Showing posts with label Misi Dan Riset. Show all posts

Mikroba Bisa Hidup di Mars Jutaan Tahun

0 comments
http://astronesia.blogspot.com/
Strain bakteri Conan Deinococcus radiodurans.

Astronesia-Ada satu bakteri yang dinamai "Conan the Bacterium" alias Bakteri Conan karena kekuatan bertahan hidupnya, yakni Deinococcus radiodurans. Bakteri tersebut sebelumnya dikatakan mampu bertahan dari radiasi.

Kini, secara teori, bakteri tersebut pun disebut bisa bertahan hidup di Mars hingga jutaan tahun. Kemampuan bertahan hidup yang dimaksud di sini adalah kemampuan menjalani masa dormansi atau tidur lama saat kondisi ekstrem.

Telaah teoretis tersebut muncul dari eksperimen Lewis Dartnell dari University College London dan koleganya. Mereka membekukan bakteri tersebut pada temperatur -79 derajat celsius, temperatur rata-rata di Mars. Setelah dibekukan, bakteri dipapar sinar gama dengan dosis tertentu dalam jangka waktu lama untuk mengetahui respons bakteri terhadap radiasi.

Hasilnya, lewat simulasi itu, tim peneliti menyimpulkan bahwa bakteri tersebut bisa tetap bertahan hidup selama 1,2 juta tahun di lingkungan Mars sebelum akhirnya populasi mereka berkurang menjadi hanya sepersejuta dari populasi semula.

Studi sebelumnya menunjukkan bahwa kemampuan bertahan hidup dari bakteri ini dipengaruhi oleh temperatur Mars yang membuat mereka membeku. Radiasi memiliki lebih sedikit efek buruk pada sel-sel yang membeku. "Suhu dingin bermanfaat di sini. Itu meningkatkan kesempatan untuk tahan dari radiasi," kata Dartnell.

Selain Deinococcus radiodurans, Dartnell juga meneliti tentang bakteri yang dia isolasi dari lembah kering di Antartika, tempat ketika suhu bisa mencapai -40 derajat celsius ketika musim dingin tiba. Bakteri tersebut berasal dari strain Brevundimonas. Hasil eksperimennya menunjukkan, bakteri itu bisa bertahan hidup selama 117.000 tahun di Mars.

Menanggapi eksperimen tersebut, Cassie Conley dari NASA mengungkapkan, "Semakin banyak kita belajar tentang makhluk hidup di Bumi, semakin banyak juga kita akan mengetahui bahwa makhluk hidup tersebut bisa hidup di luar Bumi."

Penelitian Dartnell dan koleganya dipublikasikan di jurnal Astrobiology yang terbit tanggal 17 Oktober 2010. 

kompas.com

Read More »

Foto-Foto Badai Maha Dasyat Yang Terjadi Di Tata Surya

0 comments
1.Foto Bintik Merah jupiter Dilihat oleh Voyager

http://astronesia.blogspot.com/
Credit: NASA/JPL-Caltech
Foto jarak dekat Great Red Spot Jupiter seperti yang terlihat oleh pesawat ruang angkasa Voyager.

2.Great White Spot di Saturnus

http://astronesia.blogspot.com/
Credit: Carolyn Porco and CICLOPS; NASA/JPL-Caltech/SSI
Gambar Saturnus diambil pada bulan Desember 2010 oleh pesawat ruang angkasa Cassini menunjukkan badai dengan batas garis lintang dan longitudinal dari 10.000 km dan 17.000 km, masing-masing. Tingkat lintang kepala badai kira-kira jarak dari London ke Cape Town. A "ekor" yang muncul dari ujung selatannya meluas jauh ke timur.

3. Neptune's Great Dark Spot

Neptune's Great Dark Spot
Credit: NASA/JPL-Caltech
Bintik gelap Neptunus, disertai dengan putih ketinggi-tinggian awan, seperti yang terlihat oleh pesawat ruang angkasa Voyager.

4.Badai Yang Sempurna
 
The Perfect Storm
Credit: NASA/JPL-Caltech/SSI
Sebuah badai besar di Saturnus telah berkembang dari sebuah titik kecil yang muncul 12 minggu sebelumnya di utara Saturnus tepatnya di pertengahan garis lintang. Badai ini masih aktif, badai ini adalah yang terbesar dan paling intens diamati di Saturnus oleh NASA Voyager atau pesawat ruang angkasa Cassini. Seperti yang terlihat dalam gambar Cassini ini dan lainnya, badai mengelilingi planet - yang lilitan pada lintang ini adalah 186.000 mil (300.000 kilometer). Dari utara ke selatan, mencakup jarak sekitar 9.000 mil (15.000 kilometer), itu merupakan sepertiga dari bentuk Bumi. Area ini mencakup seluas 1,5 miliar mil persegi (4 miliar kilometer persegi), atau delapan kali luas permukaan bumi. Frame di atas adalah pembesaran dari mosaik tengah yang terdiri dari 84 gambar terpisah.

5. Hexagon Aneh Di Saturnus

Bizarre Hexagon Spotted on Saturn
Credit: NASA/JPL/University of Arizona
Sebuah fitur enam sisi yang aneh mengelilingi kutub utara Saturnus dekat 78 derajat lintang utara telah tertangkap oleh spektrometer pemetaan visual dan inframerah pada pesawat ruang angkasa Cassini NASA.

Space.com

Read More »

Planet Raksasa Bangkit dari 'Kematian'

0 comments
http://astronesia.blogspot.com/
Ilustrasi
 
Astronesia-Sebuah planet raksasa yang diduga oleh para astronom sudah mati ternyata masih 'hidup'. Seperti apa?

Analisa terbaru dari Hubble Space Telescope menemukan bahwa cahaya terang dari bintang Fomalhaut merupakan planet exoplanet besar.

Hal ini bertentangan dengan studi sebelumnya yang menyebutkan bahwa planet bernama Fomalhaut B itu hanya awan debu raksasa.

"Kami duga objek ini merupakan planet sungguhan ketimbang sebuah awan debu raksasa," ujar John Debes dari Space Telescope Science Institute di Baltimore, AS, seperti dikutip dari Mashable.

Kisah planet Fomalhaut B ini dimulai pada November 2008. Ketika astronom dari teleskop Hubble mengumumkan keberadaan planet itu yang berada di bintang Fomalhaut, dari konstelasi bintang Piscis Austrinus

Pihak Hubble mengatakan bahwa Fomalhaut B merupakan planet di luar tata surya pertama yang bisa dilihat langsung.

Read More »

Seoul Jadwalkan Tanggal Baru Peluncuran Roketnya

0 comments

ilustrasi

Astronesia-Korea Selatan kemungkinan akan menetapkan tanggal baru bagi peluncuran roket ruang angkasa pertamanya Senin setelah bagian roket buatan Rusia yang cacat membuat mustahil bagi peluncuran roket itu pekan lalu, kata para pejabat.

