya, ada piringan gas raksasa di sekitar bintang yang baru lahir.Partikel debu pada piringan itu bergabung membentuk objek yang lebih besar disebut planetesimal yang kemudian membentuk struktur yang lebih besar.

Akibat proses itu, massa yang terbentuk pun lebih besar. Pada satu massa tertentu, disebut massa kritis, gravitasi akan menarik massa gas dari piringan yang terdapat di sekitar gumpalan tersebut. Demikianlah, planet batuan kemudian terbentuk dari proses yang panjang dan rumit tersebut.

Teori baru yang diajukan Nayakshin disebut tidal downsizing. Berdasarkan teori ini, gumpalan gas pada awalnya terbentuk di zona yang jauh dari tempat planet umumnya ditemukan sejauh ini. Dalam prosesnya, gumpalan gas mendingin dan menyusut menjadi planet yang masih tergolong massif, sekitar 10kali ukuran Jupiter.

Selama penyusutan berlangsung, partikel debu yang terdapat dalampiringan gas bergabung menjadi lebih besar dan kemudian "jatuh" ke bagian tengah gumpalan gas, membentuk padatan yang solid di sana. Disinilah akhirnya terbentuk planet batuan primitif dengan pembungkus gumpalan gas di luarnya.

Peristiwa selanjutnya, piringan gas membawa planet primitif ini mendekati bintangnya. Gas pembungkus planet primitif ini kemudian"dimakan" oleh bintang induknya. Bagian yang "selamat"hanya inti berwujud padat dan sebagian gas, terselamatkan karena massa jenisnya yang tergolong besar.

Proses perampasan gas pembungkus inilah yang kemudian membentuk planet Super Earth atau planet batuan seperti Bumi. Dengan kata lain, SuperEarth dan planet batuan pada dasarnya adalah planet gas yang tak memiliki kesempatan untuk tumbuh dewasa karena mekanisme di semesta serta"kejahatan" sang bintang.

Nayakshin menguraikan teori baru pembentukan planet ini diMonthly Notice jurnal Royal Astronomical Societyyang terbit Agustus lalu. Iamengakui, sebagai sebuah teori baru, masih banyak kelemahan yang harus ditutupi dan masih harus diuji. Ia berharap para ilmuwan berkenan mengkaji lebih lanjutteori yang di paparkannya.

Menanggapi teori Nayakhsin, Aaron Boley dari University of Florida yang melakukan penelitian tentang pembentukan planet gas raksasa mengatakan bahwa proses tidal disruption memungkinkan kehidupan berevolusi pada sistem bintang yang lebih bervariasi. "Ini cara lain alam menciptakan planet," kataBoley. Makin banyak planet, makin besar potensi kehidupan.

Nayakhsin sendiri mengatakan, model akresi inti dan tidal disruption memiliki langkah-langkah fisik yang sama tetapi proporsinya berbeda. "Dalam hal ini, model finalnya mungkin adalah gabungan,"katanya. Ia juga menambahkan bahwa planet batuan yang terbentuk pada prosestidal disruption mungkin berukuran "nol sampai 10 massa Bumi."

Read More »

10 Satelite Paling Menakjubkan Di Tata Surya

0 comments
Astronesia-Tata surya kita memiliki lebih dari 200 bulan/satelit yang mengorbit pada planet, planet kerdil dan asteroid. Dari beberapa bulan yang ada di tata surya kita , ada banyak bulan / satelit yang memiliki fitur luar biasa. Dan Berikut adalah 10 bulan yang paling menakjubkan yang mengorbit dalam tata surya kita yang dikutip dari laman listverse.com
 
10. Nereid 
Satelit Planet Neptunus
 
 
Nereid ditemukan tahun 1940 oleh Gerard Kuiper. Ini adalah bulan Neptunus ketiga terbesar. Nereid memiliki orbit paling eksentrik daripada satelit apapun yang ada dalam tata surya kita. Karena itu, jarak antara Nereid dan Neptunus sangat bervariasi. Pada posisi terdekat, Nereid berjarak hanya 1.354.171 km dari Neptunus. Pada jarak terjauh, Nereid berjarak 9.628.200 km .Karena posisi jauhnya dari orbit Neptunus Nereid yang membawanya, dibutuhkan 360 hari Bumi untuk menyelesaikan satu orbit penuh di planet ini. 
 
