Showing posts with label puisi. Show all posts

the children or war

0 comments

The Children of War
By Gayatri Wedotami (Intan), 1996

A boy in Palestine
may come and ask me
as he never lived in peace
“Can you teach me how to sing a song
and I will teach you how to use a gun?”

A boy in vietnam
may come and ask me
as he has lost his two legs
“You look so perfect, can
you give me one of your legs?”

A girl in Iraq
may come and ask me
as she never went to school after the war
“How come you enjoy eating at Mcdonald’s
while I’m starving here and never go to school again
because of America?”

A group of children in chechnya
may come and ask me
as they are now being orphans
“What were you doing
When our parents shot by the Russians?”

A group of girls in bosnia
May come and ask me
As they were raped by the Serbians
“We’re pregnant. Should we kill
our babies or see them grown up
and hurt as again?”

suddenly
thousands, no millions
children from war
come and ask me
(as they lost they happiness and childhood)
“When will the people on earth
stop this disaster?”

I saw them crying
their bloody tears made up a lake
I saw them, anggrily
running after me
Oh, no! Help!
(Nobody listen to me.
as no one listen to them)

Read More »

Puisi : Make Me Strong

0 comments
Sometimes I feel so low
Like I would like to sleep forever
The tide surging like taking away all my breath
Like I would survive no more



Hardships and obstacles arrived without signs
Landing their botheration without any reluctant
Making me feel totally broken heart and despair
Throwing me far away from optimism and hope

But there's a thought came thru my mind
That I must rise up again no matter what
Because I know it will never be the end
Because I'm still here standing all alive

And I know that I will never fail
If I have tried my very best
Because Allah will always be there for us
Be always with those who have faith in Him

O Allah, please make me strong!



~End Of Post~

Read More »

Puisi : Di Mana Akhirnya Kita

0 comments

Sementara masih ada masa
Carilah Dia sesungguh-sungguhnya
Sebelum tinggal sedetik cuma
Untuk terfikir betapa ruginya kita


Kerana akhirat itu cuma dua
Natijah pemilihan kehidupan dunia
Sama ada berbahagia di syurga
Atau mengharungi kesengsaraan neraka

Oleh itu apabila saatnya tiba
Pernahkah terfikir dimanakah kita
Sedarlah kembali wahai hamba yang hina
Sementara kita masih di dunia

-umairzulkefli-


Pantaskah Aku Di Surga
-Chinta Band-


Bila malaikat mencabut nyawa
Pantaskah aku ada di surga
Di dunia aku berlumur dosa
Aku yang takut neraka

Bersimpuh aku berserah diri
Memohon ampunan Mu ya Rabbi
Sebelum kau memanggil diriku
Ya Allah terima taubatku

Andai ku tahu kapan waktuku
Kau panggil aku untuk kembali
Pastikan aku akan meminta
Mensucikan hidupku di dunia

Aku manusia yang penuh dosa
Yang pernah melalaikan perintahMu
Ku tahu Engkau maha pemurah
Kubersujud pada Mu ya Allah





~End Of Post~

Read More »

Luahan : Keimananku

0 comments
Sejauh mana keimanan kita
Kepada Allah Yang Maha Esa
Dalam memperjuangkan agama-Nya
Dengan penuh kesabaran dan cinta



Ramai sering mendambakan
Kehidupan tanpa cabaran
Namun itu bukan kemungkinan
Kerana bukan begitu jalan pesuruh tuhan

Lalu bersabarlah wahai diri
Kuatkan iman dalam hati
Hujamkan tekad matlamat didasari
Demi hanya redha Ilahi

Katakanlah Demi-Mu ya Tuhanku
Akan kubuangkan segala belenggu
Akan tidak lagi aku bisu
Selagi Engkau tidak di kalbu

Hayatilah lagu ini:

Keimananku
-shaffix-



Andai matahari di tangan kananku
Takkan mampu mengubah yakinku
Terpatri dan takkan terbeli dalam lubuk hati

Bilakah rembulan di tangan kiriku
Takkan sanggup mengganti imanku
Jiwa dan raga ini apapun adanya

Andaikan seribu siksaan
Terus melambai-lambaikan derita yang mendalam
Seujung rambut pun aku takkan bimbang
Jalan ini yang kutempuh

Bilakah ajal kan menjelang
Jemput rindu-rindu Syahid yang penuh kenikmatan
Cintaku hanya untuk-Mu
Tetapkan muslimku selalu







~End Of Post~

Read More »

Lirik : Satu Cinta

0 comments
Wahai yang membolak-balikkan hati...