Komite Persiapan Peluncuran akan bertemu pada pukul 11.00 waktu setempat untuk memutuskan kapan peluncuran Roket Ruang Angkasa Korea Vehicle-1 (KSLV-1) akan berlangsung.

Roket, juga dikenal sebagai Naro-1, semula dijadwalkan akan diluncurkan Jumat, namun peluncuran dibatalkan karena segel karet rusak di konektor antara landasan peluncuran dan tahap pertama mesin dorong roket.

Korea Selatan telah sepakat untuk mengirim segel yang rusak itu kembali ke pabriknya di Rusia, Pusat Riset Negara dan Produksi Ruang Angkasa Khrunichev, untuk melihat apakah segel tersebut adalah satu-satunya masalah atau jika pecah menyebabkan masalah lainnya terdeteksi, seperti kesenjangan antara segel dan bagian di sekelilingnya, kata Lembaga Penelitian Ruang Angkasa Korea (KARI), pengembang program utama ruang angkasa Korea Selatan.

Proses ini akan memakan waktu minimal empat-lima hari, katanya, yang berarti peluncuran di dalam tanggal yang ditetapkan sebelumnya, yang berakhir pada Rabu, tidak akan mungkin.

"Pada pertemuan hari ini, Komite Persiapan Peluncuran akan meninjau laporan dari Komite Uji Terbang, yang diadakan di Naro Space Center pada Sabtu, dan mendiskusikan rencana masa depan untuk peluncuran Naro-1," kata KARI dalam pernyataan yang disiarkan.

Hanya ada periode tertentu sepanjang tahun kapan satu roket ruang angkasa dapat dikirim ke ruang angkasa karena berbagai masalah, seperti kegiatan surya.

Seorang pejabat KARI mengatakan, jendela waktu seperti itu hanya dibuka sampai pertengahan November tahun ini.

Sebelumnya sudah dua kali Korea Selatan berupayauntuk mengirimkan KSLV-1 ke ruang angkasa pada Agustus 2009 dan Juni 2010 namun berakhir dengan kegagalan.

tvonenews.com

Read More »

Kembali ke Bumi, Dragon Bawa Muatan Aneh: Darah Astronot

0 comments

SpaceX Dragon akan kembali ke Bumi
Space X Menuju Bumi
Astronesia-Kapsul Dragon milik perusahaan swasta Space X, akan menyelesaikan misi bersejarahnya, mengangkut kargo ulang alik ke dan dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Dari Bumi ia membawa perlengkapan penelitian ilmiah seberat 425 kg, juga benda-benda personal lain termasuk es krim kombinasi cokelat dan vanila yang ditempatkan dalam mesin pendingin khusus.

Lantas apa yang akan dibawa Dragon dari ISS? Seperti dimuat SPACE.com, Dragon akan mengangkut sejumlah benda aneh dan tak lazim dari ISS: darah dan urin para astronot.

Ratusan sampel darah dan urin, sebagian disimpan dalam  bungkus plastik, lainnya dalam tabung suntik akan dijejalkan dalam kapsul Dragon yang dijadwalkan meninggalkan ISS pada Senin 28 Oktober 2012, setelah pukul 09.00 EDT atau 20.00 WIB.

"Biosampel, hasil eksperimen, dan perangkat keras diangkut dalam #Dragon. Pintu kini telah ditutup. Pemberhentian terakhir: Bumi!," demikian tulis pejabat SpaceX dalam Twitternya Sabtu lalu.

Total kargo yang dibawa pulang Dragon seberat 907 kilogram. Terdiri dari hasil eksperimen dan mesin dari ISS. Namun para ilmuwan Badan Antariksa AS, NASA justru lebih tertarik dengan sampel darah dan urin yang dibawa pulang.

Ada 384 tabung suntik berisi urin, 112 tabung darah., Beberapa di antaranya menunggu setahun sebelum dikirim ke para ilmuwan di Bumi. Sampel-sampel tersebut, darah dan urin, diambil dari tubuh para astronot sebagai bagian dari dua eksperimen untuk mempelajari nutrisi para astronot dan bagaimana pola makan mereka membantu melindungi para astronot dari efek negatif jangka panjang dalam perjalanan ke luar angkasa, seperti pengeroposan tulang.

Ahli nutrisi dari Johnson Space Center, Scott Smith mengatakan bagi kebanyakan orang, muatan itu mungkin aneh. "Namun, jika bagi sebagian besar orang itu hanya urin, bagi kami adalah emas," kata dia. "Ada banyak ilmu pengetahuan datang dari sana."

Smith mengatakan, timnya belum menerima sampel darah maupun urin dari ISS sejak Juli 2011, saat NASA menghentikan misi ulang alik ke ISS. Sejak itu, sampel disimpan dalam kotak pendingin, sembari menunggu kedatangan kapsul Dragon.

Misi Dragon bolak-balik ke ISS adalah bagian dari misi "Commercial Resupply Service 1", kerjasama bernilai US$1,6 miliar antara Space X dan NASA.

Smith mengatakan, Dragon adalah kendaraan ulang alik yang tepat untuk sampel macam ini dari ISS. 'Kami bisa memulangkan bersamaan dengan kru memakai Soyuz (pesawat milik Rusia), tapi kapasitas kargo di Soyuz sangat terbatas," kata dia.

Saat pulang ke Bumi, Dragon diharapkan berhasil tercemplung di Samudra Pasifik, di pesisir selatan Kalifornia.

Tim pemulihan dari Space X akan membawa kapsul tersebut dan membawanya ke markasnya di McGregor, Texas. Sampel darah, urin, dan kargo lainnya akan dikirim ke Johnson Space Center NASA di Houston.

Sumber: SPACE.com

Read More »

Peneliti Rancang Kapsul Helikopter Penyelamat Astronot

0 comments

detail berita
Ilustrasi
Astronesia-Para peneliti menggarap sebuah kapsul luar angkasa baru yang dirancang untuk membuat astronot bisa mendarat dimanapun, termasuk di halaman rumahnya sendiri.

Dilansir dari Dailymail, Minggu (28/10/2012), kapsul luar angkasa tradisional membawa astronot ke Bumi dan mendaratkannya di permukaan tanah atau laut tanpa terkontrol. Namun, hal berbeda diharapkan terjadi ketika kapsul baru ini terwujud.

NASA berharap bahwa desain rotor baru yang tidak ditenagai bisa membuat astronot mendarat dimanapun tanpa harus merasakan hentakan atau tumbukan.

Berbeda dengan kapsul luar angkasa tradisional, pada desain kapsul ini parasut digantikan oleh rotor. Harapannya desain ini akan memberikan kestabilan serta pengendalian kapsul layaknya yang terdapat pada helikopter.

Desain tersebut menunjukkan rotor bisa dibangun dalam kerangka booster dan akan merentang seiring kapsul turun ke Bumi. Selanjutnya sirip pengendali akan terbuka di samping kapsul.