9. Mimas 
Satelit Saturnus 
 
 
Bulan kecil ini ditemukan tahun 1789 oleh William Herschel.dengan Diameter rata-rata adalah 396 km. Apa yang membuat bulan dari Saturnus menonjol adalah lebarnya kawah 140 km, dan kedalaman 18 km, kawah ini bernama kawah Herschel. Kawah Herschel bukan kawah terbesar yang ditemukan pada bulan/satelit di tata surya kita, tetapi kawah ini sangat luar biasa. Kawah ini secara mengejutkan mencakup sepertiga dari permukaan Mimas, dan membuat bulan ini menyerupai bentuk Death Star dari Star Wars. 
 
8. Iapetus 
Satelit Planet Saturnus 
 
 
Ditemukan pada 1671 oleh Giovanni Cassini, bulan dari planet Saturnus, Iapetus telah disebut salah satu yang paling aneh di tata surya kita. Berdiameter 914 mil, dan pasang surut terkunci dengan Saturnus. Satu hal menakjubkan tentang bulan ini adalah perbedaan mencolok dalam warna dan reflektifitas.
 
Setengah dari bulan berwarna gelap seperti warna batu bara, sementara separuh lainnya berwarna sangat cerah. Karena ini, dan pasang surut yang terkunci dengan planet ini, Anda hanya dapat melihat bulan ketika orbit membawanya di sisi barat dari Saturnus. 
 
Bulan/Satelit ini juga memiliki pegunungan, atau "punggungan khatulistiwa," dengan ketinggian 18 km dan membungkus di sekitar khatulistiwa. Ada dua teori utama tentang bagaimana pegunungan ini terbentuk - beberapa ilmuwan berpikir punggungan dibentuk pada waktu sebelumnya ketika Iapetus berputar lebih cepat daripada yang dilakukannya hari ini, yang lain berpikir punggungan terbuat dari materi tertinggal dari runtuhnya cincin Saturnus. 
 
7. Dactyl 
Satelit Astroid Ida
 
 
Ditemukan pada 1995 oleh pesawat ruang angkasa Galileo, Dactyl adalah bulan,dengan diameter sekitar 1 km, dari asteroid Ida yang berbentuk seperti kentang. Itu adalah bulan yang pertama kali ditemukan mengorbit di asteroid. Ilmuwan tidak yakin jika bulan kecil adalah bagian yang memisahkan diri dari asteroid, atau jika tertangkap oleh asteroid. Ini adalah ilmuwan pertama memiliki bukti bahwa asteroid memiliki satelit.Sejak penemuannya, lebih dari dua lusin bulan / satelit telah ditemukan mengorbit di asteorid. 
 
6. Europa 
Satelit Planet Jupiter
 
 
Europa ditemukan oleh Galileo Galilei pada Januari 1610.Hanya sedikit lebih kecil dari bulan kita sendiri. Permukaan dari Europa mencolok, dengan garis-garis gelap loreng. Banyak ilmuwan yang percaya garis di permukaan disebabkan oleh letusan dari es hangat seperti kerak perpecahan terbuka. Bulan ini ditarik grafitasi Jupiter dan 3 bulan utama, membelah kerak dan memungkinkan ini terjadi. 
 
Sebagai indah dan menarik karena hal ini membuat Europa, itu yang ilmuwan percaya di bawah ini kerak tebal es yang membuat Europa luar biasa: sebuah laut, asin cair air. Tidak seperti Bumi, diyakini laut di Europa cukup dalam untuk menutupi permukaan. Sejak Europa jauh dari matahari, laut telah membeku, menciptakan kerak es setebal 190 km. 
 
5. Enceladus 
Satelit Planet Saturnus 
 
http://astronesia.blogspot.com/
 
Enceladus, bulan keenam terbesar Saturnus, telah ditampilkan di sini sebelumnya. Tapi ketika membuat daftar tentang bulan luar biasa, bulan ini pantas menerima tempat. Enceladus ditemukan pada 1789 oleh William Herschel. Ini adalah bentuk paling terang di tata surya. Hal ini mencerminkan hampir 100% dari sinar matahari menerpa permukaannya. 
 
Suhu di satelit ini juga sangat dingin, sekitar -330 ° F. Sementara ini bulan ini memiliki beberapa kawah, ada daerah lain yang menunjukkan wilayah tanpa kawah, menunjukkan peristiwa pelaburan besar di masa geologis terakhir. garis," batu-batu es seukuran rumah adalah bukti kegiatan geologi terakhir. Garis-garis harimau dari kegiatan geologi planet ini juga memuntahkan berton 2 material ke udara, yang sebenarnya membentuk cincin E Saturnus. 
 
4. Io 
Satelit Planet Jupiter
 
 
Io ditemukan pada Januari 1610 oleh Galileo Galilei. Io sedikit lebih besar dari bulan kita.Ini adalah tempat vulkanik paling aktif dalam tata surya kita. Io penuh dengan gunung berapi, di mana mereka memuntahkan material 190 mil di atas permukaan. 
 