Sungguh jiwaku cukup tersiksa
Sungguh jasadku tidak upaya
Sungguh hatiku tidak bahagia
Tatkala diri-Mu tidak bersama

Maka dengan rahmat-Mu wahai pemilik hati...

Berikanku cinta-Mu yang sejati
Yang tidak mungkin ditukar ganti
Dengan sesuatu apapun di dunia ini
Agar jiwaku damai kembali

Aku ingin cinta-Mu wahai ilahi...



Satu Cinta

Album : Kepasrahan
Munsyid : Star5 Duo
http://liriknasyid.com


Ku memohon dalam sujudku padaMu
Ampunkanlah sgala dosa dalam diri
Ku percaya Engkau bisa meneguhkan
Pendirianku, keimananku


Engkau satu cinta yang slamanya aku cari
Tiada waktu kutinggalkan demi citaku kepadaMu
Walau seribu rintangan kan menghadang dalam diri
Ku teguhkan hati ini, hanya padaMu kupasrahkan


Oh Tuhan selamatkanlah hamba ini
Dari segala fatamorgana dunia
Oh Tuhan jauhkanlah hamba ini
Dari hidup yang sia-sia









~End Of Post~

Read More »

Sajak : Walking In The Rain

0 comments
Yesterday
I saw you
Again, in the heavy rain
You are all soaking wet
I offer you my umbrella
But you refused
"No thanks, I'm fine."
You uttered, again.



Today
I saw you, again.
Walking in the heavy monsoon rain.
Again, my umbrella is offered.
And again, you refused.
"Don't bother. I'm already wet"
A little bit different from before.
And now I can't stop myself from asking.
Curiosity level increased tremendously

"Why?"
But you kept on walking.
Leaving me behind.
I ran in front of you
Raised my hand on your shoulder
"Why do you always wet yourself in the rain?"

Suddenly the lightning strikes.
I can saw your face clearly.
Your eyes are red, of tears.
"I'm sorry, I didn't meant to."
You stood still for a while.
"I chose to walk in the rain."
Your eyes were still red with tears.
"For nobody will notice I was crying."

"But why? Why you need to cry?"
Silent still, again.
"Because, I'm a sinful person.
I hope that Allah will wash away my sins while I'm repenting here."
Then again, silence.

"Why? What are your sins?"
You stared at my face, a dull stare.
"I always forgets Him. For me, that is a sin."
Then you walk away.
Leaving me wondering.
But his final word kept me thinking.

Allah, where do I put You in my life?

He can cry just by feeling away from you.
But me?

Then tears rolling over my cheek.
Heavily, as heavy the rain.
And I removed my umbrella.
Letting myself all wet.
Walking in the rain.
Leading back home with all resurrected heart.
A heart with a new hope.
That I will not let it live without Allah anymore.

Allah, please forgive me for forgetting you.


Walking In The Rain
-umairzulkefli-
-0715Hrs-
-211110-
-V2A-002-


~End Of Post~

Read More »

Lirik : Opick - Cahaya Hati

0 comments
Tatkala hati itu sepi
Terasa ia tidak keruan
Merasakan ia melemah
Tidak tahu ke mana harus dituju

Maka ingatlah, Allah itu ada
Dia adalah penyelesaian
Cintanya yang hilang
kerana itu hatimu tidak tenang

Kembalilah wahai jiwa
kembalilah kepada-Nya
Nescaya kau kan kembali bertenaga
Piala hatimu kan kembali bercahaya





Cahaya Hati



Album : Cahaya Hati
Munsyid : Opick
http://liriknasyid.com


Alloh Engkau Dekat
Penuh Kasih Sayang
Takkan Pernah Engkau Biarkan
HambaMU Menangis

Karna KemurahanMU
Karena Kasih SayangMu

Hanya Bila DiriMu
Ingin Nyatakan Cinta
Pada Jiwa-jiwa
Yang Rela Dia Kekasihmu

Kau yang Slalu Terjaga
yang Memberi segala

Alloh Rohman, Alloh Rohim
Allohu Ya Ghofar Ya Nurul Qolbi
Alloh Rohman, Alloh Rohim
Allohu Ya Ghofar Ya Nurul Qolbi

Disetiap Nafas Disegala Waktu
Semua Bersujud Memuji Memuja AsmaMu

Kau yang slalu Terjaga
Yang Memberi Segala...