"Tujuan uji coba yang kami lakukan adalah untuk memperlajari bagaimana membuat rotor mulai bernputar," ujar teknisi di Johson Space Center, Jeff Hagen

Read More »

Video : Antisipasi Ancaman Asteroid dengan Tembakkan "Paintball"

0 comments

detail berita
Ilustrasi
Astronesia-Seorang akademisi lulusan MIT Department of Aeronautics and Astronautics, Sung Wook Paek mengusung konsep unik untuk menyelamatkan bumi dari ancaman asteroid atau benda luar angkasa berukuran besar yang kemungkinan akan menabrak bumi di 2029.

Sebuah asteroid besar bernama Apophis, memiliki ukuran diameter 1.148 kaki kabarnya akan menghantam bumi pada 2029. Sung memiliki ide dengan cara menembakkan "paintball" putih pada asteroid tersebut. Sehingga, perlahan asteroid itu akan menjauh dari bumi.

Dilansir Dvice, Minggu (28/10/2012), apabila konsep sebelumnya yang telah diketahui menggunakan metode sinar laser untuk menghancurkan atau membelokkan asteroid, kini Sung mengungkap konsepnya dengan menggunakan "paintball" khusus, yang merupakan dekorasi ulang dari asteroid virtual.

Asteroid virtual buatannya ini mampu memiliki daya ledak dengan estimasi lima ton cat berwarna putih. Sung menggunakan kalkulasi untuk menentukan dua ledakan asteroid virtual yang diluncurkan melalui pesawat luar angkasa.

Dengan ledakan "paintball" ini, maka seluruh bagian asteroid Apophis akan terselimuti dengan lima lapisan cat mikrometer berwarna putih, di mana warna putih ini diyakini Sung akan menggandakan reflektivitas permukaan.

Dengan demikian, ini akan memberikan tekanan radiasi matahari atau kekuatan yang ditempatkan pada objek tersebut dengan foton matahari. Sehingga, asteroid itu secara bertahap akan bergerak menjauhi bumi.
Sung berharap, masih ada sekira 20 tahun atau lebih untuk terus mengembangkan konsep yang ia ciptakan. Ia mengatakan bahwa ini merupakan rencana jangka panjang untuk melewati masa kritis di 2029. Selain itu, warna putih pada sekujur asteroid itu juga bisa berfungsi sebagai "penanda", sehingga asteroid itu dapat lebih terlihat dan lebih mudah untuk dilacak.

Atas konsep uniknya ini, Sung berhasil memenangkan proposal penulisan paper tahun ini dengan tajuk Move An Asteroid 2012 Competition yang disponsori oleh Space Generation Advisory Council PBB. Sung juga mendapatkan apresiasi dari NASA, di mana konsepnya dijuluki sebagai "variasi inovatif" dengan memanfaatkan tekanan radiasi matahari.




Read More »

Galaksi Bima Sakti Mulai Diarsipkan

0 comments
Headline
Bima Sakti
 
Astronesia-Bintang di dalam galaksi Bima Sakti mulai diarsipkan. Seperti apa metode pengarsipannya?

Para astronom mengatakan bahwa mereka telah berhasil mengabadikan gambar yang mana berisi 84 juta bintang di galaksi kita ini.

Pencapaian yang diraih oleh tim ilmuwan di Paranal Observatory, utara Chile, disebut sebagai salah satu survei terbesar untuk bintang-bintang di galaksi Bimasakti; yang mana hasil gambarnya berukuran sampai gigapiksel.

"Ukuran resolusi tersebut kini lebih besar ketimbang gambar-gambar hasil survei sebelumnya," ungkap para peneliti di European Southern Observatory (ESO), seperti dikutip dari Straitstimes.

Dikatakan pula oleh mereka bahwa hasil survei ini membantu pemahaman kita bagaimana alam semesta yang terus bergerak. 

inilah.com

Read More »

Asteroid Membawa Air Ke Bumi?

0 comments
Asteroid Membawa Air ke Bumi
Air mungkin dibawa asteroid ke Bumi - Foto Alamy
Astronesia-Air yang membeku pada asteroid mungkin merupakan hal yang lebih wajar dari yang pernah dianggap sebelumnya, menurut penelitian baru yang akan membantu mendukung gagasan bahwa asteroid membawa kunci utama kehidupan ke Bumi.

Es air dan molekul-molekul organik yang membantu pembentukan dasar kehidupan telah ditemukan pada asteroid kedua yang disebut Cybele 65 oleh para astronom.

Penemuan tersebut dilaporkan dalam sebuah pertemuan para ilmuwan planet di Pasadena, di mana para ilmuwan mengatakan bahwa keberadaan es tersebut ikut mendukung teori-teori yang mengatakan bahwa kehidupan di Bumi berasal dari luar angkasa setelah dibawa ke sini oleh asteroid-asteroid.

Para peneliti mendapatkan penemuan yang sama pada bulan April tahun ini ketika mereka menemukan bukti pertama es pada asteroid bernama Themis 24.

Kedua asteroid ini dan penemuan terakhir ditemukan pada sabuk asteroid yang berada di antara Mars dan Jupiter.

"Penemuan ini mengindikasikan bahwa bagian tata surya kita memiliki kandungan es air lebih banyak dari yang diperkirakan," kata Profesor Humberto Campins yang merupakan seorang astronom dari Universitas Florida Tengah yang memimpin tim peneliti tersebut seperti yang dilansir oleh Telegraph.

"Hal ini mendukung teori bahwa asteroid-asteroid mungkin menghantam Bumi sekaligus membawa persediaan air serta blok-blok pembangun kehidupan untuk terbentuk dan berevolusi di planet kita."

Profesor Campins mempresentasikan penemuannya pada pertemuan tahunan Divisi Sains Planet Perkumpulan Astronomi Amerika di Pasadena, California.

Asteroid Cybele 65 yang berdiameter 289 km agak lebih besar dari asteroid Themis 24 yang berdiameter 199 km.

Read More »

Planet-Planet Dapat Terbentuk Di Pusat Galaksi

0 comments
http://astronesia.blogspot.com/
Hasil simulasi komputer tentang pembentukan galaksi-galaksi kerdil di sekitar Bima Sakti. (NASA/T. Brown-J. Tumlinson )

Astronesia-Planet-planet dapat terbentuk di pusaran kosmik atau galaksi termasuk Galaksi Bima Sakti, demikian hasil penelitian para astronom Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics.

Para astronom itu membuktikan temuan mereka dengan merujuk pada temuan awan hidrogen dan helium yang berada di tengah galaksi.

Dalam hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature, mereka menyatakan awan itu dapat mewakili remah-remah pembentuk planet yang mengorbit pada bintang tak-terlihat.