Biasanya, obyek seukuran Io akan menjadi tidak aktif secara geologis dalam beberapa masa, tetapi karena Io resonansi orbital dengan Jupiter, Europa dan Ganymede, hal ini tergantung pada jumlah besar pemanasan pasang surut. 
 
Faktor daya tarik (gravitasi) Jupiter membekas begitu banyak dan kentara sehingga menyebabkan permukaan Io membentuk tonjolan atas dan ke bawah setinggi 100 meter di beberapa tempat. Pemanasan pasang surut membuat sebagian besar bawah permukaan dalam bentuk yang cair, dan memberikan kemampuan untuk terus-menerus memperbarui permukaannya. 
 
3. Titan 
Satelit Planet Saturnus 
 
 
Titan,satu-satunya bulan selain bulan kita yang memiliki tanah probe pada permukaannya, ditemukan tahun 1655 oleh Christiaan Huygens. Ini adalah bulan kedua terbesar di tata surya kita. Satelit / Bulan Titan diselubungi suasana tebal dan kabur dari kadar nitrogen, metana dan etana yang banyak. Bulan ini sangat terkenal karena merupakan bulan yang memiliki awan dan suasana yang mirip planet. 
 
Itu juga merupakan tempat lainnya di tata surya kita yang dikenal mempunyai sesuatu yang mengalirkan cairan di permukaannya, meskipun cairan di Titan adalah metan, bukan air. 
 
2. Triton 
Satelit Planet Neptunus 
 
 
Triton ditemukan pada Oktober 1846 oleh William Lassell, hanya 17 hari setelah Neptunus ditemukan. Ini adalah bulan terbesar Neptunus. Bulan ini tidak biasa, karena Triton adalah bulan yang benar-benar besar dalam tata surya kita yang mengorbit dalam arah yang berlawanan rotasi planetnya - sebuah orbit retrograde. 
 
Ini menunjukkan bahwa Triton adalah bulan yang ditangkap, karena semua satelit alami dalam orbit tata surya planet dalam arah yang sama. Masalah yang dihadapi para ilmuwan telah berusaha mencari cara seperti bulan besar bisa tertangkap (tersedot/terjebak menempel). 
Triton adalah salah satu objek paling dingin di tata surya kita. Ketika Voyager 2 melakukan terbang lintas di tahun 1989, Suhu Triton diketahui -391 ° F. Itu hanya 68,67 ° F di atas nol mutlak.Voyager 2 juga menemukan Triton memiliki geyser aktif, menjadikannya salah satu dari bulan-bulan yang mempunyai geologis aktif di tata surya kita. 
 
1. Ganymede 
Satelit Planet Jupiter 
 
http://astronesia.blogspot.com/
 
Ditemukan ptahun 1610 oleh Galileo Galilei, Ganymede adalah bulan terbesar di tata surya kita. Lebih besar dari planet Merkurius, dan tiga perempat ukuran Mars. Bulan ini begitu besar, bahwa bulan/satelit itu akan dianggap sebuah planet jika tidak mengorbit pada Jupiter.Hal yang paling menakjubkan tentang Ganymede adalah itu adalah satu-satunya bulan di tata surya kita yang menghasilkan medan magnet sendiri.
 
Ganymede memiliki inti besi cair yang membuat kekuatan magnet ini mungkin. Medan magnet ini tertanam dalam magnetosfer besar Jupiter. Pada tahun 1996, Teleskop Hubble menemukan suasana yang tipis oksigen mengelilingi bulan Ganymede, meskipun terlalu tipis untuk mendukung kehidupan.
 

Read More »

10 Fakta Tentang Planet Mars

0 comments
http://astronesia.blogspot.com/
 
Astronesia-10 fakta tentang planet mars, diantaranya:
 
1. Tak seluruh permukaan Mars berwarna merah ketika dicitrakan. Hasil jepretan Mars Reconaissance  Orbiter NASA menunjukkan bahwa ada bagian planet itu yang berwarna biru, seperti Bumi.

2. Mars memiliki dua buah satelit, yaitu Deimos dan Phobos, diduga merupakan asteroid yang terjebak pada gravitasi Mars.

3. Suhu udara planet Mars cukup rendah, yaitu -133°C dan maks 27°C. Tekanan udaranya pun rendah, 5 mmHg. Ditambah dengan komposisi udara yang sebagian besar karbon dioksida (95%), nitrogen (3%), dan argon (2%), perbandingan ini mirip dengan atmosfer Venus, menyebabkan manusia harus menggunakan alat bantu pernapasan, jika ingin tinggal di sana.
4. Memiliki jarak 228 juta kilometer dari Matahari dan berevolusi selama 687 hari terhadap Matahari. Waktu rotasi pada porosnya, yaitu 24 jam 37 menit.