Alloh Rohman, Alloh Rohim
Allohu Ya Ghofar Ya Nurul Qolbi
Alloh Rohman, Alloh Rohim
Allohu Ya Ghofar Ya Nurul Qolbi

Setiap Makhluk Bergantung PadaMu
dan Bersujud Semesta UntukMu
Setiap Wajah Mendamba CintaMu Cahyamu

Alloh Rohman, Alloh Rohim
Allohu Ya Ghofar Ya Nurul Qolbi
Alloh Rohman, Alloh Rohim
Allohu Ya Ghofar Ya Nurul Qolbi

Ya Alloh Ya Romah Ya Alloh 3x


~End Of Post~

Read More »

Luahan : Hakikat Kelemahan

0 comments
"Akhi, apa pendapat antum kalau ada ikhwah tu kata dia tidak layak untuk mendampingi bakal pasangannya?"

"Ni nak curhat ke apa?"

"Jawab je la."

"Merasa diri tidak layak, kerana dia punya kelemahan?"

Dia cuma mengangguk.

"Kerana dia merasakan bakal pasangannya itu jauh lebih baik daripadanya?"

Dia masih mengangguk.

"Akhi, siapalah kita untuk menghakimi diri kita. Siapalah kita untuk menghakimi orang lain? Hakikatnya jika Allah mentakdirkan kita dengan seseorang, pastinya Allah punya rencananya."

Dia cuma terdiam.

"Terkadang Allah memberikan kita sesuatu yang kita rasakan tidak layak kita memperolehinya, kerana Dia mahu mengangkat kita ke darjat yang lebih tinggi."

Allah...

Lalu dia hanya berjalan. Sepi tiada bicara. Lubuk hatinya bermain pedang perasaan. Mengharapkan sekelumit kekuatan.

'Allah, bagaimanakah percaturanmu buat diri ini?'

Lalu sekeping kertas dikeluarkan. Pena menari dengan rancaknya. Dia tidak berfikir apa-apa. Tangannya digerakkan terus dari hati. Sebuah puisi dinukilkan. Mengharap secebis kekuatan, daripada yang Maha Kuat.



Hakikat Kelemahan

Kerana namaku manusia
Maka wajar diriku untuk melemah
Namun ia bukanlah alasan
Bagi menutupi segala kesalahan

Terkadang terjelopok kita jatuh
Terasa bangkit itu tiada gunanya
'Berpura mati' itu hakikatnya lebih mudah
Berbanding bangkit menghapus duka lara

Namun ingatlah wahai diri
Hidup bukan di dunia cuma
Alam akhirat masih banyak soalnya
Sudahkah kita bersedia wahai diri

Kerana kita cumalah hamba
Maka pastilah kekurangan kita punya
Namun ia bukanlah alasan
Yang boleh diberi kepada tuhan

Aku lemah, kerana itu aku bermaksiat
Aku terlupa, kerana itu aku tidak beribadah
Aku manusia, kerana itu aku lupa
Aku hamba, kerana itu aku kekurangan

Cukup, cukup, cukup wahai diri
Cukuplah kepada dirimu alasan diberi
Jangan kepada tuhan alasan itu kauberi
Kerana tuhan tidak mahu mendengar itu semua

Memang Allah itu Maha Mendengar
Namun sekadar alasan tidak akan mengubah apa-apa
Yang sepatutnya kita tampilkan
Adalah keteguhan kita untuk memperbaikinya

Usah takut pada kegagalan
Usah risau akan ketewasan
Kerana kau telahpun temui kejayaan
Tika kau bangkit dari kejatuhan

Tetaplah bangkit wahai diri
Allah berserta orang-orang beriman itu senantiasa memerhatikanmu
[9:105]

Panggilan dari Tanah Suci melenyapkan lamunan. Suara ibu kedengaran daripada pembesar suara telefon bimbitnya. Sesaat lamanya dia mengadu rindu dan meluahkan rasa.

"Ma, rasa penatlah. Tak larat nak terus perbaiki diri."

"Memanglah penat, kita hidup di dunia. Sebab tu kita kena kembali kepada Allah."

'Allah.....'

"Tu yang sedihnya, rasa jauh daripada Allah. Apabila maksiat tidak lagi terasa di hati, maka nantikanlah saatnya iman tercabut dari diri. Along rasa takut Ma."

"Bersyukurlah kita masih rasa. Jangan sampai hilang rasa. Along kena bersyukur. Ramai yang kena uji, tapi Along masih dapat rasa nak kembali kepada Allah."