"Bintang yang tak-beruntung itu terlempar ke tengah lubang hitam. Sekarang (bintang) itu (masih) dalam perjalanan hidupnya dan ketika bintang itu bertahan dalam pusat (lubang hitam), piringan protoplanetnya tidak akan begitu beruntung," kata Kepala Astronom Peneliti, Ruth Murray-Clay.

Murray-Clay dan rekannya, Avi Loeb, mengatakan bintang yang baru lahir akan mempertahankan piringan gas di sekitarnya dan debu selama jutaan tahun.

Namun, jika sebuah bintang masuk ke pusat lubang hitam galaksi, menurut Murray-Clay, gelombang radiasi dan gravitasi akan membelah piringan itu dalam hitungan tahunan.

Meskipun piringan protoplanet itu hancur, bintang-bintang yang masih berada di lingkaran dapat menahan piringan itu. Dengan demikian, bintang-bintang itu dapat membentuk planet walau keadaan di sekitarnya justru bersifat memusnahkan.

Ketika bintang terus berada di tengah pusaran kosmik itu dalam beberapa tahun berikutnya, akan lebih banyak material luar piringan yang hancur dan menyisakan inti padat.

"Adalah hal menarik untuk berpikir tentang planet-planet yang membentuk begitu dekat dengan lubang hitam," kata Loeb.

Loeb menambahkan, "Jika peradaban manusia mengalami planet itu, kita dapat menguji teori gravitasi Einstein dengan lebih baik sekaligus dapat memanen energi bersih dengan membuang limbah ke lubang hitam."

Read More »

Cara Aneh Agar Bumi Terhindar dari Tabrakan Asteroid: Dicat

0 comments
Ilmuwan mencari cara menghindarkan Bumi dari bencana asteroid
Tabrakan Astroid

Astronesia-Asteroid tak boleh diremehkan. Pada 65 juta tahun lalu batu angkasa raksasa menghantam Bumi dan memicu punahnya spesies dinosaurus. Juga yang lolos dan memicu ledakan di Podkamennaya, Tunguska, Siberia, 30 Juni 1908. Ancaman makin besar seiring makin padatnya bumi.

Sementara, versi Hollywood fokus pada bahan peledak berjumlah besar atau mengirim pesawat luar angkasa dalam misi kamikaze untuk membelokkan asteroid, para ahli Amerika Serikat (AS) mengatakan, kenyataan mungkin lebih sederhana, atau lebih aneh.

Para ahli yakin, asteroid yang sangat pucat bisa merefleksikan cahaya matahari, dari waktu ke waktu, foton yang memantul dari permukaannya bisa menciptakan tenaga lebih dari cukup untuk mendorong asteroid dari lintasannya menuju Bumi.

Masalahnya, asteroid adalah batu angkasa yang gelap. Lalu bagaimana cara membuatnya pucat?

Para peneliti mengutarakan usul, menggunakan pistol paintball untuk menyemprotkan cat putih ke asteroid.

Sung Wook Paek, lulusan  Department of Aeronautics and Astronautics MIT mengatakan, di waktu yang tepat, kapsul berisi bubuk cat, diluncurkan dengan dua pesawat luar angkasa yang melayang dekat asteroid, di depan dan bagian belakang. Cara itu akan meningkatkan reflektivitasnya dua kali lipat. Nantinya, foton matahari akan membelokkan arah asteroid.

Proposal stategi yang diajukan Paek memenangkan ajang  2012 Move an Asteroid Technical Paper Competition,  yang disponsori Space Generation Advisory Council, salah satu lembaga di bawah PBB, yang menghimpun solusi-solusi kreatif yang terkait dengan masalah luar angkasa dari pelajar maupun profesional muda. Paek mempresentasikan makalahnya bulan ini pada International Astronautical Congress di Naples, Itali.

Strategi paintball Paek sebenarnya adalah pengembangan dari solusi yang diajukan pemenang tahun lalu, yang mengajukan usul, membelokkan asteroid dengan awan kapsul berisi cat padat.

Dalam proposalnya, Paek menggunakan Asteroid Apophis sebagai studi kasus. Batu angkasa seberat 27 gigaton diketahui akan melayang dekat Bumi pada tahun 2009, kemudian tahun 2036.

Paeh menyebut, lima ton cat dibutuhkan untuk menutupi permukaan asteroid yang berdiameter 1.480 kaki atau 451 meter.

Dengan memanfaatkan periode rotasi asteroid rotasi, pesawat diluncurkan untuk menutupi bagian muka asteroid dengan cat, lalu bagian belakang.

Saat pelet menghantam permukaan asteroid, mereka akan meledak, menutupi permukaan batu angkasa itu dengan cat setebal 5 mikrometer.

Dari perhitungannya, Paek memperkirakan, butuh waktu 20 tahun untuk mengakumilasikan tekanan radiasi matahari, agar sukses mendorong asteroid.

Sementara, menurut dia, meluncurkan kapsul cat dengan roket tradisional mungkin bukan ide baik. Karena peluru bisa pecah akibat dorongan roket. Lebih baik jika peluru itu dibuat di Stasiun Luar Angkasa Internasional misalnya.

Tak hanya cat, kapsul juga bisa diisi dengan aerosol, untuk memperlambat laju astorid. "Atau Anda mungkin ingin sekedar mengecat sebuah asteroid agar ia lebih mudah diawasi dari Bumi, menggunakan teleskop," kata Paek. "Ada banyak kegunaan lain dalam metode ini."

Bom nuklir
Sebelumnya, sejumlah ilmuwan telah mengusulkan berbagai metode untuk menghindari tabrakan asteroid. Beberapa di antaranya mengusulkan proyektil atau pesawat luar angkasa untuk ditabrakkan dengan asteroid yang berpotensi menabrak Bumi. Badan Luar Angkasa Eropa atau European Space Agency (ESA) saat ini sedang menginvestigasi kemungkinan menggunakan cara ini.

Metode lain, salah satunya dengan meledakkan sebuah bom nuklir di dekat asteroid atau menggunakan  pesawat ruang angkasa sebagai 'traktor gravitasi', tujuan keduanya sama, yakni membelokkan arah asteroid. 

sumber: viva.co.id

Read More »

Babak Baru Pencarian Alien

0 comments

foto

Astronesia-Penemuan planet baru di Alfa Centauri, yang hanya berjarak 4,3 tahun cahaya dari Bumi, mengobarkan kembali semangat berlomba menemukan planet kembaran Bumi yang mungkin dihuni oleh kehidupan extraterrestrial. Planet baru itu, Alfa Centauri Bb, diyakini sebagai planet pertama dengan massa mirip bumi. Planet itu juga diyakini mengitari bintang serupa matahari.

Babak baru pencarian kehidupan asing di luar Bumi ini juga didukung dengan pembangunan teleskop berkekuatan super, yang beberapa kali lipat lebih besar dan canggih daripada teleskop yang ada sekarang. Termasuk satu teleskop antariksa baru yang akan menggantikan posisi Teleskop Antariksa Hubble. Pada saat yang sama, diskusi ilmiah soal kemungkinan adanya kehidupan asing juga semakin mengemuka.