5. Planet Mars yang terkenal dengan sebutan planet merah ini, merupakan planet bernomer urut ke-4 yang terdekat dengan Matahari. Disebut juga dengan planet merah, karena penampakannya kemerah-merahan.

6. Pebedaan yang mennojol adalah eksentrisitas planet ini yang 5 kali lebih besar (0,093) daripara eksentrisitas Bumi (0,017). Karena itu, pada musim panas, planet ini memposisikan kutub selatannya berada pada jarak yang sangat jauh dari Matahari, sehingga kutub selatan lebih dingin dari kutub utaranya.

7. Dua jenis awan di Mars adalah awan es basah (water ice clouds) dan dan awan es kering (dry ice clouds). Awan es basah pada umumnya berada disekitar puncak gunung. Sering terjadi badai es yang sangat dahsyat. Yang dapat menutupi sebagian permukaan planet ini. Tampaknya musim di planet ini mirip musim di Bumi karena inklinasinya hampir sama (Mars 25° dan Bumi 23°).

8. Permukaan Mars yang dipenuhi gunung berapi raksasa seperti Olympus Mons dan lembah retakan seperti Valles marineris, menunjukan aktivitas geologis yang terus terjadi sampai yang terbaru belakangan ini. Warna merahnya berasal dari warna karat tanahnya yang kaya akan besi.

9. diameternya yang sepanjang 6.790 kilometer, hanya separuh dari besarnya bola Bumi. Massa planet Mars pun hanya sebesar 6.42 x 1023 kg, lebih ringan dari Bumi, yaitu 5.98 x 1024kg. Kepadatan menengahnya, ialah 3,93 g/cm³.

10. Planet Mars memiliki atmosfer seperti Bumi, namun tipis, yang kandungan utamanya ialah karbon dioksida (CO2).
 

Read More »

10 Fakta Tentang Planet Neptunus

0 comments

FAKTA PERTAMA
Bulan Neptunus, Triton, perlahan-lahan semakin dekat dengan Neptunus. Akhirnya, ia akan begitu dekat dan mungkin terkoyak oleh gravitasi Neptunus dan mungkin juga membentuk cincin lebih spektakuler dari Saturnus.

FAKTA KEDUA
Angin terkuat di tata surya telah tercatat di Neptunus, pada kecepatan hingga 2.000 kilometer per jam.

FAKTA KETIGA
Neptunus memiliki bintik hitam mirip Great Red Spot di Jupiter. Ini adalah daerah tekanan atmosfer tinggi yang memaksa awan gas metana tinggi ke atmosfer muncul seperti cirrus (tipis, whispy) awan di Bumi. Namun, tempat ini menghilang dan muncul kembali pada bagian yang berbeda dari planet ini, tidak seperti tempat Jupiter.

FAKTA KEEMPAT
Kadang-kadang Neptunus mengorbit Matahari lebih jauh daripada Pluto sehingga planet yang paling jauh di tata surya. Hal ini kembali ke posisi biasa sebagai planet terjauh kedua dari Matahari pada bulan Desember 1999.



FAKTA KELIMA
Triton orbit Neptunus dalam arah yang berlawanan dengan rotasi planet. Ini adalah bulan terbesar di Tata Surya yang melakukan hal ini.


FAKTA KEENAM
Neptunus memiliki empat cincin. Terdapat cincin yang lebih terang daripada cincin lain dan tampak seperti busur yang mengorbit planet ini. Mungkin mereka masih dalam proses pembentukan.

FAKTA KETUJUH
Sejak penemuannya pada tahun 1846, Neptunus telah menyelesaikan satu orbit penuh dari Matahari. Bahkan, diperlukan 165 tahun untuk planet ini untuk pergi mengelilingi matahari.

FAKTA KEDELAPAN
Neptunus ditemukan ketika para ilmuwan melihat sesuatu yang aneh tentang orbit Uranus ', mereka percaya ada sesuatu yang menarik didalam keindahan uranus. Mereka menghitung posisi planet dan segera setelah itu, ditemukan Neptunus.

FAKTA KESEMBILAN
Suhu terdingin diukur dalam Tata Surya (-237,6 ° C) telah dicatat di bulan Neptunus, Triton.