Dan tangisan itupun meledak.

"Malu tengok angah dah mula baik. Dia jauh lagi bersemangat nak baiki diri."

"Jangan sekadar malu, jadikan dia inspirasi. Along kena kuat juga, terus baiki diri."

Dia terdiam dalam tangisan.

"Along, bersabarlah ya. Ingat, Allah masih beri kita nyawa, pasti Dia punya rencana. Dia belum ambil nyawa kita lagi, pasti Dia bagi peluang untuk kita bertaubat. Kuatkan diri ya long."

"Insya-Allah."

Seketika kemudian, panggilan diputuskan.
Air mata diseka.
Dia ingin bangkit.
Dan berharap bangkitnya kali ini tiada jatuhnya lagi.
Dan jika masih terjatuh, dia akan tetap bangkit.
Kerana dia masih hidup!





~End Of Post~

Read More »

Lirik : Rapuh

0 comments
Hati itu Al-Qalb.
Qalaba dari segi bahasa bermaksud perbuatan memutar atau menerbalikkan.
Dan seperti itulah hati.
Hati sangat mudah berbolak-balik.
Hati sangat amat tidak dapat dijangka.
Hati itu rapuh.
Kerana itu kita perlu memeliharanya.

hati yang rapuh




Kebelakangan ini hati ini merasakan ketidakstabilan yang melampau-lampau.
Nafsu mengatakan "Ya!"
Namun diri ini mengetahui bahawa iman mengatakan, "Aku menderita!"
Namun ia hanya dikeTAHUi, tidak dapat diRASAi.
Apakah ini indikasi hati mula mengeras?
Na'uzubillah min zaalik...

Wahai hati, takutlah akan Suu Al-Khotimah...
Tidak ingatkah kau akan sabda Nabi,

Demi Allah Yang tiada Tuhan melainkanNya, sesungguhnya salah seorang dari kalangan kamu akan beramal dengan amalan ahli syurga, sehingga jarak antaranya dan syurga tidak lebih dari sehasta, lalu dia didahului oleh ketentuan tulisan kitab lantas
dia mengerjakan amalan ahli neraka lalu dia memasuki neraka..
[H.R. Bukhari dan Muslim]
Allah...
Ampuni kami ya-Allah...
Hati kami rapuh ya-Allah...
Selalu kami bertaubat..
Namun kami sering kembali bermaksiat..
Kami tahu Engkau Maha Mengetahui isi hati kami
Namun kami tetap mengatakan yang kami bukan melakukannya kerana sombong kepada-Mu
Tetapi kerana hati kami yang rapuh ini tidak kuat melawan kehendak nafsu yang ditunggangi syaitan.

Kuatkan kami ya-Allah
Kembali mencintai-Mu
Kembali mencari redha-Mu
Dengan pengembalian yang sesungguh-sungguhnya.

Terimalah ya-Allah..
Terimalah...



Artist : Opick
Lirik Lagu : Opick - Rapuh
Opick - Rapuh

detik waktu terus berjalan
berhias gelap dan terang
suka dan duka tangis dan tawa
tergores bagai lukisan

seribu mimpi berjuta sepi
hadir bagai teman sejati
di antara lelahnya jiwa
dalam resah dan air mata
kupersembahkan kepadaMu
yang terindah dalam hidup

meski ku rapuh dalam langkah
kadang tak setia kepadaMu
namun cinta dalam jiwa
hanyalah padaMu

maafkanlah bila hati
tak sempurna mencintaiMu
dalam dadaku harap hanya
diriMu yang bertahta

detik waktu terus berlalu
semua berakhir padaMu
p/s: Duhai teman...doakan aku. Kumohon, doakan.

~End Of Post~

Read More »

Puisi : Nukilan Final Exam

0 comments
 Nukilan Final Exam
 
 
Exam juga adalah ujian
Bukti komitmen kita dengan tuhan
Apakah kita kekal bertahan
Dengan nilai-nilai keimanan
Ataupun hanyut dengan 1001 alasan kesibukan

Kitalah yang menentukan
Apakah mahu menikmati Syurga ‘Adnan
Ataupun secebis nikmat Syurga keduniaan
Di tangan kitalah terletaknya pilihan

Mari saling berpimpinan tangan
Mencari bahagia yang tiada batasan
Sudah tentu bukan dunia punya lapangan
Tetapi akhirat yang tiada sempadan

Terus jaga iman!



~End Of Post~

Read More »