“Para ilmuwan sangat senang bisa berbicara secara rasional soal kemungkinan adanya kehidupan di luar sana,” kata Bob Nichol, astronom di Portsmouth University, Inggris.

Nichol mengatakan bahwa penemuan planet-planet baru, seperti planet baru yang teridentifikasi di tata bintang Alfa Centauri pada pekan lalu, juga mendorong semangat itu. Lebih dari 800 eksoplanet—sebutan untuk planet di luar tata surya kita—telah ditemukan sejak awal 1990-an.

“Ledakan jumlah planet membuat peluang itu semakin besar,” kata Nichol. Dia menambahkan bahwa banyak format kehidupan yang ada di bumi adalah indikasi, meski bukan bukti, ada kehidupan di luar sana.

Ilmuwan dari Geneva Observatory mengatakan bahwa planet terbaru yang mereka temukan ini terlalu dekat dengan bintang induknya sehingga kecil kemungkinan planet itu bisa mendukung adanya kehidupan. Namun studi sebelumnya menunjukkan bahwa ketika ada sebuah planet ditemukan mengorbit sebuah bintang, biasanya ada planet lain di tata bintang tersebut.

Dengan penemuan itu, beberapa astronom lain kini mulai menyisir Alfa Centauri guna mencari planet lain yang mengitari bintang itu, terutama di zona yang cukup hangat untuk dapat dihuni makhluk hidup.

“Sangat realistis jika berharap bahwa dalam beberapa dekade mendatang kita bisa menyimpulkan apakah sebuah planet seperti bumi mempunyai oksigen atau ozon di atmosfernya, dan apakah permukaannya tertutup vegetasi,” kata Martin Rees, Astronomer Royal Inggris.

Dalam dasawarsa mendatang, dua teleskop baru itu akan menjadi mata dan telinga yang membuat para ahli astronomi mampu melihat dan mendengar alam semesta dengan lebih dalam dan luas. Square Kilometre Array (SKA) adalah teleskop radio yang berlokasi di Australia dan Afrika Selatan. Sedangkan Extremely Large Telescope Eropa (E-ELT) yang berlokasi di puncak pegunungan di Gurun Atacama, Cile, akan menjadi teleskop optik terbesar yang pernah dibuat.

Tugas utama kedua teleskop itu adalah mengusut asal usul dan sifat galaksi di alam semesta. Keduanya juga harus mencari sinyal kehidupan lain di planet-planet yang hingga kini hanya terlihat dalam detail kasar.

“Dengan kemampuan teleskop baru ini, kemungkinan pendeteksian adanya kecerdasan di luar bumi (extraterrestrial intelligence) pada beberapa dekade mendatang akan jauh lebih besar daripada saat ini,” kata Mike Garrett, direktur jenderal Astron, Institut Astronomi Radio Belanda.

Dengan diameter cermin hampir 40 meter, E-ELT sanggup mengungkap planet-planet yang mengorbit bintang lain dan menghasilkan gambar yang ketajamannya 16 kali lipat dibanding Hubble Space Telescope.

Sedangkan teleskop radio SKA yang akan rampung pada 2024, akan memiliki 3.000 cakram, masing-masing selebar 15 meter. Secara keseluruhan, rangkaian teleskop ini sanggup melihat 10 kali lipat lebih jauh ke dalam alam semesta dan mendeteksi sinyal yang 10 kali lebih tua. Termasuk sinyal yang mungkin dipancarkan oleh radar militer dari jutaan bintang terdekat.

“Jadi, jika ada peradaban maju di planet yang berada di sekitar bintang-bintang tersebut, kami akan bisa melihatnya,” kata Nichol.

Isobel Hook, astrofisikawan Oxford University yang bekerja di E-ELT, mengatakan bahwa teleskop baru ini akan mendorong pencarian kehidupan cerdas di luar bumi pada babak yang baru. “Teleskop ELT akan membantu kita mempelajari atmosfer planet ekstrasolar dan mencari tanda-tanda biologis, seperti air, karbon dioksida, dan molekul oksigen dalam spektrumnya,” kata Hook.

Dengan perlengkapan yang tepat, Hook mengatakan, ELT mungkin dapat menggunakan spektroskopi guna mempelajari panjang gelombang cahaya yang dipantulkan oleh sebuah obyek. “Sehingga teleskop itu dapat mendeteksi indikasi adanya vegetasi di planet yang jauh,” ujarnya. 

tempo.co

Read More »

Cheops, Satelit Khusus untuk Temukan Planet Mirip Bumi

0 comments
Satelit Cheops. Image credit: University of Bern
Astronesia-Hal yang besar tidak selamanya lebih baik. Nampaknya pemikiran itulah yang menginspirasi ESA untuk membuat sesuatu dengan biaya rendah namun bernilai sains tinggi. Pada bulan Maret lalu ESA mengadakan sayembara untuk mencari ide-ide baru yang berfokus pada pencarian planet-planet baru yang mirip Bumi. Dari 26 proposal yang diajukan, ESA telah menyetujui sebuah proposal yang berisi misi baru yang nantinya akan diluncurkan pada 2017.

Cheops yang merupakan singkatan dari  CHaracterising ExOPlanets Satellite merupakan ide yang dipilih oleh ESA dengan pertimbangan biaya misi yang rendah dengan hasil yang "besar". Direncanakan Cheops akan melakukan misi ini selama 3,5 tahun dan akan beroperasi pada orbit rendah Bumi pada ketinggian 800 km sehingga bebas dari distorsi atmosfer Bumi. Cheops akan memfokuskan penelitian pada bintang yang sudah dikonfirmasi memiliki planet yang mengorbitnya.

Dengan memantau tingkat kecerahan bintang dengan presisi tinggi, Cheops akan mencari tanda-tanda "perjalanan" dari sebuah planet melintasi bintang tersebut sehingga Cheops juga adapat mencari planet kecil yang selama ini mustahil untuk ditemukan dengan teleskop berbasis di Bumi.

Misi Kepler NASA berhasil menemukan 77 planet dengan 2321 kandidat planet lainnya. Tidak satupun diantara planet tersebut yang bisa dianalisa dengan rinci karena letaknya yang sangat jauh. Cheops nantinya akan dapat mengukur dengan akurat radius, massa dan lain sebagainya dari planet-planet tersebut. Dengan diketahuinya massa, maka ilmuwan akan dapat mengetahui kepadatan dan struktur internet dari sebuah planet. Dari situ akan dengan mudah lagi diketahui atmosfer planet untuk kemudian dapat dianalisa apakah mendukung kehidupan atau tidak oleh teleskop berbasis Bumi (ground based).