FAKTA KESEPULUH
Pluto, sebuah planet kerdil yang memiliki orbit yang kadang-kadang melintasi bulan Neptunus, mungkin bulan Neptunus yang lolos dari tarik gravitasi neptunus, tetapi dicegah untuk melarikan diri dari tata surya oleh tarikan Gravitasi Matahari.

Read More »

Titan, Prototipe Bumi Usia Dini

0 comments

BAGAIMANAKAH rupa Bumi di awal kelahirannya? Jawaban atas pertanyaan itu akan sangat membantu manusia memahami asal mula munculnya kehidupan di planet biru ini. Apalagi hingga sekarang, hanya Bumilah planet yang berkehidupan.

Ternyata tidak perlu membuat eksperimen rumit di laboratorium untuk mengetahui kondisi Bumi pada usia balitanya. Wahana antariksa Voyager 1 tahun 1980 telah menginformasikan kondisi atmosfer salah satu satelit alam Saturnus, yaitu Titan, yang diduga mirip Bumi dulu. Saat mengorbit di ketinggian 4.000 km di atas Titan, diketahui betapa aktifnya atmosfer satelit alam terbesar kedua di Tata Surya itu.

Titan merupakan salah satu obyek langit favorit untuk diteliti lebih jauh setelah Europa, satelit alam Yupiter, yang diketahui memiliki lautan air di bawah lapisan permukaan esnya.

Tahun 1994 Teleskop Ruang Angkasa Hubble merekam gambar Titan, yang memperlihatkan "benua " dari penampakannya yang terang. Namun, Hubble belum bisa membuktikan keberadaan "lautan" air.

Misi Cassini-Huygens yang berkunjung ke sana diharapkan memberikan pandangan baru atas satelit itu. Wahana antariksa yang diperkirakan awal Juli 2004 berada di orbit Saturnus, membawa instrumen untuk menginformasikan karakteristik Titan.

Selama belasan kali mengorbit Titan, Cassini akan memetakan Titan dan mengumpulkan data atmosfernya. Saat yang sama, Huygens akan diterjunkan menembus atmosfer dan menganalisa unsur-unsurnya. Diharapkan, informasi yang dikumpulkan kedua wahana itu dapat memberi pemahaman penting mengenai Bumi. Mulai dari " Bagaimana planet terbentuk?" sampai "Dari mana manusia berasal?".

Bulan beratmosfer tebal
Titan ditemukan oleh astronom Belanda, Christiaan Huygens, 1655. Ia merupakan satelit terbesar dari 31 satelit yang mengorbit Saturnus. Setengah darinya tersusun oleh es dan setengahnya lagi material bebatuan. Lapisan bebatuan berada di pusat satelit hingga radius 1.700 km. Di atas bebatuan terdapat lapisan kristal es hingga permukaan satelit radius 2.575 km.

Titan lebih besar dari Bulan dan Planet Merkurius. Untuk satelit alam, hanya Ganymede-satelit Yupiter-yang berdiameter lebih besar: 112 km.

Titan bermassa seperseratus ribu massa Bumi dan berjarak 1,2 juta km dari Planet Saturnus, atau tiga kali jarak Bulan ke Bumi. Tekanan atmosfernya 1,6 kali Bumi, sama seperti tekanan di lantai dasar kolam renang.

Titan amat menarik minat astronom karena merupakan satu-satunya satelit alam di Tata Surya yang diketahui memiliki awan setebal 300 km, misterius dan menyerupai atmosfer planet. Komposisi atmosfer didominasi oleh nitrogen, sama seperti Bumi sekarang ini, namun sebagian besar tersusun dari senyawa kimia yang terdapat dalam kabut-asap seperti etana dan metana.

Begitu tebalnya lapisan atmosfer itu sehingga menghasilkan hujan berupa cairan mirip gasolin. Sedangkan oksigen membeku dalam wujud es air di permukaannya. Komposisi kimia itulah yang menjadi tujuan terbesar penelitian dikarenakan kemungkinan tersusun dari beberapa senyawa yang berada di atmosfer Bumi primordial. Kandungan organik pada senyawa kimia yang ditemukan mengindikasikan bahwa lingkungan di Titan memungkinkan munculnya bentuk kehidupan.

Namun, temperatur permukaan Titan saat ini begitu rendah minus 178 derajat Celsius, hanya 4 derajat di atas titik jenuh metana, karena jauhnya jarak dari Matahari. Meskipun suhu serendah ini kurang memungkinkan munculnya kehidupan, ada pandangan bahwa bentuk kehidupan tetap saja berpeluang muncul di dalam danau hidrokarbon yang hangat akibat pemanasan internal Titan. Jikalau nantinya Titan terbukti tidak memiliki bentuk kehidupan sebagaimana yang diperkirakan, maka pemahaman mengenai interaksi kimia di situ akan membantu manusia memahami lingkungan awal Bumi.

Titan-satu setengah kali ukuran Bulan-mengorbit Saturnus selama 16 hari. Adapun kecepatan rotasinya, yaitu mengitari porosnya sendiri, 16 hari juga. Artinya, kecepatan rotasi dan orbit Titan adalah sama. Jadi, misalkan kita ada di Saturnus, maka yang terlihat hanya setengah bagian Titan saja. Kondisi ini persis sama seperti halnya jika melihat Bulan dari Bumi. Hanya saja kecepatan gerak Titan enam kali gerak Bulan. Karena tekanan gravitasinya sangat besar, pusat satelit ini masih panas. Sama seperti Bumi dengan inti planetnya yang sangat panas.

Percobaan di observatorium
Pengamatan permukaan Titan sangat sulit karena lapisan atmosfernya tebal. Kedalaman atmosfer hanya bisa diamati pada rentang gelombang radio, hanya sebagian pada rentang gelombang inframerah, dan tidak bisa diamati pada rentang gelombang visual. Karena itu, informasi satelit ini masih sedikit meskipun penelitian telah dilakukan lebih dari dua dasawarsa.

Selama itu, telah muncul spekulasi adanya interaksi radiasi ultraviolet Matahari dengan metana yang berada di lapisan teratas atmosfer Titan. Reaksi fotokimia mengakibatkan terbentuknya smog dan akhirnya mengakibatkan hujan hidrokarbon dalam wujud padat dan cair dalam jumlah besar.

Penemuan terbaru kondisi Titan oleh teleskop radio raksasa berdiamater 305 m di Observatorium Arecibo, Brasil, memicu dugaan adanya danau hidrokarbon dalam wujud cair. Hal ini berdasarkan pantulan yang hanya bisa dilakukan oleh permukaan datar. Hasil penelitian dipublikasikan dalam jurnal Science edisi 2 Oktober 2003.

Percobaan dilakukan November dan Desember 2001 dan 2002. Sinyal radar dipancarkan ke Titan dan kembali ke Bumi selama 2, 25 jam. Observatorium Arecibo dioperasikan pada panjang gelombang 13 cm (2,380 Mhz) dengan daya mendekati 1 megawatt (setara 1.000 pemanas listrik). Selain Teleskop Arecibo secara bersamaan digunakan juga teleskop Robert C Byrd Green Bank 100 m untuk menerima pantulan.

Ternyata, sinyal radar dipantulkan oleh permukaan Titan yang berwujud cair seperti cahaya Matahari yang jatuh pada lautan di Bumi. Meskipun lapisan bawah permukaan Titan berwujud es air (water ice), reaksi senyawa kimia kompleks di atmosfernya menghasilkan etana, metana cair, dan hidrokarbon padat, yang menutupi sebagian permukaan es Titan. Beberapa tahun lalu telah dibuat hidrokarbon buatan yang mirip hidrokarbon padat Titan, yaitu Titan tholin, di laboratorium oleh tim yang dipimpin Carl Sagan, astronom karismatis dari Cornell University.

Akhirnya, melalui misi Cassini-Huygens, informasi lengkap tentang satelit alam yang misterius itu tidak lama lagi akan diperoleh. Pertanyaan-pertanyaan besar seperti pada awal tulisan tidak akan terlalu lama untuk bisa dijawab. Pemahaman atas awal mula munculnya kehidupan dan sejarah awal Bumi, mudah-mudahan menjadikan manusia semakin arif menjaga dan memelihara kehidupan di planet biru ini.

Read More »

Wahana New Horizon Terancam Menabrak Puing Antariksa

0 comments
Ilustrasi wahana New Horizon. Image credit: JHUAPL/SwRI
Wahana luar angkasa New Horizon saat ini sudah hampir 7 tahun meninggalkan Bumi menuju Pluto untuk meneliti "mantan" planet tersebut. Itu berarti masih kurang 2.5 tahun lagi untuk tiba di sana. Total jarak yang harus ditempuh New Horizon sekitar 3 miliar km.

Saat ini para ilmuwan sedang direpotkan dengan banyaknya puing-puing dan obyek luar angkasa di sepanjang jalur perjalanan New Horizon. Puing-puing tersebut bisa berasal dari sabuk Kuiper yang dikenal sangat padat dengan asteroid. Selain itu ancaman juga bisa datang dari pecahan obyek yang mengantam bulan Pluto. Saat ini astronom sudah menemukan 5 bulan yang mengorbit Pluto.