Dengan berkonsentrasi pada exoplanet, Cheops akan memungkinkan para ilmuwan untuk membandingkan planet lain dengan Bumi dengan presisi tinggi yang tidak bisa kita lakukan sebelumnya dengan teleskop di darat," ucap Profesor Alvaro Gimenez-Canete, Direktur Sains dan Eksplorasi Robotik ESA.

www.astronomi.us

Read More »

Soyuz Angkut 32 Ikan Ke ISS

0 comments
Soyuz angkut 3 manusia dan 32 ikan ke ISS
Soyuz Angkut Ikan Ke ISS

Astronesia-Roket Soyuz milik Rusia menembus langit biru dari pelabuhan antariksa, Baikonur Cosmodrome di Kazakhstan pada Selasa 23 Oktober 2012 pukul 10.51 GMT atau 17.51 WIB. Dengan tujuan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Selain membawa seorang astronot AS bernama Kevin Ford, dua kosmonot Rusia, Oleg Novitskiy dan Evgeny Tarelkin, kapsul Soyuz juga membawa serta 32 ikan kecil mengorbit bumi. Para astronot dan kosmonot akan bergabung dengan tiga kru lain dalam misi selama lima bulan di ISS.

Lalu untuk apa ikan-ikan itu dibawa?

Ternyata, 32 ikan jenis medaka menjadi bagian dari eksperimen untuk mempelajari bagaimana ikan beradaptasi dalam ruang tanpa gravitasi.

Ikan-ikan itu tentu saja tidak akan dilepas begitu saja, namun diletakkan dalam sebuah tangki khusus, yang disebut Aquatic Habitat yang sudah terlebih dahulu dikirim ke ISS.

"Saya telah melatih ikan-ikan itu. Mereka lebih besar dari ikan guppy," kata Kevin Ford sebelum penerbangan. "Jadi kapsul berisi 32 ikan dan kami bertiga."

Selain ikan, kapsul tersebut juga mengangkut benda tak biasa lain yakni mainan bentuk kuda nil yang dibawa Oleg Novitskiy, hadiah dari putrinya, Yana.

Bukan hanya sekedar benda sentimentil, mainan itu juga punya kegunaan secara ilmiah. Sebagai indikator saat Soyuz mencapat lingkungan tanpa bobot di luar angkasa. "Perjalanan ini akan menjadi istimewa. Bagiku, ini kenangan yang tak akan terlupakan," kata Novitskiy.

Ini adalah perjalanan luar angkasa kedua bagi Ford, seorang veteran pilot ulang alik. Sementara bagi Novitskiy dan Tarelkin, ini adalah yang pertama.

Misi ini agak berbeda dengan misi sebelumnya. Awak Soyuz biasanya diluncurkan melalui landasan luncur yang digunakan Yuri Gagarin yang menjadi manusia pertama di luar angkasa pada tahun 1961. Namun, karena landasan itu sedang direnovasi, peluncuran kali ini diluncurkan lewat landasan yang disebut Site 31.

Ketiga kru tersebut akan bergabung dengan astronot NASA, Sunita Williams, astronot Jepang  Akihiko Hoshide, dan kosmonot Rusia Yuri Malenchenko, yang telah menetap di ISS sejak Juli lalu. Williams yang seorang perempuan didaulat menjadi komandan kru Expedition 33.

Peluncuran Soyuz kemarin menambah kesibukan tiga kru yang duluan ada di ISS. Pada Minggu 28 Oktober nanti, giliran Dragon, kapsul luar angkasa milik perusahaan antariksa swasta, SpaceX yang ada di ISS akan kembali ke Bumi, membawa sejumlah kargo dari sana. Dua hari kemudian pada 31 Oktober giliran pesawat tak berawak Russian Progress yang akan diluncurkan dan berlabuh di ISS selama 6 jam, mengirim sejumlah kargo.

Tak cuma itu, tugas berat juga akan diemban para kru 1 November 2012 mendatang. William dan Hoshide akan berjalan di luar kapsul ISS untuk memperbaiki kebocoran amonia  dalam sistem pendingin laboratorium yang mengorbit itu.

Nantinya, setelah Williams, Hoshide dan Malenchenko kembali ke Bumi pada 19 November, Ford akan mengambil alih komando dan menjadi pemimpin misi Expedition 34.

viva.co.id

Read More »

Cabang-cabang Astronomi

0 comments
 

Astronesia-Astronomi dipisahkan ke dalam cabang. Perbedaan pertama di antara 'teoretis dan observational' astronomi. Pengamat menggunakan berbagai jenis alat untuk mendapatkan data tentang gejala, data yang kemudian dipergunakan oleh teoretikus untuk 'membuat' teori dan model, menerangkan pengamatan dan memperkirakan yang baru.

Bidang yang dipelajari dalam astronomi juga dikategorikan menjadi dua cara yang berbeda: dengan 'subyek', biasanya menurut daerah angkasa (misalnya Astronomi Galaksi) atau 'masalah' (seperti pembentukan bintang atau kosmologi); atau dari cara yang dipergunakan untuk mendapatkan informasi (pada hakekatnya, daerah di mana spektrum elektromagnetik dipakai). Pembagian pertama bisa diterapkan kepada baik pengamat maupun teoretikus, tetapi pembagian kedua ini hanya berlaku bagi pengamat (dengan tak sempurna), selama teoretikus mencoba menggunakan informasi yang ada, di semua panjang gelombang, dan pengamat sering mengamati di lebih dari satu daerah spektrum.

Berdasarkan subyek atau masalah

  • Astrometri: penelitian posisi benda di langit dan perubahan posisi mereka. Mendefinisikan sistem koordinat yang dipakai dan kinematika dari benda-benda di galaksi kita.
  • Kosmologi: penelitian alam semesta sebagai seluruh dan evolusinya.
  • Fisika galaksi: penelitian struktur dan bagian galaksi kita dan galaksi lain.
  • Astronomi ekstragalaksi: penelitian benda (sebagian besar galaksi) di luar galaksi kita.
  • Pembentukan galaksi dan evolusi: penelitian pembentukan galaksi, dan evolusi mereka.
  • Ilmu planet: penelitian planet dan tata surya.
  • Fisika bintang: penelitian struktur bintang.
  • Evolusi bintang: penelitian evolusi bintang dari pembentukan mereka sampai akhir mereka sebagai bintang sisa.
  • Pembentukan bintang: penelitian kondisi dan proses yang menyebabkan pembentukan bintang di dalam awan gas, dan proses pembentukan itu sendiri.
Juga, ada disiplin lain yang mungkin dipertimbangkan sebagian astronomi:
  • Arkheoastronomi
  • Astrobiologi
  • Astrokimia

Read More »

Angin Perusak Galaksi Ditemukan

0 comments
 
Angin perusak galaksi
Astronesia-Angin Perusak Galaksi Ditemukan. Observatorium infra merah luar angkasa Herschel milik European Space Agency (ESA) telah mendeteksi pergerakan Angin Perusak Galaksi. Angin ini terdiri dari molekul gas yang mengalir pergi dari galaksi.