New horizon sendiri meluncur dengan kecepatan 30.000 mil per jam sehingga jika menabrak sebuah obyek sebesar kerikil saja bisa menyebabkan wahana itu hancur. Untuk menghindari obyek berbahaya, ilmuwan menggunakan semua instrumen yang ada mulai dari teleskop berbasis darat (ground based), simulasi komputer, okultasi bintang dari sistem Pluto, sampai teleskop Hubble. Saat ini tim ilmuwan merencanakan sebuah jalur alternatif yang tentunya lebih jauh lagi jaraknya untuk menghindari tabrakan.

"Kami sedang membuat rencana untuk menuju jalur lain jika memang harus begitu," ucap Leslie Young dari Southwest Research Institute selaku Deputy Project dari misi wahana New Horizon.

Astronomi.us

Read More »

Objek Terang Misterius Ditemukan di Mars

0 comments
http://astronesia.blogspot.com/
Objek terang misterius di Mars ditemukan oleh Curiosity. Objek itu diyakini asli dari planet merah tersebut.

Astronesia-Robot Curiosity yang menjalankan misi di planet Mars sejak mendarat 6 Agustus 2012 lalu kembali membuat penemuan menarik. Kali ini, Curiosity menemukan sebuah objek yang belum bisa diidentifikasi.

Objek tersebut ditemukan ketika robot beroda enam itu dengan menyekop tanah Mars di wilayah yang disebut Rocknest. Objek ditemukan dalam pengambilan sampel kedua pada Jumat (12/10/2012) lalu.

Sebelumnya, Curiosity juga sempat menemukan objek terang pada Minggu (7/10/2012). Namun, setelah diselidiki, objek tersebut ternyata sampah. Ada 5 hingga 6 objek serupa yang diduga berasal proses pendaratan Curiosity.

Pengalaman tersebut membuat tim pengendali misi berhati-hati. Pada pengambilan sampel kali ini, tim tak langsung meminta Curiosity mengambil objek misterius itu. Curiosity diminta bergerak ke beberapa sisi dan mengambil gambar, mengetahui adanya objek sejenis.

"Kita super paranoid. Tim memutuskan bahwa jika memang sampel itu adalah buatan manusia, lebih baik kita tidak mengambilnya," ungkap John Grotzinge dari California Institute of Technology di Pasadena, anggota tim pengendali, seperti dikutip Space, Kamis (18/10/2012).

Hasil pengamatan Curiosity menunjukkan, objek terang misterius yang baru ditemukan memang berasal dari Mars. Menurut ilmuwan, objek terang itu mungkin bagian dari proses pembentukan tanah. Warna terang diperoleh dengan membelah objek itu.

Dalam beberapa hari ke depan, tim pengendali misi akan meminta Curiosity menembak objek itu dengan laser. Penembakan akan dilakukan dengan instrumen yang disebut ChemCam, instrumen yang memungkinkan Curiosity mengetahui komposisi tanah atau batuan Mars.

Misi Curiosity kini memasuki bulan ketiga. Robot itu telah menemukan beberapa fakta menarik tentang Mars. Terakhir, Curiosity menemukan adanya batu Mars yang secara kimia mirip dengan batu di Bumi.

Curiosity juga mengirimkan foto-foto yang menumbuhkan antusiasme pada misi antarika, seperti foto saat baru saja mendarat di Mars dan foto jejak zig-zag yang ditinggalkannya. Target misi Curiosity adalah Gunung Sharp, gunung yang menjulang 5,5 km dari Kawah Gale, tempat wahana itu mendarat. 

Sumber : Kompas

Read More »

5 Bulan Planet Pluto Ancaman bagi Pesawat NASA

0 comments

foto

Astronesia-Bulan yang baru ditemukan di sekitar planet Pluto kemungkinan menimbulkan bahaya bagi pesawat ruang angkasa NASA, New Horizons, yang sedang melakukan perjalanan ke planet kerdil itu. Pesawat ruang angkasa ini sudah melakukan perjalanannya selama tujuh dari sembilan tahun dan sudah melewati setengah dari perjalanan di seluruh tata surya untuk mengeksplorasi Pluto.

Para astronom telah menemukan dua satelit bulan di angkasa es itu. Hal ini menimbulkan risiko bahwa puing-puing berbahaya itu dapat mengorbit di sekitar Pluto. "Kami menemukan banyak bulan di sekitar orbit Pluto. Jumlahnya hingga kini ada lima," ujar ilmuwan utama pada misi New Horizons itu.

Bulan planet Pluto bernama Charon, Hydra, Nix, S/2011 P 1, dan PS/2012 1. Bulan Charon ditemukan tahun 1978, sementara Hydra dan Nix ditemukan pada 2005 lalu. Sedangkan S/2011 P 1 dan P S/2012 terlihat oleh teleskop Hubble pada 2011.

"Pesawat ruang angkasa kita bepergian begitu cepat, lebih dari 30 ribu mil per jam. Tabrakan dengan kerikil tunggal atau bahkan partikel kecil berukuran milimeter bisa melumpuhkan dan menghancurkan New Horizons," ujar ilmuwan Hal Weaver dari Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory, Maryland. Pesawat ruang angkasa itu perlu menghindari tiap zona puing-puing di sekitar Pluto.

Para ilmuwan tersebut menggunakan simulasi komputer, teleskop berbasis darat, dan teleskop ruang angkasa Hubble untuk memetakan puing-puing di sekitar orbit Pluto. Pada saat yang sama, mereka juga mencari jalur alternatif dalam sistem Pluto ini.

New Horizons diluncurkan pada 19 Januari 2006 lalu di atas roket Atlas dari Cape Canaveral Air Force Station di Florida. Misi ini akan berakhir pada titik terdekat dengan Pluto, yang direncanakan pada 14 Juli 2015. Ini adalah eksplorasi pertama kalinya dari sebuah planet di Sabuk Kuiper, yaitu ruang di luar Neptunus yang banyak meninggalkan butir es dari formasi tata surya.


Read More »

Berapa Jumlah Bendera yang Terpancang di Bulan?

0 comments

foto

Astronesia-Selama bertahun-tahun, para ilmuwan dan pemerhati ruang angkasa bertanya-tanya apa yang terjadi pada enam bendera Amerika yang ditanam di bulan selama misi Apollo yang bersejarah. Kini, berkat resolusi tinggi kamera yang mengorbit bulan, misteri terpecahkan: dari semua bendera itu, hanya satu yang tidak berdiri.

"Pengecualian adalah bendera untuk Apollo 11, yang mencatat pendaratan bersejarah pada tahun 1969," kata profesor Mark Robinson dari Arizona State University, ilmuwan yang memimpin misi kamera pencitraan Lunar Reconnaissance Orbiter.

Tak adanya bendera Apollo 11 konsisten dengan memori astronot Buzz Aldrin tentang misi terkenal itu. Aldrin mengatakan bendera AS tertiup oleh ledakan roket ketika astronot meninggalkan permukaan Bulan.

Robinson sebelumnya telah ragu apakah bendera lainnya akan terlihat. "Secara pribadi, saya agak terkejut bahwa bendera itu selamat dari sinar ultraviolet dan suhu permukaan bulan yang tinggi, tetapi tetap berdiri," katanya. Ia menuliskannya dalam website Orbiter.

Gambar yang diambil oleh Orbiter menunjukkan gambar bendera dan bayangannya. Namun tak jelas apakah bintang dan garis-garis - motif pada bendera AS - masih terlihat.

Lunar Reconnaissance Orbiter adalah wahana tak berawak yang telah mengitari bulan untuk lebih dari tiga tahun. Orbiter memiliki peralatan untuk memotret permukaan bulan, merekam suhu, dan mengukur radiasi.

Foto-foto itu berguna untuk memetakan permukaan bulan dan dapat digunakan untuk mengidentifikasi tempat pendaratan masa depan, meskipun Amerika Serikat sekarang tidak memiliki rencana untuk mengirim manusia kembali ke bulan.

Program Apollo NASA pada akhir tahun 1960 dan awal tahun 1970 dirancang terutama untuk mewujudkan cita-cita mendaratkan manusia di bulan dan membawa mereka kembali ke Bumi dengan selamat. Enam misi tercapai dan lainnya tidak berhasil.

Sebuah kebakaran pada kabin Apollo 1 menewaskan tiga astronot selama tes peluncuran tahun 1967. Apollo 13 tidak dapat mendarat setelah sebuah tangki oksigen meledak dan memaksa awak kembali ke Bumi pada tahun 1970. Misi berawak terakhir ke bulan adalah Apollo 17 pada  bulan Desember 1972.

Tanda-tanda misi masih terlihat di permukaan bulan. Foto diambil oleh Orbiter menunjukkan trek yang dibuat oleh astronot dan peralatan yang tertinggal, termasuk ransel yang sengaja dibuang oleh astronot. Gambar yang diambil dari situs Apollo 17 menunjukkan jejak kaki astronot di bulan.

(Sumber: Tempo.co)

Read More »