Angin ini sudah dipantau selama bertahun-tahun dan diduga memiliki kekuatan yang cukup sebagai  Angin Perusak Galaksi Ditemukan. Ia akan memusnahkan galaksi yang terdiri dari gas dan menghentikan pembentukan bintang sejak dini.

Angin Perusak Galaksi Ditemukan dan dideteksi oleh Herschel sungguh sangat luar biasa. Sebagian bertiup sangat kencang, dengan kecepatan lebih dari 1.000 kilometer per detik. Angin ini 10 ribu kali lebih cepat dibandingkan dengan badai yang berhembus di Bumi.

“Ini kali pertama aliran gas molekular seperti itu bisa diamati dengan jelas dalam sebuah galaksi,” kata Echard Sturm, peneliti dari Max-Planck Institut, yang mengetuai penelitian, seperti dikutip dari Daily Galaxy, Rabu 11 Mei 2011.

Temuan ini, kata Sturm, merupakan hal yang penting karena bintang terbentuk dari gas molekular. Sementara aliran angin ini mencuri bahan-bahan milik galaksi yang dibutuhkan untuk membuat bintang baru. “Jika hembusannya cukup kuat, mereka bahkan bisa menghentikan total pembentukan bintang,” ucapnya.

“Dengan Herschel, kini kita bisa mempelajari apa pengaruh hembusan angin ini terhadap evolusi galaksi,” sebut Sturm.

Dari penelitian, disimpulkan bahwa hingga 1.200 kali lipat massa Matahari kita hilang setiap tahunnya akibat hembusan angin dahsyat tersebut. Jumlah itu sama dengan terkurasnya persediaan gas milik galaksi untuk membentuk bintang antara satu sampai 100 juta tahun ke depan. Padahal, gangguan terhadap pembentukan bintang memiliki efek buruk pada galaksi tersebut.

Angin ini sendiri bisa jadi disebabkan oleh pengeluaran partikel dan cahaya yang sangat intens dari sebuah bintang baru atau bisa juga oleh gelombang kejut yang berasal dari ledakan bintang tua. Alternatif lain, angin bisa dipicu oleh radiasi yang diakibatkan oleh zat-zat yang berputar kencang di sekitar lubang hitam, di tengah-tengah galaksi.

Read More »

Kisah Astronot Muslim Salat dan Dengar 'Azan' di Luar Angkasa

0 comments
Sheikh Muszaphar Shukor, astronot asal Malaysia salat dan puasa di ISS
Sheikh Muszaphar Shukor, astronot asal Malaysia salat dan puasa di ISS (spaceflight.nasa.gov)

Astronesia-Ada simbol persatuan yang diperlihatkan dalam ritual haji. Di mana jutaan orang salat dengan serentak menghadap ke satu titik, Ka'bah. Namun bukan berarti menyembah batu kubus itu. Begitu pula yang dilakukan umat muslim di pelosok dunia. Salat menghadap kiblat.

Namun, salat tak hanya dilakukan di Bumi. Penjelajahan manusia ke luar angkasa memungkinkan ibadah wajib umat Islam itu dilakukan di luar angkasa. Entah sebagai astronot mengemban tugas negara dan ilmu pengetahuan, atau sebagai turis.

Lantas yang jadi pertanyaan, menghadap ke mana jika seorang muslim berada di luar Bumi?

Pertanyaan itu pernah mengemuka saat astronot pertama asal Malaysia, Sheikh Muszaphar Shukor pergi ke luar angkasa 10 Oktober 2007 lalu, menumpang pesawat luar angkasa Rusia, Soyuz.

Perjalanan Shukor ke luar angkasa selama enam hari di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) bertepatan dengan Bulan Ramadan. Ia seorang muslim taat yang ingin menunaikan kewajiban salatnya tetap menghadap Mekah.

Itu yang menjadi masalah, ISS yang mengorbit 220 mil atau sekitar 354 kilometer di atas permukaan Bumi, di mana kiblat berubah dalah hitungan detik. Arah Ka'bah bahkan bisa berubah 180 derajat hanya dalam sekali salat.

Lembaga Antariksa Malaysia, Angkasa langsung menggelar sebuah konferensi yang diikuti 150 ilmuwan Islam untuk memecahkan masalah ini. Hasilnya, panduan beribadah di ISS yang disetujui komisi fatwa negeri jiran, kiblat bisa ditentukan berdasarkan "peluang" para astronot. Prioritasnya, dari yang utama adalah: Ka'bah, proyeksi Ka'bah, Bumi, menghadap ke manapun.

Jangankan tepat menghadap Ka'bah, menentukan proyeksinya pun tak semudah yang dibayangkan. Meski demikian, ibadah Shukor berjalan lancar. Ia bahkan menjadi muslim kesembilan yang membuktikan bahwa berada di angkasa bukan alasan untuk tak melaksanakan ibadah salat, juga puasa Ramadan.

Bahkan Shukor mengaku berjumpa dengan keajaiban. "Setiap orang yang berkesempatan ke luar angkasa akan merasakan sebuah keajaiban. Selama perjalananku yang bertepatan dengan Ramadan, aku seperti mendengar suara azan di Stasiun Luar Angkasa Internasional," kata dia dalam wawancara eksklusif dengan Anadolu Agency (AA).

Dia menjelaskan, astronot lainnya tidak tahu tentang azan. "Tapi aku mendengar panggilan itu secara fisik, nyata. Anda mungkin tak akan terkekut jika mendapat pengalaman seperti saya ketika berada di luar angkasa, saat Anda merasa begitu dekat dengan Allah di setiap detiknya."

Seperti halnya astronot lain, Shukor merasakan pengalaman spiritual saat melihat betapa kecilnya Bumi. Dan tak habis pikir bagaimana manusia bisa saling membunuh di dalamnya.

Dari atas langit ia juga melihat dampak polusi udara, bagaimana dunia berubah secara negatif seperti lapisan ozon yang makin lama makin rusak dan bolong.

Sebelum Shukor menjejakkan kakinya ke luar angkasa. Sejarah mencatat, astronot muslim pertama mengangkasa pada 17 Juni 1985. Sultan Salman Al Saud, namanya,ikut dalam misi ruang angkasa STS-S1G menggunakan pesawat Discovery milik Amerika Serikat.

Sementara Anousheh Ansari asal Iran menjadi wanita muslim pertama yang terbang ke luar angkasa.

Pada 18 September 2006, beberapa hari setelah ulang tahunnya ke 40, dia terbang ke angkasa. Hebatnya, dia membiayai sendiri perjalanannya itu.

Read More »

Video: Evolusi 13,5 miliar tahun galaksi Bimasakti

0 comments
[Video] Evolusi 13,5 miliar tahun galaksi Bimasakti
Ilustrasi Bima Sakti
 
Astronesia-NASA kembali merilis video yang menarik. Pada video tersebut diperlihatkan proses pembentukan galaksi spiral semacam Bimasakti (Milky Way) mulai dari Big Bang hingga saat ini.

Dalam video sepanjang 2:17 menit tersebut menceritakan perkembangan galaksi selama 13,5 miliar tahun. Pada video nampak sebuah piringan galaksi yang terdiri dari nebula dan bintang. Galaksi tersebut dilengkapi dengan kode warna untuk menunjukkan sejarah dan proses perkembangan.

Sebagai contoh, bintang yang lebih tua berwarna cenderung merah sedang bintang yang lebih muda berwarna putih dan biru terang.

NASA menjelaskan bahwa ukuran video tersebut adalah 300.000 tahun cahaya dari satu sisi ke sisi lain.

Video ini merupakan hasil simulasi komputer dari berbagai data yang telah NASA kumpulkan. Walaupun hanya hasil komputer, video tersebut dapat menunjukkan pada kita perkembangan rumah kita dan betapa kecilnya kita di semesta.

Read More »

ESA Luncurkan Satelit Pemburu Planet Layak Huni

0 comments
http://astronesia.blogspot.com/


Astronesia-ESA (European Space Agency) akan meluncurkan satelit yang ditugaskan untuk berburu exoplanet. Exoplanet merupakan planet-planet di luar sistem tata surya, di mana para ilmuwan meyakini bahwa dari sekian ratus exoplanet yang ditemukan, kemungkinan beberapa di antaranya memiliki tanda-tanda untuk mendukung kehidupan.

ESA telah menetapkan projek bernama Cheops (CHaracterising ExOPlanets Satellite). Projek tersebut ditetapkan sebagai proses baru untuk memilih cepat, murah dan misi luar angkasa.

"Cheops akan beroperasi di orbit Sun-synchronous low-Earth di ketinggian 800 kilometer dan diharapkan dapat beroperasi untuk tiga 3,5 tahun setelah peluncurannya pada 2017," kata juru bicara ESA, seperti dilansir Theregister, Senin (22/10/2012).

Sesuai dengan namanya, satelit ini akan ditugaskan untuk berburu exoplanet. Satelit ini akan bekerja dengan melakukan observasi di sistem tata surya hingga house planets (rumah planet). Cheops akan menangkap detail informasi dan kemudian menyajikan data tersebut kepada ESA.

ESA berharap dengan peluncuran misi Cheops ini, maka mereka bisa mendapatkan pemahaman lebih baik tentang exoplanet. ESA juga tidak hanya mengandalkan Cheops, tetapi juga melalui teleskop luar angkasa untuk membantu mendapatkan informasi dan melanjutkan studi mereka tentang exoplanet.

Kabarnya keputusan untuk meluncurkan Cheops adalah tepat, karena pesawat luar angkasa Kepler baru-baru ini mengalami gangguan pada satu roda reaksi di Juli 2012. Roda reaksi ini digunakan untuk mengarahkan instrumen pesawat luar angkasa.

Wikipedia menerangkan, eksoplanet atau planet luar surya adalah planet di luar Tata Surya. Hingga Januari 2011, tercatat ada 519 exoplanet yang telah ditemukan dan tercantum dalam Ensiklopedia Planet-planet luar surya. Penemuan planet-planet ekstrasurya itu, mempertegas pertanyaan apakah terdapat kehidupan pada beberapa planet ekstrasurya tersebut.

Read More »

Bersin Jadi Momok Menakutkan Di Luar Angkasa

0 comments

Astronot di luar angkasa
Astronot
Astronesia-Untuk sementara, lupakan dulu masalah alien di luar angkasa. Sebab, ada penemuan baru di luar angkasa yang cukup mencengangkan bagi para astronot. Para peneliti menemukan bahwa bersin di dalam pesawat ruang angkasa memiliki risiko menakutkan pada penerbangan jarak jauh yang dilakukan astronot.

Dr Leonard Mermel, dari Brown University di Amerika Serikat, menjelaskan bahwa gravitasi nol di luar angkasa menyebabkan kuman akan terus melayang untuk waktu yang lama. Keadaan ini membuat para astronot memiliki risiko tinggi terinfeksi kuman-kuman penyakit. Karena, kuman yang terjebak dalam sistem udara tertutup pada pesawat ruang angkasa dan akan tetap hidup dalam jangka waktu yang lama.

"Ketika seseorang bersin dan batuk di bumi, kuman akan langsung jatuh ke bumi. Lain halnya saat di luar angkasa, kuman akan tetap terus melayang dan menempel serta menginfeksi pada permukaan di dalam pesawat ulang alik," kata Dr Leonard Mermel, seperti dikutip dari Daily Mail.

Para peneliti membandingkan antara ruangan tertutup di dalam pesawat ruang angkasa sama dengan kamar asrama di universitas atau toilet. Keduanya berperan sebagai tempat yang dapat menyebarkan berbagai kuman penyakit.

Dr Mermel bertanya, bagaimana jika terjadi sesuatu yang berisiko pada astronot? "Bisakah mereka atau akankah mereka mau kembali sebelum menyelesaikan misi?"

Memang saat ini para astronot Badan Antariksa AS atau NASA sudah divaksinasi beberapa penyakit, termasuk flu dan tubercolosis. Barang-barang para astronot, seperti masker, respirator, dan tisu, juga sudah diberi disinfektan. Sebelum pesawat lepas landas pun para astronot diberikan beberapa antibiotik.

Namun, Dr Mermel percaya bahwa pada udara tertutup kuman bisa meluas. Misalnya seperti kuman Meningococcus yang menyebabkan meningitis dan kuman Pneumoccocus yang menyebabkan radang paru-paru.

Untuk itu, para astronot harus mendapat pendidikan pengendalian infeksi dari kebersihan tangan, kebersihan lingkungan dan praktek-praktek kesehatan lainnya.

Ketika ada pesawat ruang angkasa yang melakukan penerbangan panjang, sebenarnya ini adalah strategi terbaik dalam menghadapi kuman untuk meningkatkan metode pencegahan yang sudah NASA miliki.

Dalam penelitian yang dimuat di jurnal "Clinical Infectious Diseases", Dr Mermel mengatakan anggaran untuk membuat sistem filter udara sangat bermanfaat. Ia menganjurkan pada penggunaan toilet di pesawat ulang alik sebaiknya menggunakan pedal kaki untuk sanitasi (flushing), dan bukan tangan yang selama ini umum digunakan di toilet yang ada di bumi.

Namun, selama ini pesawat antariksa memiliki keterbatasan kekuatan untuk melakukan penyaringan atau sirkulasi udara.

"Dalam dua dekade, saya terlibat dalam penelitian dan pembuatan pedoman untuk pencegahan infeksi di unit perawatan intensif pada rumah sakit umum. Tapi ada banyak kendala yang belum terpikirkan oleh saya, misalnya pada pesawat ulang alik" kata Dr Mermel

Sumber: viva.co.id

Read More »